- Home
- Pendidikan
- Mahasiswa UNY Berhasil Manfaatkan Kulit Kakao sebagai Penyimpan Energi Melebihi Batere
Kampus
Mahasiswa UNY Berhasil Manfaatkan Kulit Kakao sebagai Penyimpan Energi Melebihi Batere
Selasa, 30 Jul 2019 09:41
Menurut penelitian pakar, ternyata kulit kakao mengandung selulosa sekitar 23-54%. Kulit buah kakao juga memiliki kandungan lignin sebesar 60,67%, selulosa (holoselulosa) 36,47% dan hemiselulosa 18,90%. Kandungan tersebut mengindikasikan kulit buah kakao dapat diolah menjadi arang yang mengandung banyak karbon.
Berdasar pengetahuan itulah para mahasiswa FMIPA UNY yang terdiri dari Zulkaisi Dwi Pangarso (Pendidikan Fisika), Lina Cahyaningsih, Kahfi Imam Faqih Kurnia (kimia) dengan pembimbing Dr. Dyah Purwaningsih melakukan penelitian dengan judul Sintesis Material HPNc/MnO2 sebagai Elektroda Superkapasitor dari Limbah Kulit Kakao.
Dikutip dari laman Universitas Negeri Yogyakarta, Senin (29/7/2019) Zulkaisi menjelaskan, superkapasitor merupakan bentuk penyimpan energi yang memiliki keunggulan dibandingkan kapasitor konvensional dan baterai. Karbon merupakan salah satu komponen penting dalam pembuatan elektroda untuk superkapasitor
Pada penelitian ini dilakukan sintesis dan karakterisasi hierarchical porous carbon (HPNc) dari limbah kulit kakao dan mengompositkannya dengan Mangan Dioksida (MnO2). MnO2 dengan tujuan untuk lebih meningkatkan efektivitas elektroda superkapasitor.
"Bahan ini adalah elektroda yang tepat untuk desain superkapasitor karena mudah didapat, biaya rendah, toksisitas rendah dan mempunyai rentang tegangan yang lebar dan juga merupakan salah satu bahan yang ramah lingkungan, dan melimpah di alam," Lanjut Zulkaisi.
Zulkaisi menerangkan, saat ini pemanfaatan karbon sebagai elektroda telah dikembangkan, antara lain memanfaatkan material karbon aktif, grafit, karbon aerogel, carbon nanotubes (CNT). Hierarchical porous carbon (HPC), HPC merupakan material karbon yang memiliki ukuran pori beragam yang digolongkan menjadi mikropori (diameter pori < 2 nm), mesopori (diameter pori = 2-10 nm) dan makropori (diameter pori > 10 nm) yang tersusun secara hirarki.
Ukuran pori yang beragam memberikan karakteristik yang beragam terhadap sifat karbon. Pengecilan ukuran HPC menjadi nanometer dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan HPC dalam mengumpulkan ion dan juga menyimpan muatan dan menjadikannya material HPNc.
"Karakteristik HPNc yang mampu mengumpulkan ion dan menyimpan muatan, menjadikan HPNc sebuah material perangkat penyimpan energi (energy storage) yang menjanjikan berupa superkapasitor. Untuk lebih meningkatkan efektivitas elektroda superkapasitor, HPNc dikompositkan dengan Mangan MnO2.
Bahan ini adalah elektroda yang tepat untuk desain superkapasitor karena mudah didapat, biaya rendah, toksisitas rendah dan mempunyai rentang tegangan yang lebar dan juga merupakan salah satu bahan yang ramah lingkungan, dan melimpah terdapat di alam," tambahnya.
Pendidikan
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas
Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat
Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber
Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga
RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber
Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023
PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau