Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Mahasiswa Unpad Sulap Tandan Kelapa Sawit Jadi Kain Tenun

Kampus

Mahasiswa Unpad Sulap Tandan Kelapa Sawit Jadi Kain Tenun

Rabu, 31 Jul 2019 15:52
okezone.com

Tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad berhasil menyulap tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menjadi kain yang mempunyai nilai manfaat ekonomi. Mereka adalah Muhammad Mas'ud, Sita Halimatus Sa'diyah, dan Bonie Pamungkas, yang dibimbing oleh Ahmad Thoriq, S.TP., M.Si.

Penelitian tersebut berhasil membawa mereka menjadi juara III Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Final lomba tersebut dilaksanakan di IPB International Convention Centre, Bogor, pada 12 – 13 Juli 2019 lalu.

Seperti dikutip dari laman ristekdikti, kain yang dihasilkan pada penelitian tersebut terdiri atas 2 jenis yaitu kain non woven dan kain tenun. Kain non woven dapat dimanfaatkan sebagai insulator dan peredam suara, sedangkan kain tenun TKKS dapat diolah lebih lanjut menjadi tas, sepatu, topi, taplak meja, gorden, dan beberapa produk kerajinan lainnya.

Selama ini, tandan kosong kelapa sawit biasanya hanya dibuang ke lahan sawit atau diolah lanjut menjadi kompos. Jika dibuang ke lahan, dibutuhkan waktu lama untuk proses penguaraiannya. Seringkali sampah TKKS menjadi sarang tikus yang juga dapat berimplikasi pada menurunnya produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.

Sementara jika diolah menjadi kompos, maka perlu investasi yang besar, lahan luas serta jauh dari pemukiman. Padahal, potensi limbah serat sawit tiap tahun dapat mencapai 5,85 juta ton.

Dalam Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa, para mahasiswa berupaya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut.

Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa diawali dengan seleksi proposal. Dari 350 proposal yang masuk, terpilih 30 proposal untuk didanai. Berdasarkan hasil evaluasi kemajuan penelitian, tim FTIP Unpad lolos 10 besar terbaik, yang kemudian berikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian pada tahap final. Juri pada pelaksanaan lomba tersebut berasal dari 3 unsur yaitu akademisi, peneliti dan praktisi.


(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jun 2026 17:15

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas

  • Jumat, 19 Jun 2026 17:11

    Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat

    Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:26

    Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga

    RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:23

    Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023

    PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:19

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.