Sabtu, 20 Jun 2026

KAMPUS

Menyetrum Minyak Jelantah Jadi Biodiesel

Jumat, 23 Okt 2015 07:42
dok. Okezone
Ilustrasi: pompa biodiesel dan biopremium di SPBU.
JAKARTA – Menggunakan minyak goreng berkali-kali tentu tidak sehat. Tetapi, ketimbang membuang minyak jelantah begitu saja, lima mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) ini menyulapnya menjadi bahan bakar alternatif berjenis biodiesel.

Tim penggagas biodiesel dari minyak jelantah tersebut adalah Kharis Pratama, Muhammad Idris, Yudi Antono, Jumardin Rua, dan Hikmat Ramdhani. Lima sekawan ini menyatakan biodiesel buatannya memiliki kualitas tinggi karena kandungan airnya rendah yakni kurang dari 1 persen.

Kharis menyebut konsumsi minyak goreng yang tinggi di Indonesia menjadi pemicu timnya membuat penelitian tersebut. Setiap tahun, kata Kharis, rata-rata konsumsi minyak goreng sawit di Indonesia mencapai 5,5 juta ton. Angka ini setara dengan 24 persen dari total produksi minyak goreng sawit per tahun yaitu 23 juta ton.

"Hampir semua jenis makanan di sini pasti diproses dengan memakai minyak goreng. Dari situ bisa kita tahu jika banyak minyak jelantah sisa produksi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat biodisel," ujar Kharis, seperti dilansir laman UII, Jumat (23/10/2015).

Mahasiswa ilmu kimia itu mengungkapkan proses mengubah minyak jelantah menjadi biodisel tidak mudah. Pasalnya, metode yang biasa dipakai masih menyisakan kadar air yang tinggi sehingga kualitas biodiesel yang dihasilkan pun kurang baik. Hasil diskusi dan konsultasi dengan dosen pembimbing memantapkan Kharis dan timnya memanfaatkan reaksi transesterifikasi untuk mengonversi minyak jelantah menjadi biodiesel.

Melalui proses ini, kata Kharis, larutan minyak jelantah diberi aliran listrik (elektrolisis) dengan variasi waktu tertentu. Batang logam yang berfungsi mengaliri listrik (elektroda) sebelumnya dilumuri larutan khusus yang disebut kitosan gel.

Kharis menjelaskan, hasil reaksi transesterifikasi tadi memecah minyak jelantah menjadi dua lapisan. Lapisan coklat merupakan gliserol. Sedangkan lapisan kuning keruh di bagian atas merupakan biodiesel. Sebagai pamungkas, lapisan biodiesel tadi dicuci sehingga menghasilkan biodisel murni yang siap pakai.

"Kami optimistis proses penelitian ini akan membawa kontribusi positif dalam pengembangan bahan bakar alternatif di Indonesia," tegas Kharis.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 11:00

    Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin Roy Suryo dan Dokter Tifa agar Tak Ditahan

    JAKARTA â€" Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyatakan kesiapannya menjadi penjamin bagi Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa yang berstatus tersangka,

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:54

    Nekat Manipulasi Data Visa, Tiga WN Tiongkok Dideportasi

    JAKARTA - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surabaya mendeportasi tiga warga negara Tiongkok setelah terbukti memalsukan data, dan memberikan keterangan tidak benar untuk memperoleh visa kunjungan bisnis da

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:50

    MPR dan UNHAS Bahas Pasal 33 UUD 1945, Fokus pada Ekonomi Kerakyatan

    Jakarta - Komisi Kajian Ketatanegaraan (K-3) MPR RI bersama Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar Diskusi Konstitusi bertajuk 'Evaluasi implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republi

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:46

    Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Penggerak UMKM Padang Pariaman

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, akan menyelenggarakan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia FIFA 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni 2026 di Kantor Bupat

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:27

    Prabowo Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada 21 September hingga 6 Oktober 2026. Bahkan, Pr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.