Selasa, 28 Apr 2026

KAMPUS

Menyetrum Minyak Jelantah Jadi Biodiesel

Jumat, 23 Okt 2015 07:42
dok. Okezone
Ilustrasi: pompa biodiesel dan biopremium di SPBU.
JAKARTA – Menggunakan minyak goreng berkali-kali tentu tidak sehat. Tetapi, ketimbang membuang minyak jelantah begitu saja, lima mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) ini menyulapnya menjadi bahan bakar alternatif berjenis biodiesel.

Tim penggagas biodiesel dari minyak jelantah tersebut adalah Kharis Pratama, Muhammad Idris, Yudi Antono, Jumardin Rua, dan Hikmat Ramdhani. Lima sekawan ini menyatakan biodiesel buatannya memiliki kualitas tinggi karena kandungan airnya rendah yakni kurang dari 1 persen.

Kharis menyebut konsumsi minyak goreng yang tinggi di Indonesia menjadi pemicu timnya membuat penelitian tersebut. Setiap tahun, kata Kharis, rata-rata konsumsi minyak goreng sawit di Indonesia mencapai 5,5 juta ton. Angka ini setara dengan 24 persen dari total produksi minyak goreng sawit per tahun yaitu 23 juta ton.

"Hampir semua jenis makanan di sini pasti diproses dengan memakai minyak goreng. Dari situ bisa kita tahu jika banyak minyak jelantah sisa produksi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat biodisel," ujar Kharis, seperti dilansir laman UII, Jumat (23/10/2015).

Mahasiswa ilmu kimia itu mengungkapkan proses mengubah minyak jelantah menjadi biodisel tidak mudah. Pasalnya, metode yang biasa dipakai masih menyisakan kadar air yang tinggi sehingga kualitas biodiesel yang dihasilkan pun kurang baik. Hasil diskusi dan konsultasi dengan dosen pembimbing memantapkan Kharis dan timnya memanfaatkan reaksi transesterifikasi untuk mengonversi minyak jelantah menjadi biodiesel.

Melalui proses ini, kata Kharis, larutan minyak jelantah diberi aliran listrik (elektrolisis) dengan variasi waktu tertentu. Batang logam yang berfungsi mengaliri listrik (elektroda) sebelumnya dilumuri larutan khusus yang disebut kitosan gel.

Kharis menjelaskan, hasil reaksi transesterifikasi tadi memecah minyak jelantah menjadi dua lapisan. Lapisan coklat merupakan gliserol. Sedangkan lapisan kuning keruh di bagian atas merupakan biodiesel. Sebagai pamungkas, lapisan biodiesel tadi dicuci sehingga menghasilkan biodisel murni yang siap pakai.

"Kami optimistis proses penelitian ini akan membawa kontribusi positif dalam pengembangan bahan bakar alternatif di Indonesia," tegas Kharis.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.