Sabtu, 20 Jun 2026

Penyebab Maraknya Ijazah Palsu

Sabtu, 17 Okt 2015 16:31
Dok. UB
Mahfud MD dalam diskusi panel di Universitas Brawijaya.
JAKARTA – Indonesia hingga saat ini dinilai belum menjadi bangsa yang mandiri. Menurut Mahfud MD, hal tersebut dipengaruhi oleh tiga hal, yakni tata pemerintahan dan birokrasi yang tersandera politik, konservatif hukum, serta ijazah yang digunakan sebagai syarat untuk menduduki jabatan.

Melalui Diskusi Panel Nasional Tata Kepemerintahan untuk Kemandirian Bangsa di Universitas Brawijaya Malang, Mahfud menjelaskan legalitas dan formalitas pendidikan yang menjadi syarat untuk menduduki jabatan menyebabkan berbagai masalah.

Semua orang, kata dia, berupaya dengan segala cara untuk mendapatkan ijazah. Akibatnya, hal tersebut menjadi alasan seseorang memperoleh ijazah palsu demi sebuah jabatan.

"Karena ijazah menjadi syarat utama untuk naik jabatan maka banyak orang berupaya untuk membelinya sehingga hal ini merusak sistem birokrasi pemerintahan kita," ujarnya, sebagimana dilansir dari laman resmi Universitas Brawijaya Malang, Sabtu (17/10/2015).

Mahfud juga mengungkapkan bahwa birokrasi di Indonesia belum netral lantaran sering diintervensi secara paksa oleh politik. Sehingga, imbuh dia, akan menghasilkan hukum konservatif yang isinya lebih mencerminkan visi sosial elite politik dan keinginan pemerintah.

"Hal ini mengakibatkan pemerintah daerah tidak bisa bergerak karena harus menunggu keputusan dari pusat ketika akan mengambil sebuah kebijakan," ucapnya.

Mahfud berpendapat, sistem ketidakmandirian ini berdampak pada tumpulnya kreativitas bangsa. Dia mengimbau ketiga poin tersebut bisa mendapat perhatian khusus agar birorkasi menjadi kuat dan pemerintahan mampu mandiri di negaranya sendiri.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 09:16

    Ditemukan Penyakit Bawaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

    JAKARTA â€" Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menjalani rawat inap di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (19/6/2026). Keduanya merupakan tersangka dalam kasus dugaan pe

  • Sabtu, 20 Jun 2026 09:11

    Penyidik KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar, Bawa Barang Bukti Tiga Koper

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah di Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Denpasar, Bali, pada Jumat (19/6). Penggeledahan tersebut dilakukan untuk pengemban

  • Sabtu, 20 Jun 2026 08:54

    3 TKW Dianiaya Majikan di Malaysia, 4 Orang Ditangkap

    Jakarta - Tiga Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Aceh diduga menjadi korban kekerasan oleh majikan di Johor Bahru, Malaysia. Kasus tersebut kini ditangani kepolisian M

  • Sabtu, 20 Jun 2026 08:51

    Kurir Ketakutan Usai Konsumsi Sabu, Tinggalkan Paket Narkoba 36 Kg di Bus

    Lampung - Aksi nekat dua kurir narkoba berujung petaka. Setelah diduga mengonsumsi sabu, keduanya justru dilanda ketakutan hingga meninggalkan paket sabu seberat 36 kilogram di dalam bus Antar Lintas

  • Sabtu, 20 Jun 2026 08:46

    Pengendali Keuangan Jaringan Narkoba Fredy Pratama Ditangkap

    Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap Frans Antoni (FA), pengendali keuangan jaringan gembong narkoba Fredy Pratama. Frans kemudian dibawa ke Indonesia dan tiba di Gedun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.