Sabtu, 20 Jun 2026

KAMPUS

Praktis Tanam Kedelai dengan Q-Dros UNY

Jumat, 23 Okt 2015 02:42
dok. UNY
Q-Dros, mesin penanam kedelai praktis dan efisien buatan mahasiswa UNY.
JAKARTA – Kebanyakan petani Indonesia masih menggunakan cara manual dalam bercocok tanam. Mereka harus membungkuk untuk membuat lubang di tanah, lalu memasukkan biji tanaman, dan kembali menutup tanah. Proses ini tentu membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga. Hasilnya pun tidak selalu efektif.

Namun kini petani Indonesia, khususnya petani kacang kedelai, akan terbantu dengan kehadiran mesin penanam benih yang praktis dan efisien. Mesin ini diberi nama Quick Drop Seeder alias Q-Dros. Mesin buatan Tim Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu sangat membantu petani menanam benih kacang kedelai dalam satu kali perjalanan.

Q-Dros dirancang oleh Ilham Surfani, Aris Munandar, dan Intan Ratna dari Pendidikan Teknik Mesin; kemudian Esti Windiarti dari Pendidikan Tata Boga; serta Lisa Perdana dari Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan. Mereka dibimbing dosen Pendidikan Teknik Mesin FT UNY, Dr Mujiyono.

Ilham Surfani menjelaskan, Q-Dros lahir dari minimnya produktivitas kacang kedelai di Indonesia. Salah satu penghambatnya, kata Ilham, adalah ketiadaan teknologi modern dalam membantu bercocok tanam kacang kedelai.

Saat menanam biji kedelai secara konvensional, petani harus menggunakan benda runcing seperti kayu untuk membuat lubang di tanah. Kemudian, petani memasukkan tiga hingga lima butir biji kedelai ke lubang tersebut.

"Dengan Q-Dros, petani cukup mendorong mesin ini sehingga tanah akan terlubangi oleh batang pelubang yang ada pada roda, dan kedelai akan terjatuh tepat pada lubang dengan bantuan unit pelepas biji dan pengatur arah," kata Ilham, seperti dinukil dari laman UNY, Jumat (23/10/2015).

Q-Dros dioperasikan tanpa bahan bakar sehingga lebih menghemat biaya. Tidak hanya itu, karena sederhana, semua orang bisa dengan mudah mengoperasikan mesin ini.

Ilham mengatakan, hasil uji coba di area persawahan Desa Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, menunjukkan dengan bantuan Q-Dros, petani mampu menanami lahan 40 meter persegi (m2) setiap jam. "Dengan kata lain, enam kali lebih cepat dari penanaman secara manual," imbuhnya.

Pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2015 di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Tim Q-Dros meraih emas dalam kategori poster PKM Karsa Cipta. Ilham dan timnya kini sedang memproses pengajuan hak paten atas inovasi mereka.

"Kami harap mesin ini tidak hanya digunakan untuk menanam kedelai, namun juga dapat dikembangkan untuk penanaman biji lain seperti jagung, kacang, dan benih sayuran lainnya," tutur Ilham.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 11:00

    Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin Roy Suryo dan Dokter Tifa agar Tak Ditahan

    JAKARTA â€" Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyatakan kesiapannya menjadi penjamin bagi Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa yang berstatus tersangka,

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:54

    Nekat Manipulasi Data Visa, Tiga WN Tiongkok Dideportasi

    JAKARTA - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surabaya mendeportasi tiga warga negara Tiongkok setelah terbukti memalsukan data, dan memberikan keterangan tidak benar untuk memperoleh visa kunjungan bisnis da

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:50

    MPR dan UNHAS Bahas Pasal 33 UUD 1945, Fokus pada Ekonomi Kerakyatan

    Jakarta - Komisi Kajian Ketatanegaraan (K-3) MPR RI bersama Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar Diskusi Konstitusi bertajuk 'Evaluasi implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republi

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:46

    Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Penggerak UMKM Padang Pariaman

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, akan menyelenggarakan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia FIFA 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni 2026 di Kantor Bupat

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:27

    Prabowo Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada 21 September hingga 6 Oktober 2026. Bahkan, Pr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.