Selasa, 28 Apr 2026

KAMPUS

Praktis Tanam Kedelai dengan Q-Dros UNY

Jumat, 23 Okt 2015 02:42
dok. UNY
Q-Dros, mesin penanam kedelai praktis dan efisien buatan mahasiswa UNY.
JAKARTA – Kebanyakan petani Indonesia masih menggunakan cara manual dalam bercocok tanam. Mereka harus membungkuk untuk membuat lubang di tanah, lalu memasukkan biji tanaman, dan kembali menutup tanah. Proses ini tentu membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga. Hasilnya pun tidak selalu efektif.

Namun kini petani Indonesia, khususnya petani kacang kedelai, akan terbantu dengan kehadiran mesin penanam benih yang praktis dan efisien. Mesin ini diberi nama Quick Drop Seeder alias Q-Dros. Mesin buatan Tim Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu sangat membantu petani menanam benih kacang kedelai dalam satu kali perjalanan.

Q-Dros dirancang oleh Ilham Surfani, Aris Munandar, dan Intan Ratna dari Pendidikan Teknik Mesin; kemudian Esti Windiarti dari Pendidikan Tata Boga; serta Lisa Perdana dari Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan. Mereka dibimbing dosen Pendidikan Teknik Mesin FT UNY, Dr Mujiyono.

Ilham Surfani menjelaskan, Q-Dros lahir dari minimnya produktivitas kacang kedelai di Indonesia. Salah satu penghambatnya, kata Ilham, adalah ketiadaan teknologi modern dalam membantu bercocok tanam kacang kedelai.

Saat menanam biji kedelai secara konvensional, petani harus menggunakan benda runcing seperti kayu untuk membuat lubang di tanah. Kemudian, petani memasukkan tiga hingga lima butir biji kedelai ke lubang tersebut.

"Dengan Q-Dros, petani cukup mendorong mesin ini sehingga tanah akan terlubangi oleh batang pelubang yang ada pada roda, dan kedelai akan terjatuh tepat pada lubang dengan bantuan unit pelepas biji dan pengatur arah," kata Ilham, seperti dinukil dari laman UNY, Jumat (23/10/2015).

Q-Dros dioperasikan tanpa bahan bakar sehingga lebih menghemat biaya. Tidak hanya itu, karena sederhana, semua orang bisa dengan mudah mengoperasikan mesin ini.

Ilham mengatakan, hasil uji coba di area persawahan Desa Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, menunjukkan dengan bantuan Q-Dros, petani mampu menanami lahan 40 meter persegi (m2) setiap jam. "Dengan kata lain, enam kali lebih cepat dari penanaman secara manual," imbuhnya.

Pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2015 di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Tim Q-Dros meraih emas dalam kategori poster PKM Karsa Cipta. Ilham dan timnya kini sedang memproses pengajuan hak paten atas inovasi mereka.

"Kami harap mesin ini tidak hanya digunakan untuk menanam kedelai, namun juga dapat dikembangkan untuk penanaman biji lain seperti jagung, kacang, dan benih sayuran lainnya," tutur Ilham.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.