Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Prilaku Anak Mulai Berubah? Coba Beri Mereka Kesempatan Berbicara

edukasi

Prilaku Anak Mulai Berubah? Coba Beri Mereka Kesempatan Berbicara

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 29 Agu 2023 16:39

ORANG tua wajib mewaspadai perubahan perilaku yang mengindikasikan adanya masalah kesehatan mental pada remaja. Apalagi, jika seorang remaja tiba-tiba menjadi lebih introvert, menarik diri dari aktivitas sekolah dan teman, serta sering mengeluh sakit fisik tanpa alasan yang jelas.

Ketua Satgas Remaja Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Rodman Tarigan SpA(K), M.Kes mengatakan, maka hal tersebut dapat dicurigai sebagai perubahan perilaku yang mengindikasikan adanya masalah mental remaja.

"Jadi kalau ada satu saja yang kita temukan, kita sebagai orang tua perlu menyadari bahwa ada perubahan perilaku dari anak tersebut," ujar Dr. Rodman seperti dilansir dari Antara.

Dr. Rodman mengatakan, salah satu permasalahan yang dihadapi anak usia sekolah dan remaja adalah kesehatan mental. Berdasarkan data yang disampaikannya, sebanyak 10 persen anak usia 15 hingga 24 tahun mengalami gangguan kesehatan mental dan emosional.

Menurutnya, orang tua dan lingkungan harus mampu menyikapi perubahan perilaku remaja. Anak-anak dengan masalah kesehatan mental biasanya mengalami stres, depresi, bahkan melakukan aktivitas negatif seperti berkelahi, melakukan kekerasan, dan mencuri.

Dia melanjutkan, jika ada setidaknya satu tanda perubahan perilaku yang jelas, hal pertama yang harus dilakukan adalah berkomunikasi dengan remaja tersebut. Beri anak kesempatan untuk membicarakan perasaan dan pengalamannya.

Orang tua perlu menjadi pendengar yang baik dan memahami permasalahan yang dihadapi remaja tersebut. Orang tua juga harus memberikan dukungan yang kuat dan memastikan bahwa anak tidak sendirian dengan masalahnya. Selain itu, orang tua dapat mengenalkan kegiatan produktif dan positif kepada anaknya.

Namun, Dr. Rodman tidak memungkiri, banyak kasus yang menimpa remaja yang enggan membicarakan permasalahannya kepada orang tuanya. Hal ini bisa dipicu oleh kurangnya kepercayaan atau faktor lain yang mempengaruhi hubungan.

Jika hal ini terjadi, mengidentifikasi akar permasalahan bisa menjadi lebih sulit dan memerlukan kesabaran. Jika orang tua merasa tidak mampu mengatasi masalah anaknya, mencari bantuan profesional bisa menjadi pilihan.

Dr. Rodman mengatakan layanan konseling dapat digunakan untuk menangani remaja dengan masalah kesehatan mental. Negara memberikan layanan konseling melalui Program Kesehatan Remaja (PKPR) di Puskesmas yang bertujuan untuk memberikan dukungan psikologis kepada generasi muda.

"Itu sudah ada di semua puskesmas dan itu di-cover oleh BPJS. Apabila tidak bisa diatasi di puskesmas, itu akan dirujuk ke rumah sakit PPK (pemberi pelayanan kesehatan) 2, di situ ada dokter anak, mungkin juga layanan psikolog atau layanan dari psikiater," kata Dr. Rodman.

sumber:okezone.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.