- Home
- Pendidikan
- Tak Lagi Pakai Tongkat, Aplikasi Ini Mudahkan Tuna Netra Berjalan
Kampus
Tak Lagi Pakai Tongkat, Aplikasi Ini Mudahkan Tuna Netra Berjalan
Senin, 12 Agu 2019 15:18
JAKARTA - Data World Health Organization (WHO) menyebutkan sebesar 81% orang yang berumur di atas 50 tahun mengalami masalah pengelihatan dan ada 253 juta orang di seluruh dunia mengalami kebutaan. Menurut data WHO diperkirakan jumlah tersebut akan meningkat hingga tahun 2050.
Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban bagi peneliti atau akademisi untuk membantu meringankan masalah mereka. Fitri Utaminingrum, salah satu dosen Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (Filkom UB) berupaya memberikan sumbangsih pemikirannya untuk mengatasi permasalah tersebut dengan membuat aplikasi mobile pendeteksi rintangan.
Hasil penelitiannya tersebut dituangkan dalam artikel ilmiah yang berjudul Obstacle Detection for Assisting Navigation of Visually Impaired People Based on Segmentation Process yang dipresentasikannya dalam International Conference and Robotics, Control and Automation (ICRCA 2019) di Guangzhou China pada 26-28 Juli 2019. Demikian dilansir situs resmi UB, Jakarta, Senin (12/8/2019).
Fitri mengatakan bahwa aplikasi mobile pendeteksi rintangan yang dibuatnya ini memanfaatkan kamera yang ada pada mobile device. Harapannya aplikasi ini bisa membantu penyandang tuna netra agar dapat berjalan secara mandiri ataupun tanpa menggunakan tongkat tuna netra atau yang disebut juga The White Cane
Selama ini penggunaan tongkat tuna netra dirasa masih memiliki
banyak keterbatasan, antara lain memiliki konstruksi yang tidak praktis
karena terbuat dari bahan keras dan tidak bisa dilipat. Selain itu
tongkat tuna netra juga memiliki kemampuan deteksi atau jangkauan yang
sangat terbatas yaitu sekitar 1-2 langkah kaki saja.
Cara kerja aplikasi mobile pendeteksi rintangan buatan Fitri ini adalah dengan memanfaatkan perangkat mobile seperti handphone yang diletakkan didepan/dibagian dada pengguna pada ketinggian sekitar 120 cm, dengan kemiringan cameranya antara 50-65 derajat.
Ketika aplikasi dijalankan, maka kamera akan menangkap gambar yang ada didepannya, kemudian gambar tersebut diproses. Proses segmentasi gambar/citra dikembangkan untuk dapat mendeteksi gambar yang tertangkap merupakan halangan atau bukan. Dengan informasi tersebut, aplikasi mobile akan mampu memberikan peringatan kepada pengguna jika terdapat halangan didepannya, dengan demikian pengguna harus mengubah arah untuk menghindari halangan tersebut.
Peringatan yang diberikan berupa suara, buzzer, dan memberikan rekomendasi jalan yang aman bagi pengguna
"Aplikasi mobile ini saya buat dengan harapan agar para tuna netra bisa melakukan aktivitas secara mandiri. Ke depannya, aplikasi ini akan terus dikembangkan. Tidak hanya memberikan peringatan jika ada halangan saja, namun nantinya juga bisa memandu pengguna ke tempat tujuan dengan tetap memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh perangkat mobile seperti GPS," ujar Fitri.
(okezone.com)
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas
Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat
Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber
Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga
RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber
Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023
PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau