Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Temuan Baru, Obat Luka dari Lendir Belut dan Kulit Pisang

Kampus

Temuan Baru, Obat Luka dari Lendir Belut dan Kulit Pisang

Kamis, 01 Agu 2019 15:35
okezone.com
Lendir belut bisa dimanfaatkan untuk obat luka

Satu inovasi yang datang dari lima mahasiswa Institut Pertanian Bogor berupa krim penyembuh luka dengan memanfaatkan lendir belut dan kulit pisang. Temuan ini diberi nama Blutadine. Para mahasiswa ini antara lain Futiha Hikmatul Husna, Neng Sinta Noveria Aska, Eka Apriyanti Safitri, Olin Aulia Yunia dan Muhammad Surya Fadhlurrohman. Mereka dibimbing oleh Dr. Laksmi Ambarsari, M.Si. Inovasi ini masuk dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK).

Dari penelitian sebelumnya diketahui lendir belut memiliki khasiat menyembuhkan luka. Kandungan glikoprotein, lektin, hemaglutinin dan hemolysin pada lendir belut memiliki peran sebagai angiogenesis dan sebagai faktor antimikroba sehingga efektif sebagai penyembuh luka.

Sedangkan kulit pisang memiliki kandungan zat aktif sebagai antibakteri, sehingga mampu mematikan bakteri di sekitar area luka. Flavonoid dan senyawa fenolik merupakan senyawa bioaktif yang menunjukkan berbagai aktivitas yang berguna, seperti antioksidan, antidermatosis, kemopreventif, antikanker, maupun antiviral.

"Potensi lendir belut dan kulit pisang sebagai penyembuh luka sangat besar namun optimalisasinya hingga sekarang sangat minim. Karena itu, diperlukan pemanfaatan kandungan antimikroba dan potensi penyembuh luka pada limbah lendir belut dan kulit pisang. "Blutadine" merupakan produk krim dari ekstrak lendir belut dan kulit pisang sebagai alternatif penyembuh dan penghilang bekas luka yang aman, efektif, dan ekonomis," tutur ketua PKM K Blutadine, Futiha Hikmatul Husna seperti dikutip dari laman IPB, Rabu (31/7/2019).

Yang mereka harapkan dari kegiatan ini adalah terciptanya suatu produk obat penyembuh dan penghilang bekas luka dari pemanfaatan limbah lendir belut dan kulit pisang, menyediakan alternatif obat kulit yang terjangkau, memperluas daerah produksi dan pemasaran, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru berbasis Usaha Kecil Menengah (UKM) sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran.

Manfaat kegiatan ini, menurut Futiha untuk mendapatkan profit dari penjualan, masyarakat umum mudah mendapatkan barang dengan harga terjangkau, terwujudnya pemanfaatan limbah sebagai obat herbal yang bermanfaat dan membantu program pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dengan menjaga kesehatan kulit.

Ada beberapa keunggulan temuan ini, yaitu penggunaan bahan organik lendir belut dan kulit pisang dengan efektivitas sebagai solusi penyembuh luka. Selain itu, lendir belut memiliki kemampuan antiseptik dan beberapa kandungan dari lendir belut yang berfungsi sebagai antimikroba serta efektif untuk penyembuhan luka.


(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jun 2026 17:15

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas

  • Jumat, 19 Jun 2026 17:11

    Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat

    Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:26

    Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga

    RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:23

    Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023

    PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:19

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.