- Home
- Pendidikan
- The Japan Foundation Beri 30 Beasiswa ke Jepang
KAMPUS
The Japan Foundation Beri 30 Beasiswa ke Jepang
Jumat, 23 Okt 2015 02:05
Kepala Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ), Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sonda Sanjaya, S.S, M.Pd mengungkapkan, program beasiswa ini diberikan pada kampus yang memiliki jurusan bahasa Jepang. Dia mengaku ada mahasiswanya, Gina Maryana bersama dosennya, Wistri Meisa yang lolos seleksi memperoleh beasiswa ini.
"Program ini dikhususkan bagi prodi bahasa Jepang di Indonesia. Semua dosen dan mahasiswa diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi. Ini yang kedua kali, kami berhasil lolos seleksi," ungkapnya, Kamis (22/10/2015).
Untuk mendapat beasiswa, peserta harus memiliki sertifikat JLPT (Japanese Language Proficiency Test). Dalam bahasa Jepang lebih dikenal dengan istilah Nihongo Nouryoku Shiken, disingkat noroken atau noken.
"Noken ini hampir mirip dengan tes Toefl. Supaya mahasiswa dari pendidikan bahasa Jepang lolos seleksi, mahasiswa harus memiliki nilai minimal N-4. Level yang paling tinggi adalah N-1, sedangkan yang paling rendah adalah N-5," jelasnya.
Sementara Wistri Meisa mengaku harus memiliki kemampuan bahasa Jepang yang baik bagi yang mendapat beasiswa. Setiap peserta juga diharuskan membuat esai yang telah ditentukan oleh pihak Japan Foundation.
"Pertama dalam proses seleksi itu menyeleksi dokumen dan selanjutnya membuat esai seperti yang ditentukan Japan Foundation. Menulis esai tersebut merupakan salah satu syarat utama untuk mendapatkan beasiswa tersebut," jelasnya.
Dia nengaku harus mempersiapkan mental selama 45 hari di Jepang. Sebab, kondisi dan situasi di negeri matahari terbit itu berbeda adat dan budaya dengan Indonesia. "Jadwal dan kegiatan di sana lumayan padat dari jadwal yang kami terima. Selain mempersiapkan mental, kesehatan juga harus dijaga. Hal ini karena cuaca yang berbeda dengan cuaca di Indonesia," katanya.
Selama 45 hari, para peserta akan menjalankan aktivitas training mengenai pelajaran dan pengajaran bahasa Jepang. Bagi mahasiswa menurutnya, pada kesempatan tersebut juga akan diberi pembelajaran bahasa Jepang dan mengenal budaya Jepang.
Sementara para dosen yang terpilih akan mempelajari metode pembelajaran Bahasa Jepang yang baik untuk membangun.
Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin Roy Suryo dan Dokter Tifa agar Tak Ditahan
JAKARTA â€" Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyatakan kesiapannya menjadi penjamin bagi Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa yang berstatus tersangka,
Nekat Manipulasi Data Visa, Tiga WN Tiongkok Dideportasi
JAKARTA - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surabaya mendeportasi tiga warga negara Tiongkok setelah terbukti memalsukan data, dan memberikan keterangan tidak benar untuk memperoleh visa kunjungan bisnis da
MPR dan UNHAS Bahas Pasal 33 UUD 1945, Fokus pada Ekonomi Kerakyatan
Jakarta - Komisi Kajian Ketatanegaraan (K-3) MPR RI bersama Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar Diskusi Konstitusi bertajuk 'Evaluasi implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republi
Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Penggerak UMKM Padang Pariaman
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, akan menyelenggarakan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia FIFA 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni 2026 di Kantor Bupat
Prabowo Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada 21 September hingga 6 Oktober 2026. Bahkan, Pr