Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Udara di Jambi Tak Sehat, Libur Sekolah dan Kuliah Diperpanjang Lagi

pendidikan

Udara di Jambi Tak Sehat, Libur Sekolah dan Kuliah Diperpanjang Lagi

detik.com
Jumat, 20 Sep 2019 11:34
detik.com
Jambi - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Jambi membuat kualitas udara masuk kategori tidak sehat hingga berbahaya. Buruknya kualitas udara akibat asap itu membuat Pemerintah Kota Jambi memutuskan memperpanjang masa libur sekolah.

"Berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambi bahwa kecenderungan kualitas udara akhir-akhir ini pada pagi hingga siang hari berfluktuasi berada di atas baku mutu dengan kategori sangat tidak sehat atau berbahaya. Maka, bersama ini di sampaikan bahwa kegiatan belajar-mengajar di sekolah dari TK/PAUD, SD, dan SMP kembali diliburkan," kata Kabag Humas Pemkot Jambi Abu Bakar dalam keterangan rilis, Jumat (20/9/2019).

Libur tersebut diberlakukan selama 2 hari terhitung Jumat-Sabtu (20-21/9). Pemkot Jambi sudah tiga kali meliburkan siswa sekolah dampak kualitas udara yang sangat tidak sehat.

Data terbaru BNPB, Jumat (20/9) pagi, terpantau ada 695 titik panas di Jambi. BNPB menyatakan kualitas udara pagi tadi tidak sehat.

Kebijakan serupa diambil Pemprov Jambi, yang meliburkan siswa di tingkat SMA/SMK/SLB di seluruh wilayah Jambi. Pemprov Jambi mengingatkan masyarakat untuk tidak lagi membakar lahan.


"Serta diingatkan kembali kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memperburuk kondisi udara," ujar Karo Humas Provinsi Jambi Johansyah.

yang membuat kualitas udara tak sehat juga membuat dua perguruan tinggi di Jambi meliburkan perkuliahan. Libur itu terhitung sejak Jumat hingga Senin mendatang berdasarkan hasil keputusan rapat yang dilakukan oleh pihak kampus setempat.

Kualitas udara yang buruk juga mengganggu kesehatan warga. Tidak sedikit warga Jambi yang mengalami batuk-pilek akibat terpapar asap.

Kabut asap juga diduga menjadi penyebab seorang bocah di Jambi mengalami iritasi mata hingga harus dirawat intensif di rumah sakit selama beberapa hari. Seorang warga di Muaro Jambi meninggal karena mengalami sesak napas akibat sakit asma yang diperparah pekatnya kabut asap.
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 11:00

    Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin Roy Suryo dan Dokter Tifa agar Tak Ditahan

    JAKARTA â€" Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyatakan kesiapannya menjadi penjamin bagi Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa yang berstatus tersangka,

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:54

    Nekat Manipulasi Data Visa, Tiga WN Tiongkok Dideportasi

    JAKARTA - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surabaya mendeportasi tiga warga negara Tiongkok setelah terbukti memalsukan data, dan memberikan keterangan tidak benar untuk memperoleh visa kunjungan bisnis da

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:50

    MPR dan UNHAS Bahas Pasal 33 UUD 1945, Fokus pada Ekonomi Kerakyatan

    Jakarta - Komisi Kajian Ketatanegaraan (K-3) MPR RI bersama Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar Diskusi Konstitusi bertajuk 'Evaluasi implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republi

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:46

    Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Penggerak UMKM Padang Pariaman

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, akan menyelenggarakan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia FIFA 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni 2026 di Kantor Bupat

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:27

    Prabowo Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada 21 September hingga 6 Oktober 2026. Bahkan, Pr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.