RIAU POS.CO
ROHUL - Warga di Kelurahan Kepenuhan Tengah, Kepenuhan Raya, Kepenuhan Timur Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) diterpa angin puting beliung disertai hujan deras, Rabu (9/7) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Akibatnya, 70 rumah mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat.
Angin puting beliung yang berlangsung sekitar 20 menit itu mengakibatkan rata-rata bagian atap rumah warga berterbangan, plafon rusak, serta sejumlah rumah tertimpa pohon yang ada di sekitarnya. Kerugian warga pun mencapai ratusan juta rupiah. Namun, bencana ini tidak mengakibatkan korban jiwa.
Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul) H Syafaruddin Poti SH MM langsung merespons dan turun ke lokasi, Kamis (10/7) pagi meninjau kondisi bangunan rumah yang rusak dan warga. Dikatakan, Syafaruddin Poti rata-rata rumah mengalami kerusakan dengan kondisi ringan, sedang, dan berat.
‘’Saya sudah meninjau 10 rumah warga yang mengalami rusak berat dan sedang terdampak dari bencana alam angin puting beliung. Saya sudah perintahkan Dinas Perkim (Perumahan dan Kawasan Permukiman) untuk turun memastikan kerusakan rumah warga. BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) juga sudah diminta untuk melakukan membersihkan pohon tumpang yang menimpa rumah warga,’’ sebutnya.
Berdasarkan data sementara dari Pemerintah Kecamatan Kepenuhan, hingga Kamis (10/7) petang, ada sebanyak 70 rumah warga yang rusak, 65 rumah di antaranya di Kelurahan Kepenuhan Tengah, dua rumah di Kepenuhan Timur, dan tiga rumah di Kepenuhan Raya.
‘’Kami sudah minta kepada OPD (organisasi perangkat daerah) terkait untuk mendata dan dirincikan nama pemilik rumah serta jenis kerusakannya. Nantinya akan dilaporkan kondisi yang ada di lapangan kepada Pak Bupati Rohul. In sya Allah, Pemkab Rohul akan membantu perbaikan kerusakan rumah warga yang terdampak angin puting beliung ini,’’ sebut mantan Wakil Ketua DPRD Riau itu.
Syafaruddin menyebutkan, satu unit rumah warga yang rusak tertimpa pohon di Pasir Pandak Desa Kepenuhan Timur sudah dibersihkan oleh BPBD, termasuk atap rumah yang berterbangan ke rumah tetangga. ‘’Kerugian yang dialami puluhan warga yang rumahnya rusak masih dihitung pihak desa dan kelurahan,’’ tambahnya.
Sekretaris Camat (Sekcam) Kepenuhan M Yasin SKM saat dikonfirmasi Kamis (10/7) menjelaskan, bencana alam angin puting beliung terjadi antara usai Magrib dan Isya, di saat sebagian besar warga sedang berada di dalam rumah Rabu (9/7) malam.
“Cuaca ekstrem yang terjadi itu cukup singkat. Angin kencang disertai hujan. Namun berdampak signifikan terhadap kerusakan 70 rumah warga yang terdata di Kelurahan Kepenuhan Tengah, Desa Kepenuhan Timur, Desa Kepenuhan Raya. Tidak ada korban jiwa, kerugian material cukup besar yang ditaksir mencapai ratusan juta” ujarnya.
Ditambahkannya, dirinya mendampingi Wabup Rohul ke lapangan. Kamis (10/7) sore, sebagian besar rumah warga yang rusak ringan terutama atap yang terbang dibawa angin sudah diperbaiki oleh masyarakat dan perangkat desa secara gotong royong.
Potensi Hujan Ringan Masih Tinggi
Meskipun saat ini hampir sebagian besar wilayah di Provinsi Riau sudah masuk musim kemarau, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprediksi tingginya peluang hujan terjadi di beberapa wilayah.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Gita Dewi Siregar mengatakan, secara keseluruhan saat ini di Riau sudah mulai terjadi penurunan curah hujan karena sudah memasuki musim kemarau. Namun potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih akan berlangsung di beberapa daerah selama sepekan ke depan.
Hal ini dikarenakan Riau memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah lainnya, bahkan jika dibandingkan Pulau Jawa, di mana saat memasuki musim kemarau tidak memiliki potensi terjadinya hujan.
Berdasarkan pantauan cuaca BMKG Pekanbaru, kondisi atmosfer secara global maupun sinoptik terpantau, indeks enso berada di 3.4 bernilai + 0,1. Kondisi ini terpantau jika tidak adanya pengaruh terhadap peningkatan pola konfektif di wilayah Riau.
Sementara itu, Dipole Mode Index (DMI) atau IOD bernilai nol. Kondisi ini tidak berpotensi meningkatkan aktivitas atau pola konfektif di wilayah Riau. Lalu MGO berada di fase kedua, kondisi ini juga kurang berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Riau. Pola angin juga terlihat adanya daerah belokan yang dapat mendukung proses pembentukan awan hujan di wilayah Riau.
Berdasarkan tinjauan kondisi atmosfer baik secara global dan sinopsis, hujan dengan intensitas ringan sehingga sedang diperkirakan masih akan terjadi. Selanjutnya untuk suhu udara di Riau sepekan ke depan berkisar antara 23 sampai 34 derajat Celcius .
Kelembaban udara berkisar antara 60 sampai 99 persen dan arah angin secara umum bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 sampai 30 km per jam. ‘’Karena sepekan ke depan terakhir masih terdapat potensi hujan maka kami mengingatkan masyarakat untuk selalu menyediakan perlengkapan hujan di kendaraan dan tetap waspada terhadap potensi hujan petir dan angin kencang,” tegasnya.(epp/ayi).***(Riau Pos.co)
Sumber: RIAU POS.CO
Peristiwa