Minggu, 26 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Adik Kandung Amrozi Sebut Bomber Bunuh Diri di Surabaya Berafiliasi dengan ISIS

Peristiwa

Adik Kandung Amrozi Sebut Bomber Bunuh Diri di Surabaya Berafiliasi dengan ISIS

Senin, 14 Mei 2018 15:53
Liputan6.com
Aparat kepolisian bersenjata lengkap berjaga setelah serangan bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5). Polisi mendata ada 10 korban luka dalam tragedi bom bunuh diri di Markas Polrestabes Surabaya.

Jakarta - Mantan pentinggi Jamaah Islamiyah, Ali Fauzi, yang juga adik kandung terpidana mati bom Bali, Amrozi, menyebut aksi teroris di Surabaya dan Sidoarjo masih berhubungan dengan para pelaku teror yang terjadi selama tahun 2010 hingga 2018.

"Dilihat dari model serangannya, ini kelompok yang berafiliasi ISIS. Artinya mereka yang melakukan aksi pada tahun 2010 hingga 2018," tuturnya melalui sambungan telepon seluler, Senin (14/5/2018).

Ali Fauzi membeberkan, kelompok yang melakukan aksi terorisme dari tahun 2000 hingga tahun 2010 adalah jaringan NII. Namun, pada tahun 2010 ke atas sudah muncul kelompok baru dengan model penyerangan baru.

Kekalahan ISIS di Suriah dan Irak, masih kata Ali Fauzi, membuat mereka untuk menciptakan medan baru terorisme. Sasarannya adalah tempat mereka tinggal.

"Kalau tinggal di Indonesia, maka yang dipilih adalah Indonesia. Kalau tinggal di Malaysia, maka yang dipilih juga Malaysia," kata Ali.

Ali Fauzi tidak menampik kasus kerusuhan di tahanan Mako Brimob menjadi sebab para pelaku melakukan aksi balas dendam. Hanya saja, aksi tersebut sudah bisa diprediksi polisi, tetapi belum mampu terdeteksi kapan waktu dan lokasinya.

"Ini bisa diprediksi dan polisi sudah mengantisipasi setengah balas dendam. Persoalannya, polisi kesulitan untuk memetakan waktu dan tempat yang menjadi sasaran para teroris. Kebetulan saja yang dipilih kali ini adalah Surabaya yang menjadi sasaran."

Dia pun meyakini, tak hanya di Indonesia, aksi teror bahkan juga terjadi di negara-negara dengan teknologi yang tergolong maju seperti di Amerika dan negara-negara Eropa lainnya. 

"Bukan hanya Indonesia, Amerika pun juga pernah diserang karena sulitnya deteksi pelaku yang bermain di bawah permukaan," ujar dia.

(Liputan6.com)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:45

    4 Cara Bikin Tummy Time Jadi Momen Seru, Bukan Drama!

    EMPAT cara bikin tummy time jadi momen seru akan diulas Okezone dalam artikel ini. Tummy time atau sesi melatih bayi tengkurap sering kali menjadi momen yang menantang bagi or

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:43

    Wisatawan Indonesia Mulai Lirik Australia, Tren Sportcation Ikut Meningkat

    JAKARTA â€" Minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Australia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Consumer Demand Project 2025 dari Tou

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:40

    Penelitian Ungkap Risiko Kehilangan Massa Otot pada Penggunaan Obat Diet

    JAKARTA â€" Studi terbaru menyoroti adanya perbedaan dampak dari penggunaan obat penurun berat badan (diet) terhadap kondisi tubuh, khususnya terkait massa otot. Temuan ini menunjukkan bahwa penu

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:38

    Mitos atau Fakta: Tubuh Terkilir dan Bengkak Gara-Gara Cedera Sebaiknya Langsung Diurut?

    BANYAK orang masih percaya bahwa cedera seperti terkilir atau bengkak sebaiknya langsung diurut agar cepat sembuh. Praktik ini sudah lama menjadi kebiasaan turun-temurun di ma

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.