Sabtu, 25 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Anak yang Bacok Ibu Kandung Masuk Daftar Orang dengan Gangguan Jiwa

Peristiwa

Anak yang Bacok Ibu Kandung Masuk Daftar Orang dengan Gangguan Jiwa

detik.com
Selasa, 17 Sep 2019 09:12
detik.com
Blitar - Polisi mengaku kesulitan mendapat keterangan dari anak yang membacok ibu kandungnya. Pelaku diduga mengalami gangguan jiwa. Dia akan dirujuk ke RSJ Lawang secepatnya.

Dalam pemeriksaan, jawaban Heri Susanto (35) tidak pernah nyambung dengan materi pertanyaan. Polisi kemudian mengundang ahli kesehatan jiwa untuk memeriksanya.

Dan ternyata, nama Heri Susanto masuk dalam daftar pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang baru ditangani Puskesmas Ponggok.

"Kalau ditanya jawabannya gak nyambung. Makanya kami undang ahli jiwa. Ini tadi yang datang dari dinas kesehatan. Dari orang dinkes baru kami tahu, kalau pelaku ini ODGJ yang terdaftar di Puskesmas Ponggok," kata Kapolsek Ponggok, Ipda Sony Suhartanto kepada detikcom, Selasa (17/9/2019).

Dari hasil pemeriksaan ahli jiwa siang ini, polisi berencana membawa Heri ke Rumah Sakit Jiwa Lawang secepatnya.

"Begitu semua berkas lengkap, segera kami bawa ke RSJ Lawang," tandas Ipda Sony.

Informasi ini dibenarkan Pemegang Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Ponggok, Dian Setia Hadi. Menurut Dian, Heri Susanto dilaporkan ibu kandungnya ke Puskesmas Ponggok pada Rabu (11/9).

"Ibunya laporan kalau anaknya sering mengancam akan membunuh beberapa orang. Lalu kami ke rumahnya, dan memang ada indikasi gangguan jiwa. Dia sudah mengalami waham curiga," kata Dian.

Waham curiga, lanjutnya, adalah suatu keadaan dimana pasien selalu merasa curiga. Awal komunikasi dengan petugas puskesmas, Heri berontak. Namun setelah didekati beberapa saat, dia mulai menaruh kepercayaan pada Dian.

"Akhirnya saya bisa suntik dan memastikan obatnya diminum. Obat saya beri untuk waktu seminggu kedepan. Ternyata belum seminggu, sudah ada kejadian ini," ungkapnya.

Menurut Dian, obat yang dikonsumsi Heri baru akan bereaksi tiga hari setelah diminum. Diduga, pada saat Heri menyerang ibu kandungnya, efek obat belum berfungsi maksimal.

"Heri ini memang sedang tahap evaluasi. Bagaimana kondisinya sepekan ini. Jika belum membaik, kami sudah berencana membawanya ke RSJ Lawang Selasa besok. Dengan kejadian ini, kami bisa secepatnya membawanya ke sana," pungkasnya.
sumber: detik.com
Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:45

    4 Cara Bikin Tummy Time Jadi Momen Seru, Bukan Drama!

    EMPAT cara bikin tummy time jadi momen seru akan diulas Okezone dalam artikel ini. Tummy time atau sesi melatih bayi tengkurap sering kali menjadi momen yang menantang bagi or

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:43

    Wisatawan Indonesia Mulai Lirik Australia, Tren Sportcation Ikut Meningkat

    JAKARTA â€" Minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Australia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Consumer Demand Project 2025 dari Tou

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:40

    Penelitian Ungkap Risiko Kehilangan Massa Otot pada Penggunaan Obat Diet

    JAKARTA â€" Studi terbaru menyoroti adanya perbedaan dampak dari penggunaan obat penurun berat badan (diet) terhadap kondisi tubuh, khususnya terkait massa otot. Temuan ini menunjukkan bahwa penu

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:38

    Mitos atau Fakta: Tubuh Terkilir dan Bengkak Gara-Gara Cedera Sebaiknya Langsung Diurut?

    BANYAK orang masih percaya bahwa cedera seperti terkilir atau bengkak sebaiknya langsung diurut agar cepat sembuh. Praktik ini sudah lama menjadi kebiasaan turun-temurun di ma

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.