LIPUTAN6.COM
Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi hujan beragam intensitas dalam beberapa periode di awal pekan Senin (14/7/2025) di sejumlah kota di Indonesia, termasuk Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.
Prakirawan BMKG Azhari Putri menyampaikan, terdapat potensi hujan ringan di Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu dan Bandarlampung, serta hujan intensitas sedang di Medan dan hujan disertai petir.
"Sementara itu, BMKG memprakirakan cuaca di wilayah Bali dan Nusa Tenggara yaitu cerah berawan di Denpasar, berawan di Kupang dan terdapat potensi hujan intensitas ringan di Mataram," ujar Azhari dalam prakiraan cuaca daring, melansir Antara, Senin (14/7/2025).
Dia menjelaskan, potensi hujan juga terdapat di wilayah Kalimantan, dengan kemungkinan hujan ringan di wilayah Pontianak dan Samarinda serta hujan disertai petir di Tanjung Selor, Palangka Raya, dan Banjarmasin.
"BMKG memprakirakan potensi hujan ringan di Gorontalo dan Makassar di Pulau Sulawesi. Di periode yang sama terdapat juga potensi hujan intensitas sedang di Manado, Palu, Mamuju dan Kendari," ucap Azhari.
"Selanjutnya di Indonesia bagian timur, BMKG memperingatkan terdapat potensi hujan ringan di Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke. Serta potensi curah hujan sedang di wilayah Ambon dan Nabire," jelas dia.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca pada awal pekan, Senin (14/7/2025) di sebagian besar wilayah Jakarta berpotensi hujan ringan pada sore nanti.
Suasana Kawasan Bundaran HI saat Hujan lebat di Jakarta, Sabtu (15/10/2022). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan adanya potensi cuaca ekstrem terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia pada 15 hingga 21 Oktober 2022. Karena kondisi atmosfer di wilayah Indonesia masih cukup kompleks dan dinamis untuk sepekan kedepan, yang dipengaruhi oleh fenomena atmosfer global, regional ataupun lokal. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
... Selengkapnya
Pada Senin pagi (14/7/2025), seluruh wilayah Jakarta akan berawan dengan suhu diperkirakan 27 â€" 32 derajat Celcius dengan kelembapan udara rata-rata 73-81 persen, sedangkan kecepatan angin pada pagi hari rata-rata 1,3 â€" 5,7 km/jam.
"Memasuki siang hari sebagian besar Jakarta masih akan berawan kecuali Jakarta Selatan yang akan hujan ringan. Untuk suhu rata-rata ada di angka 27-32 derajat Celcius dengan kelembapan udara rata-rata 55-81 persen, sedangkan kecepatan angin rata-rata angin 0,4-5,9 km/jam," terang BMKG dikutip dari Antara, Senin (14/7/2025).
Selanjutnya, kata BMKG, untuk cuaca pada sore hari wilayah Jakarta diprakirakan akan hujan ringan kecuali Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yang akan berawan.
"Untuk suhu rata-rata 26-29 derajat Celcius dengan kelembapan udara berkisar 70-84 persen, sedangkan kecepatan angin pada malam hari berkisar pada 0,7-11,5 km/jam," jelas BMKG.
Kemudian untuk malam nanti, cuaca Jakarta diprediksi akan berawan dengan suhu rata-rata 26-28 derajat Celcius dengan kelembapan udara berkisar 75-85 persen, sedangkan kecepatan angin pada malam hari berkisar pada 2,8-6,4 km/jam.
Sementara itu, pada Selasa dini hari 15 Juli 2025 nanti, seluruh Jakarta akan berawan dengan suhu rata-rata 25-27 derajat Celcius dengan kelembapan udara 80-92 persen, sedangkan kecepatan angin berkisar pada 3,4-5,5 km/jam.
Suasana saat hujan deras mengguyur kawasan Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (31/5/2022). Kecepatan angin maksimum mencapai 20 kt dan tekanan udara minimum 1005,8 mb. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Jawa Tengah (Jateng) untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti kekeringan dan hujan lebat pada musim kemarau 2025.
"Berdasarkan surat Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah II bernomor e.B/KL.00.02/020/KBB2/VII/2025 tentang Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Provinsi Jawa Tengah Periode Dasarian II Juli 2025, sebanyak 27 dari 54 Zona Musim (ZOM) di Jawa Tengah telah memasuki musim kemarau pada Dasarian II Juli 2025," ujar Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo, melansir Antara, Minggu 13 Juli 2025.
Dia menjelaskan, dalam hal ini, wilayah yang sudah memasuki musim kemarau tersebar di sebagian besar Kabupaten Brebes, Tegal, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Klaten, Wonogiri, Blora, hingga Demak.
Bahkan, kata Teguh, untuk wilayah Boyolali, Jepara, dan Wonogiri berstatus waspada kekeringan meteorologis, sedangkan Klaten berstatus siaga kekeringan meteorologis.
"Hasil monitoring parameter iklim global seperti El Nino-Southern Oscillation (ENSO) serta Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam kondisi netral dan diprediksi tetap netral hingga semester kedua tahun 2025," terang dia.
Warga mengenakan jas hujan saat melintasi JPO di Jalan Raya Casablanca, Jakarta Selatan, Selasa (8/3/2022). BMKG memprediksi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang akan terjadi hingga April ini di wilayah Jabodetabek. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Menurut Teguh, sementara suhu muka laut (Sea Surface Temperature/SST) di perairan Indonesia pada periode Juli hingga Desember 2025, secara umum diprediksi akan didominasi oleh normal hingga anomali positif atau lebih hangat dengan kisaran nilai 0,5 derajat Celius hingga 2 derajat Celsius.
"Dengan demikian, hujan masih berpotensi terjadi pada Dasarian II Juli 2025 di sejumlah wilayah Jawa Tengah," ucap Teguh.
Teguh mengatakan, tiga wilayah di Jawa Tengah, yakni Purbalingga, Banjarnegara, dan Pekalongan, masuk dalam kategori waspada terhadap curah hujan tinggi yang berkisar 150â€"200 milimeter per dasarian.
"Bahkan, hujan lebat berpotensi terjadi pada hari ini di sejumlah wilayah dataran tinggi, seperti Karangreja dan Bojongsari (Kabupaten Purbalingga), Batur dan Kalibening (Banjarnegara), Paninggaran (Pekalongan), hingga wilayah selatan Kabupaten Tegal dan Brebes. Sementara untuk tanggal 14â€"20 Juli, potensi hujan lebat dinyatakan nihil," jelas dia.
Teguh mengimbau informasi mengenai peringatan dini cuaca dan iklim itu bisa dijadikan kewaspadaan dan pertimbangan untuk melakukan langkah mitigasi dampak ikutan dari kedua kondisi tersebut.***(Liputan6.com)
Sumber: LIPUTAN6.COM
Peristiwa