Peristiwa
Cerita Warga saat Pertama Kali Masuki Rumah Terduga Teroris di Rusun Wonocolo Sidoarjo
Senin, 14 Mei 2018 09:23
SURABAYA - Dua warga Rusun Wonocolo yang pertama kali melihat rumah terduga teroris di Blok B Lantai V nomer 2 adalah Agus dan Erik. Dua warga ini yang langsung masuk begitu mendengar suara ledakkan yang bersumber dari rumah tersebut.
Agus dan Erik merupakan warga yang tinggal di Blok B Lantai III. "Setelah ada ledakkan saya dan Pak Erik langsung naik untuk melihat kondisi penghuni di rumah tersebut," kata Agus kepada Okezone ditemui di lokasi kejadian, Senin (14/5/2018) dini hari.
Agus menceritakan, saat itu dirinya sedang berada di dalam rumahnya.
Sekira pukul 21.15 WIB terdengar ledakkan. Agus menduga ledakkan itu
berasal dari tabung elpiji. Dengan mengajak Erik, dia menghampiri rumah
di Lantai V nomor dua itu.
Saat pintu dibuka, terlihat seorang laki-laki sedang tergeletak bersimbah darah dengan tas rangsel berwarna hitam di sampingnya. Posisinya, separuh badan berada di ruang tamu dan bagian lain di kamar. Kemudian, Erik membuka pintu kamar dan terlihat seorang perempuan juga tergeletak.
Spontan, Agus hendak membopong para korban itu untuk dilarikan ke rumah sakit. Ternyata, belum sempat menyentuh, ia melihat ada kelipan lampu di dalam berserta beberapa kabel.
"Saya melihat kalau tidak empat ya lima buah. Termasuk tas ransel yang tergeletak di samping laki-laki itu. Spontan saya berpikir bahwa itu adalah bom dan saya langsung keluar dan meminta warga rusun untuk keluar selanjutnya menelpon polisi," jelasnya.
Diketahui saat hendak ditolong, kondisi laki-laki itu, mukanya hancur yang diduga akibat ledakkan tersebut. Sementara di kamar rumah tersebut tergeletak seorang perempuan. Saat itu, kondisinya terlihat masih hidup.
"Kalau yang perempuan saya lihat masih hidup. Tangannya waktu itu
masih terlihat melambai-lambai. Karena saya takut dan langsung keluar,"
jelasnya.
Di tempat tersebut, memang dihuni keluarga yang terdiri dari Pasangan Suami-Istri dan tiga orang anaknya. Sayangnya, keluarga ini memang tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga sesama penghuni rusun.
Seperti diberitakan sebelumnya, pasca ledakkan tiga bom di Surabaya, ledakkan terjadi di rusun wonocolo. Dari ledakkan ini diketahui, tiga orang tewas dan dua orang masih dirawat di rumah sakit. Sementara sejumlah warga masih berada di luar rusun menunggu kepastian dari pihak kepolisian. Jika lokasi dipastikan aman, maka warga akan kembali ke rusun tersebut.
(okezone.com)
Peristiwa
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
4 Cara Bikin Tummy Time Jadi Momen Seru, Bukan Drama!
EMPAT cara bikin tummy time jadi momen seru akan diulas Okezone dalam artikel ini. Tummy time atau sesi melatih bayi tengkurap sering kali menjadi momen yang menantang bagi or
Wisatawan Indonesia Mulai Lirik Australia, Tren Sportcation Ikut Meningkat
JAKARTA â€" Minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Australia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Consumer Demand Project 2025 dari Tou
Penelitian Ungkap Risiko Kehilangan Massa Otot pada Penggunaan Obat Diet
JAKARTA â€" Studi terbaru menyoroti adanya perbedaan dampak dari penggunaan obat penurun berat badan (diet) terhadap kondisi tubuh, khususnya terkait massa otot. Temuan ini menunjukkan bahwa penu
Mitos atau Fakta: Tubuh Terkilir dan Bengkak Gara-Gara Cedera Sebaiknya Langsung Diurut?
BANYAK orang masih percaya bahwa cedera seperti terkilir atau bengkak sebaiknya langsung diurut agar cepat sembuh. Praktik ini sudah lama menjadi kebiasaan turun-temurun di ma