Peristiwa
Cerita bayi di Karawang dianiaya ibunya hingga tewas diduga karena faktor ekonomi
Senin, 26 Mar 2018 11:49
Merdeka.com - Nasib tragis dialami balita bernama Calista di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bayi berusia 15 bulan itu tewas setelah diduga dianiaya ibu kandungnya, Sinta (27).
Calista, sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Namun karena luka dideritanya parah ia menghembuskan nafas pada Minggu (25/3) kemarin.
"Bayi itu meninggal dunia, sebelumnya kondisinya memang semakin memburuk," kata Humas RSUD Karawang Ruhimin, saat dihubungi di Karawang.
Sejak datang ke RSUD Karawang beberapa hari lalu, Calista hanya mengandalkan alat bantu pernafasan. Dua hari terakhir sebelum meregang nyawa, kondisinya semakin memprihatinkan.
Case Manager RSUD Karawang dr Nia Kaniasari mengatakan, selama 15 hari bayi Calista terbaring koma di RSUD. Itu terjadi karena kondisi koma dan kejang-kejang. Ditambah lagi ada benturan pada kepala Calista yang mengakibatkan ada kerusakan pada otak.
Saat pemeriksaan di wajah Calista ada luka, tepatnya di kelopak mata kanan dan kiri atas bawah. Ini salah satu penyebab kesadaran Calista menurun karena berkaitan dengan otak pasien. Calista juga diduga mengalami infeksi atau peradangan pada otak. Sebab dari pertama sampai di RSUD, Calista sempat berhenti bernafas, sehingga petugas medis memasang alat bantu nafas.
Sementara itu, Polres Karawang sebelumnya telah menetapkan Sinta (27) sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan Calista. Tersangka kasus penganiayaan seorang bayi itu ditetapkan setelah pihak kepolisian mengumpulkan dua alat bukti berupa visum dan keterangan saksi.
"Pelaku penganiayaan itu merupakan ibu kandungnya sendiri," kata Kapolres setempat AKBP Hendy F Kurniawan.
Atas perbuatannya, Sinta terancam pasal 80 Undang Undang tentang Perlindungan Anak dengan hukuman lima tahun penjara.
Diduga masalah ekonomi
Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Rita Pranawati mengatakan, tekanan ekonomi diduga menjadi pemicu Sinta menganiaya anaknya.
"Beban hidup yang ditanggung S tidak seharusnya dilampiaskan kepada ananda C. Kejadian ini membuat kita semua merasa pilu," kata komisioner KPAI bidang pengasuhan Rita di Jakarta, Senin (26/3).
Menurut dia, kekerasan yang dilakukan oleh orang yang seharusnya menjadi penanggung jawab utama pengasuhan anak bukanlah kasus yang pertama dalam kurun waktu 2018. Tercatat setidaknya ada 18 kasus anak yang mengalami kekerasan fisik, yaitu dipukul berulang, disekap, disulut rokok, ditanam hidup-hidup hingga diracun.
"Kekerasan ini tidak hanya terjadi di seputar Jakarta, tapi juga dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah (Pati), Jawa Timur ( Surabaya, Jombang), Jawa Barat (Tasikmalaya, Garut, Cirebon, Bekasi, Karawang), DKI Jakarta, Banten, Kalimantan Timur hingga Papua," kata dia.
Sebagian anak, kata dia, meninggal akibat kekerasan yang dilakukan orang tuanya. Menurutnya masih ada lagi kasus kekerasan yang tidak terlaporkan.
"Perlu disadari bahwa anak adalah anugerah yang harus diterima sebagai amanah kepada orang tua," ujarnya.
Sayangnya, lanjut dia, sebagian orang tua memaknai anak sebagai kepemilikan yang dapat diperlakukan sesuai keinginan orang tua. Anak adalah manusia yang memiliki martabat dan kehidupan awalnya sangat tergantung pada orang tua sebagai orang yang menjalankan pengasuhannya.
"Orang tua perlu menyadari bahwa anak masih sangat belia dalam belajar menjalani kehidupan sehingga orang tua perlu menyikapi dengan wajar tumbuh kembangnya," katanya.
Dia mengatakan, kesehatan mental menjadi isu penting dalam kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang tua. Beban hidup yang dirasakan baik karena situasi perkawinan, kesulitan ekonomi hingga persoalan pribadi seringkali menjadi pemicu orang tua melampiakan kekesalannya pada anak-anak.
Bagaimanapun, menurut dia, orang tua perlu berpikir logis dan menggunakan nalar sehat bahwa anak masih bergantung padanya dan masih dalam proses tumbuh kembang. Wajar kiranya ada hal yang belum sesuai dengan harapan orang tua dan di situlah tugas pengasuhan berproses.
Orang tua baik ayah maupun ibu, kata dia, memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengasuh karena hal ini hulu dari perlindungan anak. Fungsi kontrol pengasuhan yang dilakukan orang tua dapat dilakukan oleh masyarakat dan sekolah jika anak sudah berusia sekolah.
Jika ada dugaan kejadian kekerasan yang terjadi di lingkungan rumah, lanjut dia, maka masyarakat memiliki fungsi mencegah terjadinya kekerasan berkelanjutan pada anak-anak. Begitu pula sekolah dapat menjadi fungsi kendali bagi situasi kekerasan terhadap anak.
"Tiga pilar ini menjadi pelindung utama anak dan ketiga pilar ini perlu menguatkan fungsi kontrol untuk perlindungan anak. Akhirnya, semoga ananda C menjadi anak terakhir yang mengalami kekerasan oleh orang tuanya sendiri," kata dia.
(merdeka.com)
Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART
Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan
Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu
JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera
Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!
JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn
Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter
JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala
Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem