Rabu, 05 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Di Tangan Para Napi, Stik Es Krim Jadi Karya Seni Bernilai

Peristiwa

Di Tangan Para Napi, Stik Es Krim Jadi Karya Seni Bernilai

Kamis, 14 Mar 2019 11:04
Detik.com
Kerajinan tangan Napi Ponorogo dari stik es krim
PONOGORO - Jeruji besi hanya mengurung fisik Imam Mujiono. Namun jiwa kreatif napi di Ponorogo ini tetap bebas bahkan menemukan jalannya. Berbekal cutter, lem dan stik es krim, ia mampu menghasilkan sebuah karya seni yang bernilai.

Imam membuat miniatur motor besar, mobil, perahu, bus, dan lain-lain. Kreativitas yang dimiliki Imam saat ini bukan hasil tempaan di dalam rutan. Jadi sebelum terjerat kasus pencurian dan penjualan barang, pria 48 tahun itu memang pembuat mainan anak-anak.

"Kalau di sini alatnya terbatas, jadi harus memaksimalkan imajinasi," kata warga Desa Sidoarjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo saat ditemui detikcom di kantor Rutan Ponorogo Kelas II B, Jalan Soekarno-Hatta, Kamis (14/3/2019).

Saat ditemui detikcom, ia tengah sibuk membuat miniatur motor besar. Berada di ruang Balai Latihan Kerja (BLK) Rutan, Imam tampak serius menggabungkan potongan-potongan stik es krim dengan menggunakan lem.

"Bahan bakunya biasanya disediakan petugas, saya dan teman saya nanti yang nyusun. Teman saya bagian spare part," imbuhnya.

Pria yang sering dipanggil Kijon ini mampu membuat mainan berukuran kecil selama 2 hari. Sedangkan ukuran besar seperti miniatur kapal pesiar bisa memakan waktu 1 minggu.

"Modal awalnya biasanya habis stik es krim seharga Rp 20 ribu dan lemnya habis Rp 60 ribu," ujar dia.

Untuk satu miniatur motor besar, Kijon menjual seharga Rp 700 ribu. Sedangkan yang kecil seharga Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. Tergantung ukuran serta habisnya bahan baku.

"Pesanan hampir tiap hari ada terus dari pembesuk dan teman," tambahnya.

Dari semua hasil karyanya, yang paling banyak diminati yakni kotak tisu berukuran 30 x 22 cm. Sebab, kotak tisu tersebut diberi ukiran bunga sehingga tampak lebih menawan.

"Kotak tisu saya jual Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu tergantung ukurannya," papar dia.

Meski bahan bakunya dari stik es krim, hasil karyanya dijamin awet. Pasalnya, setiap karya selalu diberi pernis.

"Biar mengkilap dan bagus serta tahan lama," lanjutnya.

Kasie Pelayanan Taufiqul Hidayat menambahkan, itu merupakan kegiatan untuk mengisi waktu luang selama menjalani masa hukuman.

Para petugas mendukung dengan membantu mereka dalam menjual karyanya. Caranya dengan memajang hasil karya para napi di dekat kantin. Agar selain pembesuk, para petugas atau napi lain bisa tertarik dan membeli hasil karya mereka.

"Sekaligus untuk bekal mereka ketika keluar dari lapas bisa menjadi modal usaha mereka," pungkasnya.


Sumber: detik.com
Peristiwa
Berita Terkait
  • Selasa, 04 Agu 2026 16:49

    Jawab Isu Status BI, Menkeu Sebut Perubahan Sistem Kurang Tepat

    JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara merespons isu yang menyebutkan Bank Indonesia (BI) akan masuk di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ia memastikan wacana ters

  • Selasa, 04 Agu 2026 16:14

    Gelar Sesepuh Raja-raja Timor Pada Jokowi Ditolak Banyak Pihak, PSI Klaim Sudah Korum

    Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, memberikan respons terhadap polemik yang muncul usai mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima gelar adat sebagai Sesepuh Raja-Raja T

  • Selasa, 04 Agu 2026 15:37

    Pria di Minas Ditemukan Tewas di Semak Dekat Kebun Sawit, Dilaporkan Hilang 6 Hari Lalu

    SIAK-Dilaporkan hilang, seorang pria ditemukan meninggal dunia setelah enam hari di semak belukar dekat kebun sawit warga di Kampung Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Korban diketahui

  • Selasa, 04 Agu 2026 15:21

    Pasar Murah Pemprov Riau Hari Ini di Rumbai Barat, Ada Beras hingga Minyakita Harga Terjangkau

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali menggelar pasar murah di Kota Pekanbaru pada Selasa (4/8/2026).Kali ini, kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Camat Rumbai Barat sebagai upaya mem

  • Selasa, 04 Agu 2026 15:20

    Kujungi Pekanbaru, Wamenkes Sebut Kesehatan Masyarakat Tak Bisa Hanya Mengandalkan Rumah Sakit

    PEKANBARU - Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan rumah sakit, dokter, maupun pelayanan medis. Upaya tersebut juga harus dibarengi dengan peningkatan kesejahtera

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki