PERISTIWA
Didepan Cucunya, Nenek Intan Dipenggal Oleh Anak Angkatnya
Laporan : Fahrin Waruwu
Selasa, 03 Mei 2016 19:55
Pelaku menenggal Leher neneknya Intan (60) pakai parang panjang menyerupai samurai hingga kepala nenek lepas dari tubuhnya. Tubuhnya masih duduk di kursi plastik warna hijau, di bawah pohon kelapa sawit di samping rumahnya, dan kepalanya berada di pangkuannya.
Sadisnya lagi, pelaku nekat memenggal leher korban di depan cucunya bernama Maya yang masih berusia 6 tahun, karena si nenek terus memarahinya, dan dituduh mencuri sebuah tabung LPG 3 kg di rumah anaknya, Senin (2/5/16) kemarin.
Menurut tetangga korban, Pipit, sebelum kejadian, sekira pukul 11.30 WIB, nenek Intan sempat menonton film India di rumahnya. "Nenek mengaku sudah lama tidak menonton film India," kata tetangganya itu.
Lanjutnya tak lama setelah itu, dia mendengar bahwa si nenek sudah meninggal di kursi dengan kepala terpisah dari tubuhnya.
Ditempat yang sama salah satu Cucu Korban Suprapto (25), mengakui dirinya tak tahu persis kejadiannya. Namun, cerita dari saudara dan para tetangganya, bahwa neneknya dibunuh oleh Rismin saat tengah memberi makan siang cucunya Maya.
Di depan cucunya yang masih berusia 6 tahun, Rismin memenggal leher nenek pakai parang panjang seperti samurai yang biasa ia pakai untuk mencari ikan dan mengimas ilalang. Sebelum kabur, parang itu ditinggalkan di sebelah si nenek.
"Beberapa orang sini (warga) juga mengatakan parang itu milik Rismin," jelasnya.
Suprapto mengungkapkan para tetangganya mulai berdatangan ke rumahnya, saat cucunya bernama Yuda dan Maya datang ke rumah tetangganya sambil menangis. Setelah ditanyai, keduanya menunjuk ke rumah si nenek.
"Rismin itu bukan cucu, namun sudah dianggap keluarga sendiri oleh nenek selama ini," cerita Suprapto dan mengatakan Rismin yang berasal dari Tebing Tinggi, Sumut, sudah lama tinggal di kampungnya, namun tidurnya berpindah-pindah.
Masih di tempat sama, cucu nenek Intan bernama Risdianti (14), mengungkapkan Selasa pagi sekira pukul 09.00 WIB, Rismin datang ke rumah nenek Intan dan menanyakan keberadaannya.
"Aku jawab mungkin nonton tv bang. Dia sempat jalan di samping rumah, dan kemudian pergi," ungkap Risdianti menjawab ,dan mengakui tidak punya firasat buruk dengan kedatangan Rismin di rumah neneknya.
Kematian nenek Intan menjadi perhatian warga Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujungbatu. Pasalnya, baru sekali ini terjadi pembunuhan, apalagi sampai kepala korban terpisah dari raganya.
Hingga berita ini turun, petugas Kepolisian dari jajaran Polres Rohul masih berada di lapangan, memburu pelaku, dan belum memberikan keterangan resmi sesuai olah TKP. (Fah/Rtc)
Peristiwa
One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung
JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci
Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat
PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad
KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun
JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum
Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026
JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,
Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau
PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani