Fahrin Waruwu
Kapolsek Ujungbatu AKP Kari A Ritonga SIK SH bersama Anggotanya saat bhakti sosial di Rumah warga di Dua Desa di Kecamatan Ujungbatu yang di terjang angin puting beliung.
ROKANHULU - Ratusan warga di Kelurahan Ujungbatu dan Desa Ujungbatu Timur Kecamatan Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengungsi di rumah keluarganya akibat rumah mereka yang semi permanen dan warung (kedai) kopi dan makanan ringan rusak dan atap beterbangan akibat diterjang angin puting beliung pada hari Jumat (16/9) malam sekitar pukul 19.00 WIB lalu.
Menurut keterangan sejumlah warga yang menjadi korban angin puting beliuang itu, saat malam itu, selain dibarengai dengan hujan deras dan petir yang amat sangat kuat, suara guntur juga saling sambut menyambut, sehingga banyak warga yang tak berani keluar rumah. Kejadian tersebu berlangsung sekitar setengah jam, dan mengharuskan kenderaan yang lalu lalang juga ikut berhenti. Angin kencang menghembus membawa hujan dari bertebangan ke segala arah.
Akibatnya, ratusan rumah paremanen dan semi permanen rusak berat. Namun umumnya kerusakan banyak ditemukan pada atap rumah.
"Saya harus mengungsi ke rumah keluarga bang, karena semua atap rumah kami diterbangkan angin," kata salah seorang warga Desa Ujungbatu Timur, Benyamin Yahya yang juga Sekcam Ujungbatu, Minggu (18/9)
Menurut Benyamin yang juga Pjs Kades Desa Ujungbatu Timur tersebut, angin putting beliung tersebut tidak berlangsung lama atau hanya sekitar 30 menit. Namun kejadian kali ini cukup membuat kerusakan pada rumah warga, terutama rumah yang terbuat dari papan. Selain itu, kerusakan rumah juga banyak terjadi disebabkan pokok pohon tumbang yang menimpa rumah.
"Kejadian ini pernah terjadi sekitar sepuluh tahun lalu. Namun kejadian kali ini terkuat, karena banyak pohon yang tumbang dan bangakn banyak rumah semi permanen rusak total," kata J Bonar salah seorang warga pemilih warung makan Holat di Desa Ujungbatu Timur.
J Bonar mengisahkan, akibat kejadian tersebut, atap warung miliknya terbang dan sebagaian tidak bisa ditemukan entah kemana hilangnya. "Anginnya cukup kuat bang. Bayangkan saja, hingga saat ini atap rumah saya tidak tau kemana terbangnya,"tuturnya.
Hal yang sama disampaikan, Ajo pemilik rumah makan di Simpang Desa 1 yang berada di Desa Ujungbatu Timur Kecamatan Ujungbatu. Menurut lelaki ini, atap dan sebagaian kerangka atap rumanya rusak parah dan tidak bisa ditempati.
Sebelumnya, Kapolsek Ujungbatu, AKP Kari A Ritonga SIK SH mengatakan , akibat kejadian tersebut, sekitar 30 rumah penghuninya harus mengungsi usai kejadian. Karena, atap rumah mereka rusak total.
"Kalau dihitung kerusakan ringan, ada sekitar 200 unit rumah yang terkena imbas angin kencang tersebut. Namun yang parah, dan penghuninya harus mengungsi, itu diperkirakan sekitar 30 hingga 40 rumah," jelasnya.
Lanjutnya, pada pagi Sabtu (17/9) segenap Anggota Poslek Ujungbatu mengadadakan kegiatan bhakti social bersama masyarakat. "Saya bersama anggota langsung terjun ke lokasi rumah korban yang rusak dan ikut mengangkat atau membetulkan rumah yang rusak," katanya.
Ditanya mengenai korban jiwa atau korban meninggal dunia akibat
kejadian tersebut, Kari A Ritongan mengaku hingga saat ini belum
mendapat laporan. "Insya Allah tidak ada," katanya sembari menyampaikan kalau kerugian materi akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp 350 juta, namun angka pastinya belum dapat karena data akurat dari masing-masing desa belum diperoleh pihaknya.
Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rokan Hulu sebagaimana disampaikan oleh Kepala BDPD, Aceng, Sabtu (17/9) kalau pihaknya masih di lapangan tengah melakukan pendataan. "Besok kita akan serahkan bantuan. Karena saat ini anggota masih melakukan pendataan," pungkasnya. (Fah)
Peristiwa