Peristiwa
Eks Karyawan Abu Tours Menolak Bersaksi di Bawah Sumpah
Rabu, 21 Nov 2018 15:09
Sidang ini digelar di PN Makassar, Jalan Kartini, Makassar, Rabu (21/11/2018), dan dipimpin oleh Ketua Majelis Sidang Denny Lumban Tobing.
Dari 7 saksi yang diagendakan oleh jaksa penuntut umum (JPU), hanya satu orang saksi yang datang memenuhi panggilan sidang. Saksi yang datang adalah Manajer HRD di Abu Tours, Ridwan.
"Saya tidak berani disumpah. Karena status saya masih karyawan Abu Tours," ujar Ridwan di depan majelis hakim.
Penolakan Ridwan ini, langsung direspon oleh Jaksa Wicaksono dengan menyebut seorang saksi harus di bawah sumpah agar terhindar dari memberikan keterangan palsu. Dia menyitir pasal 160 ayat 3 dan 4 KUHAP soal hak dan kewajiban saksi.
"Kalau menurut peraturan perundang-undangan yang ada di KUHAP semua saksi wajib disumpah kecuali kalau ada hubungan darah dari terdakwa," sebut Wicaksono.
Meski telah diberikan pengertian soal kewajiban saksi, Ridwan tetap pada pendiriannya. Ketua Majelis Hakim Danny pun menengahi hal ini. Menurutnya, Ridwan tetap harus di bawah sumpah karena izin Abu Tours yelah dicabut sehingga otomatis status karyawan Ridwan tidak berlaku lagi.
"Izin Abu Tours sudah dicabut. Kalau menurut KUHAP saudara harus disumpah. Bersedia bersumpah?" Tanya Denny.
Sayangnya, upaya Denny merayu Ridwan tidak berhasil. Alhasil, Denny memutuskan Ridwan tetap memberikan kesaksian meski tidak disumpah.
"Meski tidak di bawah sumpah, keterangan saksi tetap bisa dijadikan petunjuk untuk kasus ini," sebutnya.
Dalam persidangan itu, Ridwan mengaku menjadi Manajer HRD di Abu Tours sejak tahun 2017 di bulan Juli. Dia membenarkan aset-aset yang disita oleh penegak hukum dan terlampir dalam BAP adalah milik Abu Tours. Namun, lanjut Ridwan, dirinya tidak mengetahui asal muasal soal aset-aset tersebut karena baru saja bergabung dengan travel itu. Tugasnya, kata dia, salah satunya adalah mengontrol dan merawat aset-aset yang ada di Abu Tours.
"Mengontrol dan merawat aset. Pola penggajian kita rekap. Kalau pola unit usaha mereka rekap sendiri baru diajukan," terangnya di dalam sidang.
Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka
JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid
Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan
Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu
JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional. Progra
Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Diserbu 383.830 Orang
JAKARTA -Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melaporkan jumlah pendaftar untuk posisi manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan telah mencapai 383.830 orang
Pengungkapan di Belilas, Satresnarkoba Sita 7 Paket Sabu dan Ringkus Satu Pelaku
INHU - Seorang pria yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu berhasil diringkus jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hulu dalam penggerebekan di wilayah Belilas, Kecamatan Seberida