Senin, 10 Agu 2026
Peristiwa,
Empat Mantan Gubernur Kompak Bicara Riau: Efisiensi, PAD dan Kebutuhan Dasar
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 10 Agu 2026 11:20
PEKANBARU-Memasuki usia ke-69 tahun, Provinsi Riau masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan fiskal, pembangunan infrastruktur hingga pemenuhan pelayanan dasar masyarakat.
Empat mantan Gubernur Riau, yakni Arsyadjuliandi Rachman atau Andi Rachman, Syamsuar, Annas Maamun dan Wan Thamrin Hasyim, menyampaikan pandangan serta harapan mereka untuk masa depan Bumi Lancang Kuning.
Keempat tokoh tersebut sepakat bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan. Pemerintah daerah dinilai perlu memperkuat efisiensi, mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menentukan skala prioritas dan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat.Pandangan itu disampaikan seusai Upacara Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau di halaman Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Minggu (9/8/2026).Mantan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menilai pertambahan usia Provinsi Riau harus diikuti dengan kemajuan pembangunan.Ia mengakui kondisi keuangan daerah saat ini tidak mudah. Kebijakan efisiensi dan defisit anggaran membuat ruang fiskal pemerintah menjadi lebih terbatas.
Namun, kondisi tersebut dinilai tidak boleh menghentikan pembangunan.
"Umur bertambah, mudah-mudahan semakin maju. Meskipun dalam kondisi keuangan yang defisit dan efisiensi, kita harus bergerak terus," kata Andi Rachman.Menurutnya, efisiensi harus dilakukan secara serius di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Anggaran untuk kegiatan yang tidak menjadi prioritas perlu ditekan, sementara pemerintah harus lebih agresif menggali sumber pendapatan baru.
"Di tengah defisit ini, efisiensi harus dilakukan oleh semua OPD. Kemudian menggali lebih banyak lagi potensi PAD. Harus lebih keras lagi," ujarnya.
Ia menilai optimalisasi PAD menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas ruang fiskal pemerintah dalam membiayai pembangunan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Syamsuar: Riau Harus Kompak
Harapan agar Riau terus berkembang juga disampaikan mantan Gubernur Riau Syamsuar.
Ia berharap pembangunan di Riau semakin memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Semoga Riau semakin maju dan berkarya untuk kesejahteraan masyarakat. Ekonomi terus maju," kata Syamsuar.
Syamsuar juga menyoroti kondisi anggaran daerah yang saat ini cukup berat. Meski demikian, ia optimistis masih terdapat sejumlah peluang untuk meningkatkan PAD.
Ia menyebut beberapa program peningkatan pendapatan daerah yang sebelumnya disampaikan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dalam amanat upacara.
"Apalagi dalam kondisi sekarang, berkaitan dengan anggaran memang agak sulit. Tapi kami yakin dan percaya, seperti yang disampaikan Pak Gubernur tadi, ada beberapa program yang diharapkan dapat meningkatkan PAD," ujarnya.
Menurut Syamsuar, persoalan pembangunan tidak dapat diselesaikan pemerintah sendirian. Dibutuhkan kekompakan seluruh elemen masyarakat.
"Untuk mengejar ketertinggalan ini, saya yakin berkat kerja sama kita semua. Mari kompak dan bersatu agar persoalan-persoalan yang ada di Riau dapat kita hadapi bersama dengan sebaik-baiknya, sehingga Riau semakin maju," katanya.
Annas Maamun: Dahulukan Kebutuhan Dasar
Sementara itu, mantan Gubernur Riau Annas Maamun menekankan pentingnya pemerintah menentukan skala prioritas dalam pembangunan, terutama ketika kemampuan anggaran terbatas.
Menurutnya, pemerintah harus mampu membedakan kebutuhan dengan keinginan masyarakat. Anggaran yang tersedia sebaiknya lebih dahulu diarahkan pada kebutuhan dasar yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.
"Pertama kita bangkitkan semangat. Kita bangun apa yang dibutuhkan masyarakat, bukan yang diinginkan masyarakat," kata Annas.
Ia mencontohkan sejumlah kebutuhan dasar seperti perbaikan jalan, pembangunan drainase, sekolah, tenaga pengajar, klinik dan puskesmas.
"Yang dibutuhkan masyarakat itu kan mereka cuma minta jalan diperbaiki, drainase dibangun, bangun sekolah, siapkan gurunya, bangun klinik, puskesmas," ujarnya.
Menurut Annas, pembangunan lainnya dapat dilakukan setelah kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan kondisi keuangan daerah memungkinkan.
"Kalau ada lebih duit lagi, bangun rumah ibadah. Itu saja. Kalau itu dibangun, senang rakyat itu," katanya.
Wan Thamrin Dorong Persatuan
Mantan Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim menyoroti pentingnya persatuan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi Riau semakin kompleks sehingga pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri.
"Pemda dan semua komponen harus bersatu untuk membangun Riau lebih baik lagi. Satukan langkah untuk pembangunan Riau ke depan," kata Wan Thamrin.
Ia menilai partisipasi masyarakat semakin dibutuhkan di tengah keterbatasan yang dihadapi pemerintah daerah.
"Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan di tengah tantangan yang sekarang banyak dihadapi pemerintah daerah. Untuk menghadapi masalah itu kita harus bersatu," ujarnya.
Wan Thamrin juga mengingatkan besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Riau. Kekayaan tersebut, menurutnya, harus mampu diolah menjadi peluang ekonomi yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
"Dengan bersatu akan ada pemikiran dan potensi apa yang bisa kita gali ke depan. Jangan sampai Riau yang kaya sumber daya alam ini, tetapi tidak bisa merebut peluang yang ada," tegasnya.
Mantan Pemimpin Riau Hadiri HUT ke-69
Keempat mantan gubernur tersebut hadir bersama sejumlah mantan pemimpin Riau lainnya dalam Upacara Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau.
Selain Andi Rachman, Syamsuar, Annas Maamun dan Wan Thamrin Hasyim, turut hadir Saleh Djasit, Wan Abubakar dan Mambang Mit. Rahman Hadi juga terlihat di antara para undangan.
Kehadiran sejumlah mantan kepala daerah dalam satu deretan menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Hari Jadi Riau tahun ini.
Mereka kompak mengenakan pakaian Melayu bernuansa abu-abu yang dipadukan dengan kain songket serta tanjak hitam bermotif.
Upacara dipimpin langsung Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. Sekretaris Daerah Kota Dumai Fahmi Rizal bertindak sebagai komandan upacara, sedangkan doa dipimpin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi.(halloriau)
Sumber: https://halloriau.com/read-pemprov-riau-14619677-2026-08-10-empat-mantan-gubernur-kompak-bicara-riau-efisiensi-pad-dan-kebutuhan-dasar.html
komentar Pembaca