Selasa, 04 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Guru SD di Kutai Kartanegara Cabuli 12 Murid Sambil Tonton Video Porno

Peristiwa

Guru SD di Kutai Kartanegara Cabuli 12 Murid Sambil Tonton Video Porno

Minggu, 24 Feb 2019 09:19
Merdeka.com
Tersangka guru SD di Kukar cabuli muridnya.
KUTAI KERTANEGARA - Bs (57), seorang guru agama SD di kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dibekuk polisi. Diduga, dia mencabuli 12 muridnya di dalam kelas saat mengajar, sejak 2018 lalu.

Yang memperihatinkan, perbuatan sang guru, dilakukan sambil menonton video porno di ponselnya.

Bs diciduk di rumahnya, Kamis (21/2) malam, setelah 3 dari 12 anak itu melapor ke Polsek Kota Bangun. Bs yang telah beristri dan memiliki cucu itu mengakui perbuatannya.

Ditemui merdeka.com di Mapolsek Kota Bangun, berjarak sekitar 110 kilometer dari Samarinda, Bs mengaku hanya 2 murid menjadi korbannya menggunakan jarinya, saat mengajar di ruang murid kelas 2. Dia membantah, perbuatannya itu disertai ancaman.

"Perbuatan itu saya lakukan tanggal 12 dan 15 Februari. Tidak pernah ada ancaman soal nilai kalau tidak menurut perintah saya (saat meraba kemaluan korban)," kata guru Bs.

Tidak ada alasan apapun yang mendorong dia berbuat cabul kepada muridnya, melainkan hanya kepuasan telah menyentuh alat vital murid perempuannya itu. Dia pun membantah, melakukan itu sambil memperlihatkan video porno di dalam kelasnya.

"Tidak ada sambil menonton video porno Pak. Kalau soal handphone, murid saya sendiri yang minta dibukakan handphone saya karena pakai password," kilahnya.

Meski terus membantah, namun dari keterangan 3 saksi korban, berkata lain. Saat melakukan perbuatan tak senonoh itu di kelas, guru Bs disebut kerap sambil memperlihatkan video porno.

"Motifnya, hanya sepintas keinginan tiba-tiba ingin memegang kemaluan anak didiknya. Tapi itu dilakukan berkali-kali. Kita sangat sayangkan ini. Seharusnya dia sebagai pendidik, memberikan contoh yang baik," kata Kanit Reskrim Polsek Kota Bangun, Ipda Heri Kuswandi.

Selain 3 saksi korban yang baru melapor resmi, dari penyelidikan polisi, diduga ada 9 murid perempuan lainnya mendapatkan perlakuan serupa dari guru Bs. Masih dari keterangan saksi korban, guru Bs melakukan itu diduga sambil menebar ancaman, tidak memberikan nilai apabila tidka menuruti kemauannya, sambil memperlihatkan video porno.

"Kita tetapkan sebagai tersangka, dan menjeratnya dengan pasal 287 KUHP dan pasal 76e junto pasal 82 ayat 2 UU Perlindungan Anak. Saksi-saksi terus kita periksa, sampai dua hari ke depan," kata Heri.

Minta Selesai Secara Kekeluargaan

Terduga guru SD di kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang mencabuli 12 muridnya, Bs (57), kini meringkuk di penjara. Guru Bs mengaku siap angkat kaki dari kampungnya, apabila dinilai telah membuat malu warga kampung.

Meski diduga ada 12 murid yang jadi korbannya, dimana 3 diantaranya telah melapor ke Polsek Kota Bangun, guru Bs bersikeras dia hanya mencabuli 2 orang murid perempuannya.

"Saya sangat menyesal, siap jalani proses hukum. Tapi, saya berharap kalau bisa diurus kekeluargaan. Saya siap keluar dari sekolah, siap keluar dari kampung itu, karena perbuatan ini," kata dia, di Mapolsek Kota Bangun, Sabtu (23/2).

Guru Bs menerangkan, kehidupan dia bersama dengan istrinya, sejauh ini tidak dirundung masalah. "Dengan istri saya, rukun-rukun saja. Saya cuma ingin memegang (alat vital murid) saja. Tidak ada kesakitan. Murid saja diam saja," aku guru Bs.

"Saya paham, perbuatan itu tidak dibenarkan dan itu salah. Iya saya juga pernah diingatkan kepala sekolah, bahwa berhati-hati mengajar murid. Jangan sampai, disalahartikan ketika mengajar (menyentuh murid)," terangnya.

Sementara pagi polisi, merasa perlu untuk memeriksa kejiwaan guru Bs ke psikolog. "Ada rencana untuk memeriksa kejiwaan bersangkutan. Karena, beliau (guru Bs) itu, punya istri dan juga sudah usia lanjut. Kita akan cek ke psikolog," kata Kanit Reskrim Polsek Kota Bangun, Ipda Heri Kuswandi.



Sumber: merdeka.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Selasa, 04 Agu 2026 16:49

    Jawab Isu Status BI, Menkeu Sebut Perubahan Sistem Kurang Tepat

    JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara merespons isu yang menyebutkan Bank Indonesia (BI) akan masuk di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ia memastikan wacana ters

  • Selasa, 04 Agu 2026 16:14

    Gelar Sesepuh Raja-raja Timor Pada Jokowi Ditolak Banyak Pihak, PSI Klaim Sudah Korum

    Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, memberikan respons terhadap polemik yang muncul usai mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima gelar adat sebagai Sesepuh Raja-Raja T

  • Selasa, 04 Agu 2026 15:37

    Pria di Minas Ditemukan Tewas di Semak Dekat Kebun Sawit, Dilaporkan Hilang 6 Hari Lalu

    SIAK-Dilaporkan hilang, seorang pria ditemukan meninggal dunia setelah enam hari di semak belukar dekat kebun sawit warga di Kampung Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Korban diketahui

  • Selasa, 04 Agu 2026 15:21

    Pasar Murah Pemprov Riau Hari Ini di Rumbai Barat, Ada Beras hingga Minyakita Harga Terjangkau

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali menggelar pasar murah di Kota Pekanbaru pada Selasa (4/8/2026).Kali ini, kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Camat Rumbai Barat sebagai upaya mem

  • Selasa, 04 Agu 2026 15:20

    Kujungi Pekanbaru, Wamenkes Sebut Kesehatan Masyarakat Tak Bisa Hanya Mengandalkan Rumah Sakit

    PEKANBARU - Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan rumah sakit, dokter, maupun pelayanan medis. Upaya tersebut juga harus dibarengi dengan peningkatan kesejahtera

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki