Peristiwa
Hadir Diundangan Warga Talang Mandi, GAMARA Siap Usut PKS PCR
Laporan:Erwin Farnando Nababan
Senin, 14 Mei 2018 13:56
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua Umum GAMARA, Bobson Samsir Simbolon SH, disela-sela pertemuannya dengan puluhan warga Kelurahan Talang Mandi Kecamatan Mandau, Ahad 13 Mei 2018.
"Setelah bertemu dengan puluhan warga Kelurahan Talang Mandi serta mendengar langsung keluhan mereka terkait berbagai persoalan yang ditimbulkan akibat adanya pembangunan maupun pengoperasian PKS PCR diseputaran tempat tinggal mereka, kami dari GAMARA akan siap memperjuangkan hak-hak mereka selaku warga Negara Republik Indonesia. Yang tentunya sebagaimana sesuai dengan aturan yang berlaku. Diantaranya seperti, hak ganti rugi terhadap lahan yang di duga terkena limbah PKS PCR , hak ganti rugi kerusakan rumah warga akibat adanya pembangunan dan pengoperasian PKS PCR, adanya warga yang di pecat dari pekerjaannya di PKS PCR, adanya dugaan pencemaran sumber air bersih warga, dan banyak lagi, "tegas Bobson.
Dikesempatan tersebut, Bobson juga mengatakan bahwa pihaknya juga akan mepertanyakan ke pihak PKS PCR maupun ke pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis terkait adanya informasi dari warga bahwa pembangunan PKS PCR tersebut telah menghilangkan aliran rawa alam yang sudah ada sebelumnya.
Selain itu, Bobson yang saat itu didampingi oleh beberapa jajaran pengurus GAMARA, juga menyampaikan bahwa pihaknya juga telah melayangkan surat ke pihak DLH Kabupaten Bengkalis, yakni mempertanyakan realisasi penyelesaian terkait berbagai dugaan persoalan Lingkungan Hidup yang ada di PKS PCR yang berada di jalan Gajah Mada KM 3,5 Kelurahan Talang Mandi Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis.
"Kita harapkan semua pihak yang terkait dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat akibat adanya pembangunan dan pengoperasian PKS PCR dengan pencapaian hasil yang semestinya. Agar pengusaha dapat menjalankan usahanya dengan baik, dengan ketentuan aturan yang berlaku. Dan masyarakat di seputaran PKS PCR tersebut pun dapat nyaman, aman, kondusif, serta merasakan dampak positifnya. Jelasnya pencapaian kesejahteraan masyarakat yang adil, yang sesuai dengan aturan, "tegas Bobson mengakhiri pertemuan.
Sementara T.Hutagaol, salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Titian Antui, kepada Spiritriau.com menyampaikan bahwa, pada prinsipnya seluruh masyarakat sangat berterima kasih atas dibangunnya sebuah pabrik dilingkungan Kelurahan Talang Mandi. "Namun kami warga sangat berharap, pihak PKS PCR dalam menjalankan usahanya juga tidak menghilangkan aturan yang berlaku, khususnya terkait dengan pengelolahan limbahnya. Selain itu, berbagai dampak negatif yang dialami oleh masyarakat, pihak PKS PCR harus membenahinya, "harap T.Hutagaol. (win)
Peristiwa
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
4 Cara Bikin Tummy Time Jadi Momen Seru, Bukan Drama!
EMPAT cara bikin tummy time jadi momen seru akan diulas Okezone dalam artikel ini. Tummy time atau sesi melatih bayi tengkurap sering kali menjadi momen yang menantang bagi or
Wisatawan Indonesia Mulai Lirik Australia, Tren Sportcation Ikut Meningkat
JAKARTA â€" Minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Australia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Consumer Demand Project 2025 dari Tou
Penelitian Ungkap Risiko Kehilangan Massa Otot pada Penggunaan Obat Diet
JAKARTA â€" Studi terbaru menyoroti adanya perbedaan dampak dari penggunaan obat penurun berat badan (diet) terhadap kondisi tubuh, khususnya terkait massa otot. Temuan ini menunjukkan bahwa penu
Mitos atau Fakta: Tubuh Terkilir dan Bengkak Gara-Gara Cedera Sebaiknya Langsung Diurut?
BANYAK orang masih percaya bahwa cedera seperti terkilir atau bengkak sebaiknya langsung diurut agar cepat sembuh. Praktik ini sudah lama menjadi kebiasaan turun-temurun di ma