Kamis, 28 Mei 2026
Peristiwa,
Kasih untuk Istri yang Sakit Berujung Maut: Suami Tewas Dipatuk Cobra di Pelalawan
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 11 Des 2025 18:07
TRIBUNPEKANBARU.COM
TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Warga di Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau bernama Darso (71) meninggal dunia setelah dipatok ular cobra pada Rabu (10/12/2025) sore.
Korban Darso (71) yang tinggal di Jalan Nelayan Desa Kesuma, Pangkalan Kuras. Ia itu meregang nyawa usai tangannya dipatok ular jenis king kobra saat memasak di dapur rumahnya.
Diperkirakan racun ular tersebut langsung menyebar di dalam tubuh korban dan penanganannya terlambat, alhasil tidak dapat diselamatkan lagi.
"Korban mau masak kerupuk di dapur, saat itulah ia diserang ular cobra," ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pelalawan, Indra Putra kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (11/12/2025).
Dibalik insiden seragam ular berbisa yang menewaskan korban, ada cerita pilu dibaliknya. Korban Darso yang sudah berusia renta berprofesi sebagai nelayan.
Ia sehari-hari bekerja mencari ikan untuk kebutuhan hidup keluarganya.
Mereka tinggal di sebuah rumah semi permanen di areal perkebunan dan dikelilingi semakin belukar.
Bahkan sebagian lantai rumah masih beralaskan tanah, termasuk dapurnya.
"Istri Pak Darso sedang sakit. Kalau tidak salah sakitnya stroke dan dirawat jalan di rumah," ungkap Komandan Regu Damkar Sorek DPKP Pelalawan, Rosmadi Efendi.
yang sedang sakit stroke meminta Darso menggoreng kerupuk untuknya.
Dengan niat baik, pria berusia 71 tahun itu pergi ke dapur yang lantainya masih tanah.
Setelah menyalakan kompor dan memanaskan minyak goreng, Darso mengambil bahan masakan kerupuk ke lemari.
Saat tangannya masuk ke lemari kayu tak berpintu, seekor ular king cobra langsung memargut tangannya. Dengan cepat bisa ular menyebar di tubuhnya.
Pihak keluarga berupaya memberikan pertolongan kepada korban hingga berinisiatif di bawa ke Rumah Sakit Medicare Sorek.
Jarak tempuh yang cukup jauh membuat lelaki renta itu tidak sanggup lagi melawan racun binatang yang kepalanya berbentuk sendok itu.
"Sampai di rumah sakit, korban sudah meninggal dunia. Setelah itu barulah dilaporkan kepada kami," tambah Rosmadi.
Regu Damkar yang bermarkas di komplek Kantor Kecamatan Pangkalan Kuras di Kelurahan Sorek Satu mempersiapkan diri untuk turun ke lokasi.
Lima orang personil membawa berbagai peralatan seperti beberapa stik ular, sarung tangan, lakban, dan alat pelindung diri.
Setelah menempuh perjalan satu jam lebih, tim tiba di rumah korban dan langsung menyisir dapur rumah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Darso dicotok King Kobra itu.
Dibantu warga sekitar dan pihak keluarga, setiap benda di dalam dapur digeser untuk mencari ular tersebut, termasuk lemari tempat persembunyian sebelumnya. Namun tidak kunjung ditemukan petugas.
"Lalu kami geser lemarinya ternyata ada lubang di bawah itu. Kebetulan lantainya masih tanah. Ternyata ularnya sembunyi di situ," ujarnya.
Petugas berjuang mengeluarkan dan menangkap kong cobra dari dalam lubang hingga berhasil diamankan. Ternyata ada dua ekor ular di dalam dapur itu.
Satu ekor sudah ditangkap dan dibunuh lebih dulu oleh pihak keluarga yang marah dan kesal akibat insiden yang menewaskan Darso. Tim Damkar melihat bangkai ulang pertama yang lebih besar dan panjang.
"Personil kita memang dibekali menangkap ular berbisa seperti cobra dan king cobra. Tapi harus tetap waspada dan sesuai prosedur," tandasnya.
Korban dikebumikan oleh pihak keluarganya, Kamis (11/12/2025) pagi. Serelah disemayamkan di rumah duka keluarga sejak Rabu (10/12/2025) lalu.
Sumber: TRIBUNPEKANBARU.COM
komentar Pembaca