Minggu, 26 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Keluarga Asih Tak Percaya, Anaknya Jadi Korban Pesugihan Teman Dekat

Peristiwa

Keluarga Asih Tak Percaya, Anaknya Jadi Korban Pesugihan Teman Dekat

liputan6.com
Rabu, 11 Sep 2019 09:23
liputan6.com

Damiri (39) adik Asih (45) mengaku tak percaya kakak pertamanya menjadi korban pembunuhan. Terlebih motif pembunuhan itu diduga sebagai tumbal pesugihan.

Asih dibunuh oleh teman lama kerjanya yakni OV (40) yang dibantu rekannya (40). JAsadnya ditemukan di semak-semak di kawasan Maja, Kabupaten Lebak, Banten, 24 Agustus lalu.

Keluarga enggak percaya aja kalau Asih meninggal karena dijadiin tumbal pesugihan sama temennya," kata Damiri saat berbincang dengan Merdeka.com di kediamannya, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa, 10 September 2019. 

Damiri menjelaskan, kondisi jasad Asih saat ditemukan sudah dalam keadaan tidak utuh. Karena hanya beberapa bagian saja yang tersisa saat keluarga melihat jasadnya.

"Kondisi Asih ya enggak utuh mas, tinggal sisa kaya tengkorak kepala aja itu," ungkap Damiri.

Hal senada juga disampaikan oleh sang ibu, Masem (63). Dia dapat mengenali jasad korban dari perhiasan yang dipakai oleh Asih dan dari bagian tangan pada Asih.

"Saya ngenalin itu Asih dari antingnya, sama dari tangannya dia (Asih). Soalnya itu cuma gigi aja yang sisa," ujarnya.

Pengakuan Teman Korban Pesugihan

Masem pun bercerita, beberapa hari Asih meninggal dan telah dikuburkan, teman kerja Asih yang merupakan Cleaning Service (CS) yang bekerja di Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengalami hal aneh.

"Temen kerja Asih ke sini (rumah), bilang katanya temennya itu ada yang kesurupan di lantai. Terus bilangnya 'ngapain saya dibawa ke rumah kosong'," cerita Masem.

"Temennya bilang kalau itu kaya suara Asih yang ngomong. Si Asih kan emang dibawa ke kontrakan," sambungnya.

Sementara itu, rekan kerja Asih mengaku sangat kehilangan. Sosoknya dikenal sangat supel. Karena, hampir setiap toko yang berada di Tanah Abang, kenal dengan Asih.

"Asih banyak yang kenal di tempat kerjanya (Tanah Abang). Soalnya Asih kan lemes, maksudnya cepet nyambung dan akrab sama orang. Makanya banyak dari teman kerjanya itu sampai Pasar Jaya kasih uang belasungkawa," ucapnya.

"Makanya ibu masih males buat ke Pasar (Tanah Abang), soalnya takut banyak yang nanya-nanya dan ibu masih belum kuat buat jawabnya," tutup Masem.


sumber: liputan6.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:45

    4 Cara Bikin Tummy Time Jadi Momen Seru, Bukan Drama!

    EMPAT cara bikin tummy time jadi momen seru akan diulas Okezone dalam artikel ini. Tummy time atau sesi melatih bayi tengkurap sering kali menjadi momen yang menantang bagi or

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:43

    Wisatawan Indonesia Mulai Lirik Australia, Tren Sportcation Ikut Meningkat

    JAKARTA â€" Minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Australia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Consumer Demand Project 2025 dari Tou

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:40

    Penelitian Ungkap Risiko Kehilangan Massa Otot pada Penggunaan Obat Diet

    JAKARTA â€" Studi terbaru menyoroti adanya perbedaan dampak dari penggunaan obat penurun berat badan (diet) terhadap kondisi tubuh, khususnya terkait massa otot. Temuan ini menunjukkan bahwa penu

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:38

    Mitos atau Fakta: Tubuh Terkilir dan Bengkak Gara-Gara Cedera Sebaiknya Langsung Diurut?

    BANYAK orang masih percaya bahwa cedera seperti terkilir atau bengkak sebaiknya langsung diurut agar cepat sembuh. Praktik ini sudah lama menjadi kebiasaan turun-temurun di ma

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.