Peristiwa
Keluarga Asih Tak Percaya, Anaknya Jadi Korban Pesugihan Teman Dekat
liputan6.com
Rabu, 11 Sep 2019 09:23
Damiri (39) adik Asih (45) mengaku tak percaya kakak pertamanya menjadi korban pembunuhan. Terlebih motif pembunuhan itu diduga sebagai tumbal pesugihan.
Asih dibunuh oleh teman lama kerjanya yakni OV (40) yang dibantu rekannya (40). JAsadnya ditemukan di semak-semak di kawasan Maja, Kabupaten Lebak, Banten, 24 Agustus lalu.
Keluarga enggak percaya aja kalau Asih meninggal karena dijadiin tumbal pesugihan sama temennya," kata Damiri saat berbincang dengan Merdeka.com di kediamannya, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa, 10 September 2019.
Damiri menjelaskan, kondisi jasad Asih saat ditemukan sudah dalam keadaan tidak utuh. Karena hanya beberapa bagian saja yang tersisa saat keluarga melihat jasadnya.
"Kondisi Asih ya enggak utuh mas, tinggal sisa kaya tengkorak kepala aja itu," ungkap Damiri.
Hal senada juga disampaikan oleh sang ibu, Masem (63). Dia dapat mengenali jasad korban dari perhiasan yang dipakai oleh Asih dan dari bagian tangan pada Asih.
"Saya ngenalin itu Asih dari antingnya, sama dari tangannya dia (Asih). Soalnya itu cuma gigi aja yang sisa," ujarnya.
Pengakuan Teman Korban Pesugihan
Masem pun bercerita, beberapa hari Asih meninggal dan telah dikuburkan, teman kerja Asih yang merupakan Cleaning Service (CS) yang bekerja di Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengalami hal aneh.
"Temen kerja Asih ke sini (rumah), bilang katanya temennya itu ada yang kesurupan di lantai. Terus bilangnya 'ngapain saya dibawa ke rumah kosong'," cerita Masem.
"Temennya bilang kalau itu kaya suara Asih yang ngomong. Si Asih kan emang dibawa ke kontrakan," sambungnya.
Sementara itu, rekan kerja Asih mengaku sangat kehilangan. Sosoknya dikenal sangat supel. Karena, hampir setiap toko yang berada di Tanah Abang, kenal dengan Asih.
"Asih banyak yang kenal di tempat kerjanya (Tanah Abang). Soalnya Asih kan lemes, maksudnya cepet nyambung dan akrab sama orang. Makanya banyak dari teman kerjanya itu sampai Pasar Jaya kasih uang belasungkawa," ucapnya.
"Makanya ibu masih males buat ke Pasar (Tanah Abang), soalnya takut banyak yang nanya-nanya dan ibu masih belum kuat buat jawabnya," tutup Masem.
sumber: liputan6.com
Sejak Januari 2026, Pemko Pekanbaru Sudah Rampungkan Pengaspalan 23 Kilometer Jalan
PEKANBARU-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah menyebut, hingga pertengahan 2026, telah menyelesaikan pengaspalan di 19 ruas jalan dengan total panjang
Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Diminta Waspada Karhutla
PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi kawasan regional Sumatera. Kendati potensi hujan membayangi sejumlah wilayah, satelit BMKG justru mendeteksi kemunculan
Di Era Richard Tampubolon, PBTI Jadikan Jakarta Panggung Laga Juara Taekwondo Dunia dan Kampiun Asia
JAKARTA - Masyarakat taekwondo Indonesia boleh bangga. Tujuh hari lagi, Jakarta akan menjadi panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Para juara dunia, hingga peraih gelar turnamen interna
Buru-buru Sudah Malam', Alasan Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan
JAKARTA - Kejaksaan Agung menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Saat proses penahanan dan digiring keluar dari gedung Kejaksaan Agung menuju mobil
Bela Google Terkait Denda Rp18 Triliun, Trump Ancam Tarif Baru untuk Uni Eropa
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membela perusahaan teknologi Google yang baru saja dijatuhi sanksi denda senilai 890 juta euro atau 1 miliar dolar AS oleh Uni Eropa. Denda yang setara
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1061702/original/054242200_1448008230-20151120-Ilustrasi-Jenazah-iStockphoto2.jpg)