Selasa, 28 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Longsor Tambang Ilegal di IUP PT Timah, Satu Pekerja Masih Dalam Pencarian

Peristiwa

Longsor Tambang Ilegal di IUP PT Timah, Satu Pekerja Masih Dalam Pencarian

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 03 Feb 2026 10:20
(FotoGoriau.com)
SUNGAILIAT- warga Desa Pemali, Kabupaten Bangka. Enam pekerja tambang bijih timah ditemukan tewas mengenaskan setelah tertimbun longsoran tanah saat sedang mengais rezeki di kedalaman lubang tambang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka mencatat total ada delapan pekerja yang menjadi korban dalam musibah tersebut. Tim SAR gabungan bekerja ekstra keras menyisir tumpukan tanah sejak malam kejadian hingga dini hari.

Kepala BPBD Kabupaten Bangka, Rusmansyah mengatakan proses evakuasi dilakukan secara bertahap. Tiga jenazah ditemukan pada Senin malam, disusul tiga korban lainnya pada Selasa (3/2/2026) dini hari.

"Terdata sebanyak delapan orang pekerja tambang menjadi korban tertimbun tanah longsor, dan enam orang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujar Rusmansyah, Selasa (3/2/2026).

Selain korban jiwa, seorang pekerja berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat meski menderita luka serius di bagian kaki. Hingga kini, satu orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif menggunakan alat berat ekskavator.

Tragedi ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat para pekerja sedang fokus mencari timah, dinding tanah di sekeliling mereka tiba-tiba ambruk tanpa sempat memberikan ruang untuk menyelamatkan diri.

Ironisnya, aktivitas penambangan ini diduga kuat merupakan tambang inkonvensional (TI) milik pribadi yang tidak mengantongi izin resmi, meskipun beroperasi di atas area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah.

"Kami berharap tim gabungan berhasil menemukan satu orang korban yang tersisa. Pencarian dimulai kembali sejak pukul 06.00 WIB pagi ini," pungkas Rusmansyah.

Seluruh korban meninggal dunia telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Musibah ini kembali menjadi pengingat kelam akan tingginya risiko keselamatan kerja pada sektor pertambangan rakyat yang tidak terawasi dengan baik.(grc)
Sumber: GoRiau.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:32

    One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung

    JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:42

    Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat

    PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:00

    KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun

    JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:55

    Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026

    JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:23

    Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.