Masih Heboh Dituding Tolak Kunjungan Gubernur Riau, Bupati Meranti: Siapa Menolak? Mengada-ada
admin
Selasa, 18 Okt 2022 08:33
KEPULAUAN MERANTI - Tudingan yang terarah kepada Bupati Kepulauan Meranti yang disebut tolak kunjungan Gubernur Riau masih jadi perbincangan.
Kabar itu berawal dari rencana Kunjungan Kerja Bapak Gubernur Riau ke Sekretariat Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Rumbio Nusa Mandiri yang berada di Jalan Karet Dusun II Desa Bagan Melibur mendadak batal.
Disebut-sebut, batalnya kunjungan Gubernur Riau ke Desa Bagan Melibur karena dilarang oleh Bupati Kepulauan Meranti.
Pihak Bumdesma Rumbio Nusa Mandiri (RNM) mengklaim agenda yang semula direncanakan Jumat (14/10/2022) batal karena ditolak oleh Bupati Kepulauan Meranti H Muhammad Adil.
Hal itu disampaikan pengurus Bumdesma RNM Syahrudin kepada Tribunpekanbaru pada Kamis (13/10/2022).
Diceritakan Syahrudin agenda tersebut awalnya disampaikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Riau, bahwa Gubri akan mengunjungi Bumdesma RNM.
Setelah mendapat informasi tersebut, perwakilan Bumdesma RNM kemudian bertemu dengan Pemkab Kepulauan Meranti termasuk bupati.
Masih dikisahkan Syahrudin, pada pertemuan itu Bupati Kepulauan Meranti, sang bupati menyampaikan penolakan kehadiran Gubri.
"Beliau (Bupati Kepulauan Meranti) dengan tegas menyampaikan menolak kunjungan itu," ungkap Syahrudin.
Syahrudin juga tidak mengetahui dengan pasti alasan Bupati Kepulauan Meranti menolak kunjungan tersebut.
Walaupun demikian Syahrudin mengatakan, saat pertemuan dengan Bupati Kepulauan Meranti dirinya tidak hadir tapi ada perwakilan Bumdesma RNM.
Sejumlah pihak yang hadir adalah perwakilan pengurus Bumdesma, Kades Mekar Sari, Camat Merbau dan Kepala Dinas PMD Kepulauan.
Gubri diagendakan akan memberikan bantuan BKK kepada Bumdesma RNM.
Sementara itu, Camat Merbau Indat yang dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com mengakui memang hadir saat pertemuan tersebut.
Hanya saya dirinya tidak ada mendengar Bupati Kepulauan Meranti melakukan penolakan terhadap kunjungan tersebut.
"Saya tidak ada mendengar langsung, karena saya tidak lama saat pertemuan saya langsung keluar karena saya tidak ada informasi apa-apa sebelumnya," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Desa Mekar Sari, Erman yang hadir saat pertemuan dengan bupati menyampaikan bahwa saat itu Bupati Kepulauan Meranti tidak menolak hanya saja belum memberi izin akan kunjungan kerja tersebut.
"Dikatakan melakukan penolakan dengan tegas itu tidak juga. Cuman mungkin Pak Bupati punya alasan sendiri belum memberikan izin sementara waktu," tuturnya.
Meski demikian dirinya tidak mengetahui alasan Bupati Kepulauan Meranti belum memberikan izin tersebut.
Hanya saja dirinya juga tidak menampik apabila kunjungan kerja Gubri harusnya tetap bisa dilakukan apabila memang agenda resmi pemerintah provinsi.
"Kalau pembatalan itu kita juga tidak tahu kronologisnya seperti apa. Itu sebenarnya tidak terlepas juga dari haknya Pak Gubernur. Tentu Pak Gubernur juga punya alasan membatalkan hal tersebut," pungkasnya.
Tanggapan Bupati Adil
Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil yang berhasil dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com menyangkal melakukan penolakan terhadap kunjungan tersebut.
"Siapa yang menolak? Mengada-ngadalah," ungkap Adil.
Dirinya menilai bukan dirinya yang membatalkan kunjungan tersebut, namun Gubri yang membatalkan janji kepada masyarakat Kepulauan Meranti.
"Janji kampanyenya yang dibatalkan sama dia (Gubri). Janjinya saja dibatalkan apalagi datang. Kenapa saya yang dibawa-bawa," ungkapnya.
Dirinya menilai tidak masuk akal apabila gubernur tidak jadi hadir karena bupati.
"Apa pula gubernur takut sama bupati. Kalau bupati takut gubernur baru betul. Saya pikir dia itu pikunlah," tuturnya.
Adil mengatakan tidak ada larangan bagi siapapun untuk melakukan kunjungan di Kepulauan Meranti khusunya Gubri.
"Masa orang datang tak boleh, mau datang silakan mau tidur mau apa silakan. Di mana-mana orang datang dikasih kok. Sebanyak-banyak orang datang tidak ada yang dilarang apalagi gubernur datang," jelasnya.
Dirinya menilai dengan hadirnya Gubri akan menguntungkan daerah karena akan membawa janji politik.
"Kalau gubernur datang tentu membawa janji politiknya. Katanya mau membangun jalan ini jalan itu sesuai janji politik. Tak mungkinlah dilarang datang," tegasnya.
Dirinya juga mengkalim sebelumnya tidak mengetahui akan ada kunjungan Gubri di Kepulauan Meranti.
"Sudah pikun dia. Kita juga tidak tahu dia mau ke mana." pungkasnya.
Tetap Beraktivitas Normal
Pemberitaan terkait batalnya kunjungan Gubernur Riau Syamsuar di Kepulauan Meranti sempat ramai menjadi perhatian.
Hal tersebut karena Bupati Kepulauan Meranti H Muhammad Adil dituding melakukan penolakan terhadap kehadiran Gubri.
Namun setelah dikonfirmasi, Bupati Adil membantah tegas telah melakukan penolakan hal tersebut.
Walaupun sempat mengehbohkan, Bupati Kepulauan Meranti tampaknya tidak terpengaruh akan hal tersebut.
Hal tersebut disampaikannya saat dihubungi Tribunpekanbaru.com melalui sambungan selulernya, Jumat (14/10/2022).
"Tidak ada yang gimana-giman, tetap berkegiatan seperti biasa," ungkap Bupati Adil.
Dirinya mengatakan ketika dihubungi berada di Pekanbaru bertemu dengan pihak BPK Wilayah Riau dan Rektor UGM.
"Kebetulan ketua BPK kan baru, dan tadi ketemu dengan Rektor UGM juga karena kemarin kita sudah buat MOU. Jadi pertemuan untuk koordinasi lanjutan," tuturnya.
Adil menuturkan, dengan pemberitaan sebelumnya yang sempat heboh tidak berpengaruh besar dan tetap berkegiatan secara normal.