Mengenal Agama Asli dari Suku Laut
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 14 Apr 2022 10:42
Suku laut awalnya merupakan sekelompok
masyarakat yang hidup dengan sistem kepercayaan mereka sendiri. Keyakinan
mengenai hal-hal yang bersifat gaib, hari baik dan buruk, roh-roh, dan
kekhawatiran mereka terhadap ancaman dunia gaib yang dapat merugikan dan
mencelakakan mereka adalah sistem kepercayaan yang mereka ikuti dari para
pendahulu mereka yang disebut dengan animisme.
Hampir semua orang laut yakin bahwa ruh Datuk
Kemuning dan istrinya, yaitu Saka (leluhur) datuk-moyang orang laut,
bersemayam di Gunung Dakik (Lingga). Mereka memberi sesaji atau meminum air
laut sedikit ditempat tersebut untuk menandakan mereka adalah orang sendiri
agar mereka tidak diganggu.
Mereka juga percaya akan peri dan hantu yang
menunggu tempat-tempat yang dianggap angker dan dapat mencelakakan orang. Orang
Laut juga percaya akan kekuatan gaib dari benda-benda seperti butat, batu akik,
akar bahar, keris dan sebagainya.
Kekuatan gaib dapat digunakan untuk tujuan baik
maupun buruk, mencelakakan lawan atau untuk menghalau serangan lawan, serta
untuk menyembuhkan penyakit yang berasal dari perbuatan manusia maupun diganggu
makhluk gaib.
Dengan kekuatan gaibnya, seorang bomoh dianggap
dapat mengatasi gejala-gejala yang merugikan, seperti menenangkan ombak dan
badai. Kesempatan untuk menjadi bomoh tidak terbatas pada pria, wanita pun
dapat menjadi bomoh dan berperan besar sama seperti bomoh pria.
Kadang-kadang terjadi persaingan dalam
memperebutkan pengaruh dan secara terbuka melakukan pertarungan dangan becoba
(mengadu kekuatan gaib). Kekuatan gaib dapat diwariskan kepada sanak keluarga,
tapi dapat juga diajarkan kepada orang lain sebagai murid yang selanjutnya
merupakan hubungan orang tua dan anak yang terikat oleh prinsip hubungan
timbal-balik. Dengan adanya syarat memberi “asam garam” atau imbalan atas
pengetahuan yang diajarkan, hal ini berupa hadiah-hadiah seperti sandang, uang,
bahkan jaminan hidup.