Selasa, 14 Jul 2026
Peristiwa,
Pasca Nelayan Tewas Diterkam, Warga Buru dan Eksekusi Buaya di Sungai Rokan
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 14 Jul 2026 08:38
BAGANSIAPIAPI - Keberadaan satwa liar di perairan Sungai Rokan kini menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat yang bergantung pada sungai sebagai sumber kehidupan. Selain digunakan untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK), sungai ini merupakan ladang penghidupan utama bagi para nelayan lokal dalam menopang ekonomi keluarga mereka.
Ancaman nyata ini kembali memicu aksi warga setelah peristiwa tragis yang berulang kali menelan korban jiwa. Puncaknya terjadi Senin (6/7/2026), ketika seorang nelayan penjaring ikan bernama Abdul Aziz, usia 43 tahun, warga Dusun Harapan Jadi Kepenghuluan Sungai Manasib, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, diterkam oleh predator bergigi tajam tersebut saat sedang beraktivitas di sungai.
Saksi mata yang turut mengevakuasi korban saat kejadian, Elyas Pical, usia 39 tahun, bersama Masri, usia 50 tahun, memberikan petunjuk penting mengenai lokasi serangan. Abdul Aziz sempat diselamatkan oleh warga sekitar dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros Bagan Batu untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, setelah menjalani opname, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia, Rabu (8/7/2026).
Aksi Perburuan di Lokasi Kejadian
Duka mendalam dan rasa terancam membuat pihak keluarga serta warga Dusun Harapan Jadi Sungai Manasib bergerak cepat. Guna mencegah jatuhnya korban baru di masa mendatang, masyarakat sepakat melakukan penyisiran massal di sepanjang aliran sungai dengan menggunakan kapal pompong.
Pencarian difokuskan pada titik koordinat tempat korban diterkam. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika warga mendeteksi keberadaan seekor buaya berukuran panjang lebih dari dua meter yang diyakini kuat sebagai pemangsa almarhum. Hewan gladiator tersebut langsung dieksekusi di tempat menggunakan tombak dan parang panjang hingga mati.
"Sungai ini semakin banyak buayanya, dan buaya yang ditemukan adalah pemangsa korban, di sini lokasinya," ungkap seorang warga setempat, Senin (13/7/2026).
Tradisi dan Kewaspadaan Masyarakat Pesisir
Aksi perburuan bersama ini rupanya sudah menjadi bagian dari respon sosial masyarakat yang berdomisili di sepanjang pinggiran Sungai Rokan, seperti di wilayah Bangko Pusako, Rimba Melintang, hingga Teluk Pulau.
"Kebiasaan saja hutang nyawa dibayar nyawa, beberapa hari lah setelah ada kejadian, warga beramai-ramai menyisir sungai mencari buaya tersebut dan membunuhnya," jelas warga lainnya, menceritakan kebiasaan lokal pasca-konflik satwa dan manusia.
Adik korban, Fendi, membenarkan perihal keganasan predator yang kerap mengintai warga tersebut. Menurut kesaksian masyarakat, kawanan buaya di wilayah ini sering terlihat memunculkan diri dan berjemur di pinggiran sungai, siap mengintai calon mangsa yang tengah beraktivitas di dalam air. Meski berhasil melumpuhkan satu ekor predator, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan penuh saat melaut.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/pasca-nelayan-tewas-diterkam-warga-buru-dan-eksekusi-buaya-di-sungai-rokan.html
komentar Pembaca