Kamis, 23 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Pasien KIS Diberi Obat Kedaluwarsa, Polisi Sita 2.358 Butir Digoxin

Peristiwa

Pasien KIS Diberi Obat Kedaluwarsa, Polisi Sita 2.358 Butir Digoxin

detik.com
Senin, 23 Sep 2019 15:54
detik.com
Tasikmalaya - Polisi menyita ribuan obat kedaluwarsa dari Puskesmas Puspahiang Tasikmalaya. Tindakan tersebut buntut kejadian seorang warga, Anah (50) pasien Kartu Indonesia Sehat (KIS) penderita sakit jantung, yang diberi obat kedaluwarsa dari puskesmas tersebut.

Sejumlah anggota Satreskrim Polres Tasikmalaya mendatangi Puskesmas Puspahiang, Senin (23/9/2019) siang. Turut hadir petugas BPOM dan perwakilan Pemkab Tasikmalaya.

Polisi turun tangan menyelidiki obat kedaluwarsa yang diberikan kepada pasien itu. Selain meminta keterangan tenaga farmasi, dokter dan pihak UPTD, polisi bersama BPOM memeriksa gudang obat serta tempat pembuangan limbah medis. Hasilnya, petugas menemukan sebanyak 2.358 digoxin.

"Kita lakukan rangkaian penyelidikan terkait pasien yang mendapat obat kedaluwarsa. Kita amankan 2.358 digoxin kedaluwarsa dari tempat pembuangan limbah B3," ujar Kanit Tipiter Polres Tasikmalaya Ipda Viktor Sitorus.

Data keluar-masuk obat dari Dinkes Tasikmalaya menuju Puskesmas juga ditelusuri polisi untuk mengungkap asal-usul obat kedaluwarsa tersebut.

BPOM pastikan obat yang tanggal kedaluwarsanya sudah habis tidak boleh dikonsumsi pasien. Sebab, efek obat kedaluwarsa membahayakan organ tubuh hingga berakibat kematian.

"Kita akan periksa dari apotek dokumennya udah sesuai atau belum. Kalau aturan, enggak boleh dipakai lagi obat kedaluwarsa itu. Obat kedaluwarsa tidak dijualbelikan," ucap petugas Loka POM Tasikmalaya, M Widi Astuti.

Kasus ini mencuat setelah Anah, warga Deudeul Taraju Tasikmalaya, Jawa Barat, mendapatkan obat jantung kedaluwarsa dari Puskesmas Puspahiang. Obat digoxin itu kedaluwarsa sejak Agustus 2019.

Pemkab Tasikmlaya memastikan pemberian obat kedaluwarsa itu bukan unsur kesengajaan. Obat untuk mengobati penyakit jantung yang kedaluwarsa itu diduga terselip dalam tumpukan obat yang masih layak konsumsi.

"Semua punya itikad baik untuk duduk bersama. Obat kedaluwarsa itu terselip. Saya pastikan tidak ada unsur kesengajaan. Tadi saya bicara dengan tenaga farmasi," ucap Asda II Pemkab Tasikmalaya Heri Bimantoro di lokasi yang sama.

Pihak Puskesmas Puspahiang sudah memberikan obat baru kepada Anah. "Kita minta maaf kepada pasien dan sudah ganti obatnya," kata Kepala UPTD Puskesmas Puspahiang Dadang Ahmad Juanda.
sumber;detik.com
Peristiwa
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Apr 2026 08:24

    KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil

    Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:04

    Kapolda Riau Tekankan Pendekatan Humanis, Kunci Bangun Kepercayaan Publik di Era Digital

    Pekanbaru-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada pendekatan yang humanis dan komunikasi yang efektif di tengah derasny

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:58

    Antisipasi Kecurangan UTBK di UI, Peserta Berhijab Diperiksa Pakai Metal Detector

    DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pihak panitia pun memperketat pengawasa

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:55

    Curhat Peserta UTBK SNBT 2026 di UI: Soal Lebih Susah dari Kisi-Kisi

    DEPOK - Peserta UTBK SNBT 2026 di Universitas Indonesia (UI) mulai merasakan tantangan dari soal-soal yang disajikan. Farhan Fuadi, salah satu peserta asal Jakarta, mengungkapkan bahwa tingk

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:53

    Ulangi Strategi Gaza di Lebanon, Israel Bawa Timur Tengah Menuju “Perang Abadi”

    MADRID â€" Menteri Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon Selatan sebagaimana di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel tidak dapat mempertah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.