Senin, 22 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Petugas Jemput Paksa Pasien OTG yang Tidak Mau Jalani Isolasi, Isolasi Mandiri di Rumah Beresiko

Petugas Jemput Paksa Pasien OTG yang Tidak Mau Jalani Isolasi, Isolasi Mandiri di Rumah Beresiko

Admin
Sabtu, 17 Okt 2020 10:08
pekanbaru.tribunnews.com

PEKANBARU - Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Provinsi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan menyarankan kepada pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten agar tidak lagi mengizinkan pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Meski tidak bergejala, pasien OTG ini punya berpotensi yang sama dalam menularkan virus korona kepada orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien tersebut.

Terlebih bagi mereka yang diisolasi mandiri di rumah yang tidak layak.

Misalnya rumahnya yang tidak terlalu besar, ada banyak anggota keluarga di dalam satu rumah tersebut dan tidak ada kamar mandi sendiri di dalam kamar tempat pasien tersebut melakukan isolasi.


"Kalau saran saya semua pasien itu sebaiknya diisolasi di tempat yang disiapkan pemerintah.

Jangan ada yang diisolasi di rumah lagi, itu saran saya," kata Wildan, Jumat (16/10/2020).

Wildan menegaskan sejumlah alasan kepala pasien OTG ini harus dilakukan isolasi di tempat khusus yang disiapkan pemerintah.

Selain faktor dapat menularkan ke anggota keluarganya yang tinggal satu rumah, pasien OTG yang tidak disiplin menjalani isolasi mandiri di rumah dan berkeliaran kemana-mana juga bisa membahayakan bagi banyak orang.

"Selain itu keuntungannya kalau diisolasi mandiri di tempat yang disiapkan pemerintah kan keluarganya aman, kedua, kondisi kesehatan dipantau terus selama 24 jam, karena dokter dan perawat nya kan standby di tempat isolasi," ujarnya.

Tidak hanya itu, pasien yang diisolasi mandiri di tempat yang disiapkan oleh pemerintah juga bisa ditangani dengan cepat jika sewaktu-waktu pasien ini mengalami pemburukan kondisi kesehatannya.

"Kalau terjadi apa-apa kan bisa langsung dirujuk, dan semua biayanya kan ditanggung pemerintah," katanya.

Pihaknya menyambut baik kebijakan Walikota Pekanbaru yang akan mengeluarkan Perwako bahwa pasien OTG yang 

rumahnya tidak layak dijadikan tempat isolasi wajib di isolasi mandiri di tempat yang disiapkan pemerintah.


"Dengan Perwako itu nanti bisa dilakukan jemput paksa, agar pasien OTG ini diisolasi di tempat yang disiapkan pemerintah, baik di rusunawa, gedung-gedung pelatihan maupun di hotel," ujarnya.

Upaya strategis ini dinilai cukup tepat jika dibandingkan dengan pemberlakuan PSBM.

Berakhirnya PSBM dan tidak ada lagi diperpanjang ini tidak akan berdampak banyak terhadap penyebaran Covid-19.

"PSBM itu kan hanya istilah saja, tapi strateginya itu tetap 3M dan 3T, sepanjang itu bisa dilakukan secara intensif dan penegakan hukumnya lebih masif itu akan jauh lebih efektif," katanya.



Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.