Polda Riau Tindaklanjuti Laporan Keluarga Pasien Terkait Sangkaan Penetapan Status Positif Covid-19
Admin
Kamis, 15 Okt 2020 09:56
PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, membenarkan perihal adanya laporan dari masyarakat, terkait status pasien Covid-19, pada Rabu (14/10/2020).
Disebutkan Sunarto, pelapor atas nama saudari Wince. Ia merupakan anak dari pasien almarhumah Wirsyamsiwarti (66).
Wince melaporkan Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, karena tak terima keluarganya dibuat sebagai pasien positif Covid-19.
"Pelapor atas nama saudari Wince, terlapor Diskes (Dinas Kesehatan) Kota Pekanbaru, dkk (dan kawan-kawan)," ucapnya, Rabu malam.
Terkait itu diungkapkan Kabid Humas, pihaknya bakal menindaklanjuti laporan tersebut.
Sebagaimana diberitakan, pria bernama Zulkardi, mendatangi Markas Polda Riau pada Rabu (14/10/2020). Adapun maksud kedatangannya, yaitu mencari keadilan atas apa yang dialaminya keluarganya.
Zulkardi mengungkapkan, salah seorang dari keluarganya, almarhumah Wirsyamsiwarti, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru, dinyatakan meninggal dunia akibat positif Covid-19.
Padahal kenyataannya kata Zulkardi, wanita 66 tahun itu meninggal dunia bukan karena virus tersebut. Hal ini dikuatkan dengan hasil swab test almarhumah saat dirawat di RS Ibnu Sina sebanyak 2 kali, yang menyatakan negatif.
Terkait hal itu, Zulkardi pun membuat laporan ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau, di Jalan Jenderal Sudirman.
"Kita ingin membuat laporan terkait dugaan manipulasi data pasien yang dinyatakan negatif, tapi dilaporkan positif Corona," kata Zulkardi, didampingi kuasa hukumnya, Suroto dan beberapa pihak keluarga pasien lainnya yang bernasib sama.
Dalam laporannya, Zulkardi mengaku membawa sejumlah data pendukung. Termasuk dari beberapa keluarga pasien yang bernasib sama seperti anggota keluarganya.
Ia menuding, terkait permasalahan ini, tidak ada unsur salah input data. Namun lebih kepada ada indikasi kesengajaan.
"Di sini ada pihak keluarga lainnya, kemungkinan mencapai 10 orang yang diperlakukan sama seperti keluarga kita. Maka kita ingin mengungkap permasalahan ini, kita juga ingin Pekanbaru terlepas dari zona hitam," ucapnya.
"Karena daftar pasien yang dilaporkan positif meninggal karena Corona itu, hoax. Kita ada datanya di sini. Ini akan kita berikan kepada penegak hukum, dalam hal ini Polda Riau," sambung dia.
Sebelumnya dipaparkan Zulkardi, pihaknya sudah sempat berkoordinasi dengan dinas kesehatan tentang masalah tersebut. Instansi itu katanya mengaku salah input data.
"Ini sangat tidak masuk akal, satu mungkin tak apa, tapi ini lebih dari satu. Jadi di sini kuat dugaan ada permainan, ada mafia dibalik bencana Covid-19. Sebelumnya dirawat di RS Ibnu Sina. Hasil swab negatif," tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Suroto selaku kuasa hukum beberapa orang pelapor menyebutkan, apa yang dilakukan dia dan kliennya, tujuannya adalah untuk kebaikan.
"Agar menjadi bahan evaluasi kepada pemerintah. Supaya ada perbaikan ke depan. Apa yang disampaikan klien kami, kalau mengacu kepada data yang ada, data yang didapat dari Dinkes Pekanbaru, total jenazah pasien covid-19. Nama orangtua beliau dimasukkan ke dalam daftar ini," paparnya.