Peristiwa
Reaksi SD Negeri di Depok Terkait Kasus Pelecehan Siswa oleh Guru Bahasa Inggris
Rabu, 06 Jun 2018 16:33
DEPOK - Sekolah Dasar (SD) Negeri 10 Tugu, Pondok Duta, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, mengambil langkah cepat saat mengetahui adanya oknum guru yang melakukan pelecehan seksual di lingkungan sekolah.
Yusup (45), wali kelas VI SD Negeri 10 Tugu, Cimanggis Depok, mengatakan, pihak sekolah sudah menyerahkan kasus pelecehan ini ke Dinas Pendidikan Kota Depok dan pihak Kepolisian. Ia membenarkan kejadian itu dilakukan oleh oknum guru Bahasa Inggris berinisial WAR (35) di lingkungan sekolah.
"Dari Polsek tadi pagi sudah ke sini, jadi sudah konfirmasi semua. Kami serahkan ke Sekdis dan Disdik, jadi untuk lengkapnya silakan hubungi ke Sekdis," ucap Yusup di sekolah SD Negeri 10 Tugu Depok, Rabu (6/6/2018).
Menurut Yusup, terkait permasalahan pelecehan tersebut, pihak orang tua siswa dengan sekolah belum pernah melakukan pertemuan. Ia menjelaskan, korban pelecehan mayoritas siswa putra kelas VI SD.
"Orangtua siswa dan pihak sekolah belum bertemu. Kalau untuk inisalial guru, dan orangtua korban itu benar, anaknya memang sekolah di sini," paparnya.
Sebelumnya, dunia pendidikan kembali digegerkan dengan kasus pelecahan seksual. Di mana seorang guru Bahasa Inggis berinisial WAR (35) yang juga merangkap mengajar ekstrakulikuler pramuka diduga melecekan belasan murid SD Negeri 10 Tugu, Pondok Duta, Cimanggis, Depok. Parahnya aksi pelecehan tersebut dilakukan di lingkungan sekolah saat kegiatan jam belajar mengajar.
Menurut pengakuan AK (34) salah satu orangtua korban berinisial MF (12) perbuatan tidak senonoh sudah terjadi berkali-kali selama 2 tahun. Melihat kondisi itu, AK tidak terima dan melaporkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) ke Polresta Depok.
"Kami orangtua dan para korban menuntut pelaku dipenjarakan makanya saya melaporkan kejadian ini kebPolrresta Depok," ujar AK dengan nada geram, di Polresta Depok, Rabu (07/06/2018).
Menurut pengakuan AK (34) salah satu orangtua korban berinisial MF (12), pelaku mengancam dan mengimingi korban dengan memberikan nilai rendah dan berwisata.
"Anak ini di modusin jalan-jalan, dijajanin, berenang, atau berwisata ke kota tua. Kejadiannya di kelas katanya anak disuruh buka celana kalau ga mau nanti katanya nilai dikurangin tapi kalau mau nanti bisa naik tingkat pramuka dan nilainya naik," pungkasnya.
(okezone.com)
KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil
Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A
Kapolda Riau Tekankan Pendekatan Humanis, Kunci Bangun Kepercayaan Publik di Era Digital
Pekanbaru-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada pendekatan yang humanis dan komunikasi yang efektif di tengah derasny
Antisipasi Kecurangan UTBK di UI, Peserta Berhijab Diperiksa Pakai Metal Detector
DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pihak panitia pun memperketat pengawasa
Curhat Peserta UTBK SNBT 2026 di UI: Soal Lebih Susah dari Kisi-Kisi
DEPOK - Peserta UTBK SNBT 2026 di Universitas Indonesia (UI) mulai merasakan tantangan dari soal-soal yang disajikan. Farhan Fuadi, salah satu peserta asal Jakarta, mengungkapkan bahwa tingk
Ulangi Strategi Gaza di Lebanon, Israel Bawa Timur Tengah Menuju “Perang Abadi”
MADRID â€" Menteri Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon Selatan sebagaimana di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel tidak dapat mempertah