Kamis, 23 Apr 2026
Peristiwa,
Seluruh Kecamatan di Siak Masuk Peta Rawan Bencana Hidrometeorologi, BPBD Perketat Pemantauan
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 11 Des 2025 17:56
TRIBUNPEKANBARU.COM
TRIBUNPEKANBARU.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak menetapkan seluruh kecamatan di wilayah tersebut sebagai kawasan rawan bencana hidrometeorologi.
Penetapan ini disampaikan Kalaksa BPBD Siak, Novendra Kasmara, sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi potensi banjir, rob, hingga tanah longsor di masa Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang berlaku 5 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.
Menurut Novendra, 14 kecamatan yang ada di Siak masuk dalam peta rawan bencana banjir dan dampak hidrometeorologi lainnya.
Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, pemantauan kondisi cuaca terkini, serta memperkuat kesiapsiagaan di tingkat kecamatan dan kampung.
“Kita minta semua pihak memantau situasi secara cermat dan berkelanjutan berdasarkan informasi BMKG, sekaligus menyebarkan informasi resmi kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Ia mengatakan, instruksi dalam masa status siaga ini telah disampaikan secara menyeluruh mulai dari camat, perangkat kampung, organisasi penanggulangan bencana, hingga perusahaan.
Beberapa di antaranya mencakup pemantauan dan perbaikan infrastruktur, percepatan normalisasi sungai dan kanal, serta pembangunan dinding penahan tebing untuk meminimalkan risiko banjir dan longsor.
Selain itu, bila terjadi bencana, aparat diminta segera melakukan pertolongan cepat, pendataan, serta pemenuhan kebutuhan dasar sesuai Standar Pelayanan Minimal.
Novendra juga melakukan peningkatan koordinasi lintas dinas serta optimalisasi peran camat melalui Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana dan Desa Tangguh Bencana.
“Jika diperlukan, pos komando penanganan darurat bencana dapat segera dibentuk agar penanganan lebih terstruktur,” jelasnya.
Meski seluruh kecamatan masuk peta rawan bencana, kondisi Siak hingga saat ini masih aman.
Tidak ada titik banjir yang terdeteksi, sementara pemantauan terhadap potensi cuaca ekstrem terus dilakukan secara real time berdasarkan informasi BMKG.
“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada banjir. Namun kewaspadaan tetap menjadi prioritas,” kata Novendra.
BPBD Siak juga terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kampung untuk memastikan kesiapsiagaan di lapangan.
Sumber: TRIBUNPEKANBARU.COM
komentar Pembaca