Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Setelah 7 Jam Berlayar dengan Kapal Nyaris Karam, Begini Nasib 140 TKI Sekarang

Peristiwa

Setelah 7 Jam Berlayar dengan Kapal Nyaris Karam, Begini Nasib 140 TKI Sekarang

Laporan: Vivi Mulfita Sari
Sabtu, 21 Jan 2017 11:22
Suasana pendataan sebelum keberangkatan 140 TKI asal Malaysia oleh petugas Imigrasi Kelas II B Dumai
DUMAI-Sebanyak 140 orang TKI asal Malaysia yang akan kembali ke Indonesia yang diduga melalui jalur tidak resmi dengan menggunakan Kapal Motor GT 7 ditangkap oleh Tim Patroli Bea Cukai Kanwil Khusus Kepri Tanjung Balai Karimun, pada Jumat (20/1/2017) sekira pukul 05.00 Wib di perairan Pulau Jemur Kabupaten Rohil. 

Setelah tujuh jam berlayar menggunakan kapal kayu dengan muatan melebihi kapasitas ini, akhirnya tim patroli berhasil menyandarkan kapal di Dermaga A Pelabuhan Pelindo I Dumai pada Sabtu malam.

Dibantu oleh petugas Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Dumai, sebanyak 140 orang TKI tersebut diberikan makan malam sebelum dilakukan pendataan dan pemeriksaan oleh tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kota Dumai.

Kapal Motor Bahtera yang mengangkut 140 TKI dimana terdapat 30 orang perempuan, 2 orang anak kecil dan 108 laki-laki, beserta 6 orang ABK ini berangkat dari Malaysia dengan tujuan Tanjung Balai Asahan, selanjutnya diamankan oleh kapal patroli 20002 milik Tim Patroli Bea Cukai Kanwil Khusus Kepri Tanjung Balai Karimun di perairan Pulau Jemur Kabupaten Rohil. 

Kasi Penindakan Keimigrasian, Cahargita Probo Yuantoro mengatakan bahwa saat ini pihak nya sedang melakukan pendataan, "Selain itu kita juga dibantu oleh pihak Sabhara Polres Dumai dalam membantu proses pemesanan tiket pemulangan seluruh TKI," paparnya.

Sementara itu untuk biaya pemulangan sebanyak 140 TKI ke kampung halaman masing-masing, beliau menjelaskan bahwa seluruh nya menggunakan biaya pribadi.

Selain itu untuk keenam ABK Kapal Bahtera yang mengangkut seluruh TKI yakni M Yusuf (48) selaku nahkoda, Edi (47), Ryan (26), Budi Pohan (26), Azhar (25), Fadli (24) akan diserahkan ke kantor Imigrasi wilayah Kabupaten Rohil, "Hal ini dikarenakan penangkapan yang dilakukan berada di perairan Pulau Jemur, yang mana merupakan masuk wilayah Rohil," ujarnya. (vie)


Peristiwa
Berita Terkait
  • Kamis, 02 Jul 2026 09:22

    Sekolah Swasta di Pekanbaru Gratis, Ketua DPRD Minta Pemerataan Mutu Pendidikan

    PEKANBARU â€" Kebijakan Pemko Pekanbaru yang membiayai pendidikan siswa kurang mampu di sekolah swasta mendapat apresiasi dari DPRD Kota Pekanbaru.Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis un

  • Kamis, 02 Jul 2026 09:18

    Kerusuhan Warnai Laga Liga LLDIKTI XVII antara UNILAK dan UMRI, Lima Mahasiswa UMRI Jadi Korban

    PEKANBARU - Kerusuhan warnai laga Liga LLDIKTI XVII antara tim Unilak dan tim UMRI, lima mahasiswa UMRI jadi korban dan ada yang mengalami luka.Ya, pertandingan sepak bola dalam Liga LLDIKTI XVII yang

  • Kamis, 02 Jul 2026 09:15

    Lantik Tiga Dirjen Baru Purbaya Tekankan Kerja Cepat dan Bersih

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa resmi melantik tiga pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Keuangan, Rabu (1/7/2026). Pelantikan ini diharapkan mampu menjawab tanta

  • Kamis, 02 Jul 2026 09:13

    Cdm Todotua Memahami Pentingnya Kenyamanan Atlet, Menpora Eric: Bukan Kaleng-kaleng

    JAKARTA â€" Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu sangat memahami pentingnya kenyamanan para atlet dalam menopang perjuangan mereka untuk mengharumkan nama

  • Kamis, 02 Jul 2026 09:11

    Atasi Banjir Rob dan Abrasi, DPRD Meranti Gagas Aturan Kebencanaan

    SELATPANJANG - Kerentanan wilayah terhadap cuaca ekstrem hingga persoalan kesejahteraan nelayan menjadi perhatian serius pihak legislatif daerah. Menjawab kondisi nyata di lapangan, empat rancangan at

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor