Selasa, 14 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Terkesan Ditutupi, Managemen PT SSR Tak Laporkan Kecelakaan Kerja ke Disnaker

Terkesan Ditutupi, Managemen PT SSR Tak Laporkan Kecelakaan Kerja ke Disnaker

Sabtu, 01 Agu 2015 08:30
Komisi IV dan II DPRD Inhu saat melakukan sidak ke PT SSR.
RENGAT-Seorang karyawan PT Swakarsa Sawit Raya (SSR) mengalami luka bakar yang cukup serius setelah mengalami kecelakaan kerja di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik perusahaan itu.

Informasi yang berhasil dirangkum dari salah seorang karyawan perusahaan itu yang namanya minta tidak disebutkan, kepada GoRiau.Com menyebutkan bahwa, kejadian itu terjadi pada hari, Minggu (26/7/2015) siang.

Yang mana, korban yang bernama Johanes Hendri (30) merupakan bagian mentenen di PKS itu yang tengah melakukan perbaikan pada PH Cuker nomor 2. Dan pada saat korban melakukan perbaikan, tiba-tiba operator menghidupkan alat tersebut, sehingga membuat korban jatuh dan terputar.

"Setelah mendapatkan pertolongan, korban langsung dilarikan ke RSUD Indrasari Pematang Reba. Namun, karena luka bakar yang dialami korban cukup parah, korban lalu dirujuk kesalah satu rumah sakit di Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan intensif", pungkas karyawan itu menjelaskan.

Terkait insiden tersebut, managemen PT SSR yang beralamat di Desa Talang Jerinjing, Kecematan Rengat Barat, Indragiri Hulu (Inhu) itu terkesan menutupi insiden itu, sebab mereka tidak melaporkan hal itu ke Dinas Sosial tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) setempat.

Hal itu terkuak pada saat Komisi ll dan Komisi lV DPRD Inhu melakukan insfeksi mendadak (Sidak) ke perusahaan itu pada, Rabu (29/7/2015) lalu. Dan kejadian itu baru diketahui Dinsosnakertran Inhu pada saat mengikuti sidak bersama Komisi II dan IV DPRD Inhu.

Menanggapi hal itu, H Marlius MM selaku ketua Komisi IV DPRD Inhu kepada Goriau.Com, Jumat (31/7/2015) menyebutkan bahwa, pihaknya meminta instansi terkait untuk mengusut tuntas penyebab kecelakaan itu dan melakukan kroscek terhadap safety yang digunakan karyawan saat bekerja apakah sudah sesuai standar atau belum.

"Seharusnya pihak perusahaan tidak menutup-nutupi persoalan ini. Dan harus secepatnya melapor pada dinas jika terjadi insiden, karena ini bukan persoalan sepele dan menyangkut nyawa seseorang. Maka, kita tekankan kepada Dinsosnakertran untuk memberikan tindakan tegas terhadap managemen PT SSR ini", pungkas Marlius tegas.

Selain Ketua Komisi IV, turut hadir saat sidak itu Ketua DPRD Inhu Miswanto SE, Ketua Komisi II H Encik Afrizal, Sekretaris Komisi IV Mardius S.Pdi dan anggota DPRD Inhu Dapil I Suroko.(grc)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Selasa, 14 Jul 2026 11:19

    PTPN IV Regional III-Kejati Riau Perkuat Sinergi Kawal Transformasi Bisnis Berkelanjutan

    PEKANBARU-PTPN IV Regional III bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau kembali memperkuat sinergitas kedua belah pihak, yang kali ini ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penanganan M

  • Selasa, 14 Jul 2026 11:17

    Banyak Laporan Dugaan Aktivitas LGBT, Pemko Pekanbaru Siapkan Tindakan Tegas

    PEKANBARU-Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar menegaskan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru siap mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas LGBT yang dinilai meresahkan masyarakat. Penegasan itu

  • Selasa, 14 Jul 2026 11:03

    Soroti Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief Minta Kemenhan dan KKP Cari Solusi

    JAKARTA-Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan DPR RI, Hendry Munief, menyoroti kondisi ribuan warga Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, yang bekerja di Malaysia

  • Selasa, 14 Jul 2026 10:58

    Junjung Prinsip Setiap Siswa Berharga, Sekolah Rakyat Gandeng ESQ Perluas Pemetaan Talenta Siswa

    Pada tahun ajaran 2026/2027, program pemetaan bakat dan minat untuk siswa Sekolah Rakyat akan semakin diperkuat. Dalam rangka penerimaan peserta didik baru, siswa-siswa tersebut akan menjalani tes Tal

  • Selasa, 14 Jul 2026 10:54

    Gunung Semeru Meletus 4 Kali Selasa Pagi 14 Juli 2026

    Pada Selasa pagi, 14 Juli 2026, Gunung Semeru mengalami empat kali letusan dalam waktu tiga jam. Letusan pertama terjadi pada pukul 05.39 WIB, dengan kolom abu yang teramati mencapai ketinggian 1.300

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki