Peristiwa
Tidak Benar Anggota Dewan Rohil Pukul dan Tabrak Wartawan
Laporan:Jonathan Surbakti
Senin, 15 Agu 2016 19:21
" Saya tidak pernah menabrak oknum wartawan seperti yang dihebohkan dalam berita dan saya tidak pernah pemukul dia. Kalau saya mukul minimal lebam atau terkilirlah dia, kita kan sikit-sikit ada belajar juga," kata H Akib dalam siaran Pers diruang kerjanya, Senin (15/08/2016). Untuk lebih jelas silakan lihat sendiri Videonya yang telah di Posting dan sudah beredar di Media Sosial, disana juga jelas kita lihat bersama-sama bahwa tidak ada disana terlihat bukti pemukulan, timpal H.Akib. Dan menurut H.Akib semua yang ditampilkan dimedia sosial tersebut tidak aslinya , melainkan sudah editan, karena kami sama-sama saling mendorong, jelasnya.
Sebelumnya, heboh dalam pemberitaan bahwa H Akib telah menabrak dan memukul wartawan terkait pemasangan plang diatas tanah kepemilikan yayasan almadjidiah miliknya. Kabar yang beredar itu selain ditabrak dengan sepedamotor, oknum wartawan itu juga mengalami penganiayaan.
" Saya rasa ini ada sutradaranya karena yang disiarkan bertolak belakang dengan yang sesungguhnya, saya tau siapa orang dibalik layar," kata H Akib yakin.
Saat ini, H Akib mengaku pihaknya menunggu panggilan dari pengadilan. Namun sejauh itu pula pihaknya juga telah mempersiapkan diri dan melakukan upaya hukum.
Ditanya seperti apa pengakuan sang wartawan saat kejadian, Eko Pradana memang telah memberitahu kalau dirinya wartawan sambil menggenggam kartu pers. "Saya wartawan, kartunya hanya digenggamnya, ngak jelas, kartu tu indikasinya jelas, bahwasanya kartu itu sudah mati, wartawan lalu lintas criminal," ujar Bachid.
Sang wartawan menurut pengakuan Bachid Madjid sudah kesetanan. "Karna dia kesetanan betul. Sampai-sampai dia mau mengejar saya, habis didorong, dikejar saya lagi, untung ada dia (Muhammad Hendra Gunawan, red), kalau ndak mati saya saat itu. Menghalang-halangi menolak dia, dia mengejar saya, saya disarankan balik," tambahnya lagi.
Sementara itu saksi lapangan yang tahu persis kejadian bernama Rusmidi (45), juga membantah bahwa adanya terjadi pemukulan oleh H.Akib dan anaknya,"Ya saya tahu persin kejadian itu dan saya menyaksikan secara langsung bahw akejadian tersebut tidak ada pemukulan namun yang terjadi adalah dorong-dorongan, dan bahkan akibat H.Akib yang didorong beliau mengalami cidera di bibir dan sudah dilakukan visum , jelasnya.
Ketua Yayasan Pondok Alquran, Almajidiyah, Muhammad Hendra Gunawan, SH mengisahkan , sebelum kejadian, beberapa orang memasang plank bertuliskan "Tanah ini milik Sukiyem als Sukiyam, sesuai Surat Camat Kubu Nomor: 533/25/1980, luas 2 hektar, Status Perkara No. 024/Pdt/G.PN-RHL, dilarang masuk pasal 551 KUHP, HP 082171593289".
Kegiatan yang dilakukan direkam dari awal sampai akhir, bahkan hasil rekaman itu telah dishare kemasyarakat lewat sejumlah media sosial. "Kenapa ndak dari awal, katanya Bapak (H. Bachid Madjid, red) ada nabrak, kemudian saya ada mukul, kenapa tidak dimasukkan. Yang disebarkan kemasyarakat. Kenapa yang hanya sorong-sorongan itu saja yang dimasukkan, dia dan saya terjadi, padahal kejadian itu mereka rekam dari awal sampai akhir," tanya Muhammad Hendra Gunawan.
Persoalan ini juga pihak H.Akib telah membuat laporan ke Polsek Bagan Sinembah dengan surat nomor laporan Nomor: STPL/B/LP/336VII/2016 tertanggal 07 Agustus 20016 yang silam. Dan Persoalan ini juga akan ditangani Polres Rokan Hilir,"Ya benar Persoalan ini dalam waktu dekat kita akan melakukan gelar perkara, kemudian akan memanggil pihak-pihak pelapor dan terlapor,"jelas Kasatreskrim Polres Rokan Hilir, AKP.Awaludin Syam
Sebelumnya seperti diberitakan disalah satu media online Pekanbaru Terkait peristiwa pemasangan plang yang dilakukan oleh pihak Sukiyem (75) yang merupakan warga Kepenghuluan Bagan Sinembah , Kecamatan Bagan Sinembah Raya (Basira), Rabu (3/8/2016) ternyata terjadi insiden penganiayaan terhadap seorang kontributor media Tabloid Lalu Lintas Kriminalitas (TLLK) yang sedang melakukan liputan peristiwa pemasangan plank tersebut berselang 30 menit kemudian.
Peristiwa penganiayaan itu sendiri diakui korban E P (56), menurutnya Kejadian itu berawal dirinya mengambil dokumentasi photo plank, namun tiba-tiba korban ditabrak dengan sepeda motor yang dikenderai Oknum anggota Dewan Rohil erinisial H.A, sedangkan saat itu posisi EP sedang berada di pinggir jalan kurang lebih dua meter dari tepi jalan ber-aspal.
Selanjutnya menurut EP selain ditabrak dengan sepeda motor kemudian ia juga mengaku mengalami pengeroyokan oleh pihak keluarga H.A (jon)
Peristiwa
One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung
JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci
Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat
PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad
KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun
JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum
Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026
JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,
Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau
PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani