Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Cerita SBY Nyaris Dicopot dari Jabatan Gara-Gara Ini

Politik

Cerita SBY Nyaris Dicopot dari Jabatan Gara-Gara Ini

Senin, 09 Apr 2018 11:08
Liputan6.com
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama istrinya Kristiani Herrawati atau lebih dikenal dengan nama Ani Yudhoyono. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Jakarta - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama istrinya, Kristiani Herrawati atau lebih dikenal dengan nama Ani Yudhoyono, menikmati menu angkringan Pendopo Lawas yang berada di Alun-alun Utara Yogyakarta, Minggu, 8 April 2018.

SBY pun teringat masa-masa menjadi Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro. Jabatannya pernah nyaris dicopot gara-gara terlalu "lunak" menghadapi mahasiswa yang mengkritik pemerintah.

Saat menjabat selama 1995 -1998 terjadi peralihan pemerintahan. Dampaknya, situasi sosial dan politik kian memanas. Sampai terjadi perubahan besar pada 1998.

SBY pun berinisiatif menjalin komunikasi dengan mahasiswa dan para aktivis Yogyakarta, seperti Andi Arief, Heri Sebayang, dan Aam Sapulete yang kerap melontarkan kritik-kritik halus sampai yang keras kepada pemerintah.

"Mereka siang hari melakukan unjuk rasa mengkritisi pemerintah meminta perubahan A, B, C, D, tetapi pada malam hari saya ajak dialog dan akhirnya saya tidak bisa mengekang kebebasan mereka berekspresi menyampaikan pandangan-pandangannya ataupun kritik-kritiknya. Tapi gentlemen agreement yang kami buat dulu tidak boleh melebihi kepatutannya melanggar hukum dan kemudian menimbulkan gangguan keamanan," papar dia.

Pendek kata dalam menghadapi aksi-aksi mahasiswa, SBY mengaku tegas, dalam arti jangan merusak keamanan Yogyakarta. Tetapi dia juga memberi ruang, bahwa memberi kritik adalah hak setiap warga negara. Caranya itu pun berdampak positif.

"Waktu itu Jogja boleh dikatakan tetap dinamis, tetapi tidak ada kekerasan apa pun di kota ini," ucap SBY.

Sayangnya, sebagian kalangan justru menilai pendekatan keliru dan terlalu ruwet. Bahkan, gara-gara pendekatan seperti itu, SBY mengaku hampir dicopot dari jabatannya.

"Ya begitulah, kami sebagai apa namanya aparatur teritorial tetap menjalin komunikasi dengan mahasiswa," ungkap SBY.

Untungnya, Pangdam saat itu membela karena sepaham dengan pemikirannya. Menurut Pangdam, seharusnya pendekatan politik yang konstruktif ialah yang seperti itu.

"Saya bersyukur pada saat itu saya bisa selamat dari terpaan politik waktu itu meskipun saya tidak sampai satu tahun bertugas di sini karena harus saya mendapat tugas ke Bosnia untuk memimpin kontingen pengamat militer PBB dan kontingen militer dari Indonesia yang lain," ujar SBY.

(Liputan6.com)

Politik
Berita Terkait
  • Kamis, 02 Jul 2026 09:22

    Sekolah Swasta di Pekanbaru Gratis, Ketua DPRD Minta Pemerataan Mutu Pendidikan

    PEKANBARU â€" Kebijakan Pemko Pekanbaru yang membiayai pendidikan siswa kurang mampu di sekolah swasta mendapat apresiasi dari DPRD Kota Pekanbaru.Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis un

  • Kamis, 02 Jul 2026 09:18

    Kerusuhan Warnai Laga Liga LLDIKTI XVII antara UNILAK dan UMRI, Lima Mahasiswa UMRI Jadi Korban

    PEKANBARU - Kerusuhan warnai laga Liga LLDIKTI XVII antara tim Unilak dan tim UMRI, lima mahasiswa UMRI jadi korban dan ada yang mengalami luka.Ya, pertandingan sepak bola dalam Liga LLDIKTI XVII yang

  • Kamis, 02 Jul 2026 09:15

    Lantik Tiga Dirjen Baru Purbaya Tekankan Kerja Cepat dan Bersih

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa resmi melantik tiga pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Keuangan, Rabu (1/7/2026). Pelantikan ini diharapkan mampu menjawab tanta

  • Kamis, 02 Jul 2026 09:13

    Cdm Todotua Memahami Pentingnya Kenyamanan Atlet, Menpora Eric: Bukan Kaleng-kaleng

    JAKARTA â€" Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu sangat memahami pentingnya kenyamanan para atlet dalam menopang perjuangan mereka untuk mengharumkan nama

  • Kamis, 02 Jul 2026 09:11

    Atasi Banjir Rob dan Abrasi, DPRD Meranti Gagas Aturan Kebencanaan

    SELATPANJANG - Kerentanan wilayah terhadap cuaca ekstrem hingga persoalan kesejahteraan nelayan menjadi perhatian serius pihak legislatif daerah. Menjawab kondisi nyata di lapangan, empat rancangan at

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor