Dana Pilkada Dipotong, DPD Kecam DPRD
Laporan : Joko Prasetyo
Rabu, 07 Okt 2015 16:51
"DPD menyesalkan langkah ini (pemotongan anggaran-red). Kita minta pemerintah pusat bersikap, agar pemotongan ini tidak terjadi lagi ke depan," kata Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad usai rapat dengan Bawaslu di DPD, Rabu (7/10).
Oleh karena itu, lanjut Farouq, DPD minta kepada pemerintah agar memberikan arahan kepada Pemda dan DPRD agar dalam penyusunan RAPBD-P tidak melakukan pemotongan anggaran. Karena dikhawatirkan dapat mengganggu penyelenggaraan pilkada yang akan dilaksanakan di 269 daerah provinsi, kabupaten dan kota. "Rata-rata pemotongan yang terjadi pada sebuah kabupaten itu sekitar 30 persen. Ada sebuah yang dipotong sekitar Rp5 miliar dari Rp15 miliar, sehingga yang diterima hanya Rp10 miliar," katanya.
Yang cukup mengejutkan, sambung guru besar PTIK, pembayaran untuk dana pengawasan ini ternyata bertahap alias dicicil. "Jajaran pemdajangan menghambat penyaluran dana pilkada khususnya yang menyangkut dana-dana pengawasan karena akan mempengaruhi kualitas pelaksanaan pilkada," terangnya
Selain itu, kata Farouk, berkenaan dengan prosedur administrasi penerbitan izin bagi PNS atau pejabat negara yang maju pilkada. DPD minta pemerintah supaya mempercepat proses pemberian izin dimaksud, karena batas waktunya terbatas. "Tentu meminta kepada KPU untuk tidak menggugurkan calon hanya karena alasan administrasi izin yang belum turun, sehingga akan menimbulkan konflik yang semestinya tidak terjadi," ujar senator asal NTB.
Menyinggung soal penggunaan kekuasaan dan sumber daya birokrasi untuk mendukung atau sekurang-kurangnya memihak calon tertentu, menurut Farouk, umumnya dilakukan oleh incumbent (petahana). DPD meminta hal itu segera ditindak tegas dengan menerapkan sanksi disiplin sesuai aturan bagi aparatur, serta sanksi sebagaimana diatur dalam UU Pilkada bagi calon.
"Preseden ini bukan saja mengganggu dan merusak penyelenggaraan pilkada yang berkualitas akan tetapi merusak birokrasi yang seharusnya bertindak netral dan profesional, " katanya.(J.prasetyo) Politik
HMI Pekanbaru Desak Evaluasi Total MBG Hingga RUU TNI-Polri
PEKANBARU (CAKAPLAH) - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Riau, Jumat (19/06/2026).Dalam aksi tersebut, HMI Pekanbaru menya
Bawaslu Riau Konsolidasikan Demokrasi dengan Parpol, PAN Jadi Kunjungan Perdana
PEKANBARU (CAKAPLAH) â€" Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau memulai langkah konsolidasi demokrasi dengan partai politik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas demokrasi
Aksi Simbolis 'Uang Receh' Jurnalis Riau Disambut Sikap Terbuka Kabid Humas Polda dan Berkomitmen Tingkatkan Sinergi
PEKANBARU - Dinamika hubungan kemitraan antara awak media dan kepolisian menemui titik temu melalui ruang dialog tatap muka. Puluhan jurnalis yang bertugas di lingkungan Kepolisian Daerah Riau menyamp
Pendaftaran Siswa Baru SMA dan SMK Riau Ditutup, Puluhan Ribu Pelajar Tunggu Hasil
PEKANBARU - Tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau Tahun Ajaran 2026/2027 resmi ditutup Jumat (19/6/2026) pukul 13.00 WIB. Saat ini seluruh seko
Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin Roy Suryo dan Dokter Tifa agar Tak Ditahan
JAKARTA â€" Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyatakan kesiapannya menjadi penjamin bagi Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa yang berstatus tersangka,