Politik
Demokrat Anggap Prabowo Punya Tanggung Jawab ke Partai Pengusung Agar Tak Almarhum
Kamis, 15 Nov 2018 16:08
JAKARTA - Hubungan Demokrat dan Gerindra tengah tak harmonis. Kedua partai saling menagih janji di Pilpres 2019. Awalnya, Gerindra mengungkit komitmen Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Demokrat membalasnya dengan menagih janji Prabowo-Sandi. Namun, isu ini bergulir elit Demokrat bungkam ditanya soal janji yang dimaksud.
Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menegaskan janji untuk mengkampanyekan Prabowo-Sandi sebenarnya sudah dibahas pembekalan calon anggota legislatif Partai Demokrat minggu lalu. Rencananya, Demokrat akan tancap gas mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga di awal tahun 2019.
Namun, menurutnya, Prabowo juga memiliki tanggung jawab untuk meloloskan partai-partai pengusungnya yakni PAN, PKS dan Demokrat di Pileg.
"Apa kiat-kiat Prabowo agar partai-partai pendukungnya tidak almarhum? Prabowo punya tanggung jawab meloloskan partai di Pileg," kata Jansen saat dihubungi merdeka.com, Kamis (15/11).
Apalagi, Demokrat pasang target tak hanya lolos ambang batas parlemen 4 persen, tapi meraup 15 persen suara di Pemilu tahun depan. Jansen melihat, partainya belum merasakan efek elektoral dari sosok Prabowo.
"Kalau istilahnya efek ekor jas, ya yang masuk masuk efek ekor kaos. Belum jas kalau jas kan mewah. Yang banyak itu masuk ke Gerindra," tegasnya.
Jansen menanyakan kesiapan Prabowo untuk ikut turun mengkampanyekan Demokrat. Semisal saja saat blusukan ke daerah, Prabowo rela menyebut nama Demokrat sebagai partai pengusungnya.
"Ya ini hubungan dua arah, kalau Pemilu itu kan kalimat kuncinya menang itu. Prabowo minta didukung itu menang, kalau Demokrat minta didukung menang rela enggak dia?," ucap Jansen.
Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut bahwa Ketum Demokrat SBY berjanji mengkampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sikap Demokrat saat ini memang fokus kampanye Pileg ketimbang kampanye Pilpres.
"Sejauh ini hubungannya baik Pak Prabowo dan Pak SBY. Pak SBY juga berjanji akan melakukan kampanye untuk Prabowo dan Sandi walaupun sampai sekarang belum terjadi," katanya.
(merdeka.com)
Diduga Terima Suap Tambang, Kajari dan Kasi Pidum Kejari Tuban Dicopot
Kepala Kejaksaan Negeri Tuban beserta Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) dicopot dari jabatannya di tengah mencuatnya dugaan suap terkait penanganan perkara tambang di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.P
OTT di Sumut, KPK Benarkan Bupati Langkat Ditangkap
Bupati Langkat, H Syah Afandin, ikut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Sumatera Utara. OTT di Sumut dilakukan Kamis (2/7/2026)."Benar," kata Wa
Belajar dari YouTube, Pasutri di Medan Nekat Produksi Pil Ekstasi Rumahan
Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatra Utara membongkar sebuah rumah yang dijadikan pabrik rumahan pembuatan pil ekstasi di Jalan Mangkubumi Gang Aceh, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Me
Cegah Jalan Rusak dan Kecelakaan, Polres Siak Tertibkan Truk Sawit ODOL di Jalan Lintas Perawang
SIAK - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Siak menindak tegas truk pengangkut kelapa sawit yang melanggar aturan kelebihan muatan atau Over Dimension Over Loading (ODOL) di sepanjang Jalan Lintas P
DPRD Pekanbaru Minta Disdik Awasi Ketat Pemenuhan Kuota SMP Negeri, Cegah Jual Beli Kursi
PEKANBARU â€" Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Abidin, meminta Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru melakukan pengawasan khusus terhadap proses pemenuhan kuota di sejumlah SMP negeri yang hingg