Rabu, 01 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Demokrat berharap PKB dan PPP beri dukungan hak angket Ahok

Politik

Demokrat berharap PKB dan PPP beri dukungan hak angket Ahok

Sumber : Merdeka.com
Selasa, 14 Feb 2017 15:02
Merdeka.com
Syarief Hasan.
Partai Amanat Nasional (PAN), PKS, Partai Gerindra dan Demokrat bersatu mengusulkan hak angket karena pemerintah belum menonaktifkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari jabatan Gubernur DKI Jakarta. Kabarnya, PPP dan PKB akan bergabung dan memberikan dukungan atas hak angket tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengklaim PKB dan PPP memiliki kesamaan pandangan bahwa hak angket memang diperlukan. Hak angket dibutuhkan untuk membuktikan dugaan pelanggaran aturan oleh pemerintah dengan mengangkat kembali Ahok.

"Romi (Romahurmuziy) sedang di luar kota. PKB sedang konsolidasi tapi pada dasarnya mereka memahami. Memahami bahwa angket itu memang perlu. Ya mudah-mudahan (bergabung)," kata Syarief di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/2).

Syarief mengklaim, seluruh kader solid untuk memberikan dukungan terkait usulan angket. Hanya saja, dia mengakui masih ada sebagian kader di luar kota dan belum memberikan tanda tangan.

"Sudah hampir 100 kan. Yang lagi di luar kota yang belum. Yang di Jakarta sudah semua. Solid, kecuali yang belum PAW (Pergantian Antar Waktu) ya," klaimnya.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjelaskan dalam rapat paripurna akan dilakukan perhitungan anggota yang setuju penggunaan angket dan tidak setuju. Sejauh ini baru 4 partai, yakni PAN, PKS, Gerindra dan Demokrat yang setuju dengan hak angket. Total dukungan yang terkumpul baru sekitar 90 anggota. Kemungkinan dua fraksi yakni PKB dan PPP akan mendukung usulan hak angket.

Menurutnya, jika PKB dan PPP merapat, total dukungan yang bisa diraup sekitar 300 orang. Jumlah tersebut sudah cukup untuk meloloskan hak angket kepada pemerintah. Apabila telah mendapat persetujuan, otomatis pansus hak angket 'Ahok Gate' bisa dibentuk.

"Kemudian anggota setuju hitung anggota saja ini baru 4 fraksi, katanya 6. Kalau 6 kan berarti lebih dari 300. Logikanya begitu, sedikit banyak akan lolos, kalau lolos akan dibentuk pansus angket," kata Fahri. (Merdeka.com)
Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 01 Jul 2026 11:09

    Kapolri: Polri Selamatkan Uang Negara Rp 756 M dari Kasus Migas di 2026

    Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya turut berupaya mewujudkan swasembada energi. Jenderal Listyo mengatakan sepanjang tahun 2026 ini, Polri berhasil mengungkap 464 kasu

  • Rabu, 01 Jul 2026 11:07

    Melihat Harmoni Peragaan Kolone Senapan '80 Tahun Polri' di Hari Bhayangkara

    Jakarta - Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menampilkan kolone senapan yang membentuk tulisan '80 Tahun Polri'. Peragaan kolone senapan menjadi salah satu atraksi anggota Polri dalam

  • Rabu, 01 Jul 2026 10:17

    Dugaan Kekerasan Mahasiswa Saat Demo, IMM Riau Desak Polda Segera Buka CCTV

    PEKANBARU-Dugaan kekerasan terhadap mahasiswa saat melakukan aksi demontrasi di depan Gedung DPRD Riau bergulir ke ranah hukum. Bahkan pemeriksaan saksi kunci telah dilakukan oleh Polda Riau.Dua orang

  • Rabu, 01 Jul 2026 10:14

    Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Bengkalis Tegaskan Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

    BENGKALISâ€" Peringatan puncak Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polres Bengkalis untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Kap

  • Rabu, 01 Jul 2026 09:27

    Sambut Hari Bhayangkara ke 80, Polda Riau Rangkul Tokoh Lintas Agama Gelar Doa Bersama

    PEKANBARU - Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke 80, jajaran Kepolisian Daerah Riau menggelar acara doa bersama lintas agama. Kegiatan spiritual yang melibatkan berbagai tokoh masyarakat ini berla

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor