Rabu, 01 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Golkar Minta Pemerintah Bentuk Pusat Penggulangan Krisis

Golkar Minta Pemerintah Bentuk Pusat Penggulangan Krisis

Laporan :Joko Prasetyo
Senin, 24 Agu 2015 17:40
Joko Prasetyo
Golkar Minta Pemerintah Bentuk Pusat Penggulangan Krisis
JAKARTA-Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie meminta pemerintah membentuk pusat penanggulangan krisis untuk mengantisipasi serta mencari solusi ekonomi agar tidak makin terpuruk. Penegasan tersebut disampaikan ARB kepada anggota Fraksi Golkar di DPR saat menggelar rapat pleno Fraksi  Golkar di Gedung DPR, Jakarta, Senin (24/8) kemarin.

"Pemerintah harus segera membentuk pusat krisis untuk menghadapi berbagai persoalan yang begini sulit. Tidak bisa satu menteri bergerak ke kanan, satu menteri bergerak ke kiri. Tidak bisa dilakukan di luar satu komando," kata ARB.

Pusat krisis itu nanti akan menghimpun berbagai masukan kemudian merumuskan dalam sebuah kebijakan. Dia berharap tim ekonomi Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK termasuk para pakar yang ada bisa tergabung dalam pusat krisis tersebut. "Kenapa Fraksi Golkar tidak mengambil inisiatif untuk membentuk pusat krisis, karena kami menyadari bukan pemegang kekuasaan dan pengambil kebijakan. Kami tidak bisa membuat keputusan yang bisa mengarahkan semua elemen masyarakat terutama terhadap dunia usaha," katanya.

ARB juga mengingatkan fokus pemerintahan Jokowi-JK yang tidak hanya menjadikan penanganan dan penyelesaian APBN sebagai tolok ukur keberhasilan kinerja pemerintahan. Menurutnya, perlu adan perubahan paradigma pemerintah bahwa bahwa penanganan APBN dengan baik sudah bisa menyelesaikan masalah bangsa.  "Padahal, APBN hanya 20 persen dari total PDB yang ada. Sehingga kalau hanya fokus pada penyelesaian APBN, masalah tidak akan selesai," ujarnya.

Sementara, penyerapan APBN sendiri sangat rendah di bawah 5 persen. Keadaan ini, menurut mantan Ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ini menjadi problem. Golkar, kata ARB berharap dunia usaha bisa bergerak cepat. Oleh karena itu, tugas pemerintah saat ini bukanlah menangani APBN saja, tetapi bagaimana seluruh masyarakat bisa bergerak sesuai arahan dari pemerintah. Dengan demikian, pusat krisis bisa menjadi solusi untuk menghimpun berbagai persoalan yang telah dan akan dihadapai kemudian merumuskannya dalam sebuah kebijakan untuk bisa dijadikan pedoman bagi masyarakat dan dunia usaha.

ARB mengaku khawatir dengan kondisi perekonomian saat ini, ada banya indikator yang membuat kekhawatiran tersebut, antara lain pelemahan rupiah yang terus terjadi hingga akhir pekan lalu nilai tukar rupiah anjlok di titik rendah selama pemerintah Jokowi yang mencapai Rp 14.000 per dollar AS, kondisi itu masih diperparah dengan terjadinya gelombang PHK secara masif di berbagai daerah dan di semua sektor.

Selain mengimbau pemerintah, Golkar juga melakukan langkah antisipatif melalui kewenangan legislasi yang dimiliki kadernya di parlemen. Ketua Fraksi Golkar Ade Komaruddin, mengatakan FPG mendorong dibuatnya UU Penjaminan Kredit yang bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi UMKMK dalam mengakses permodalan. UU Perbankan juga akan didorong untuk diperbaiki dan disempurnakan.

"FPG juga mendorong UU Jaminan Pengamanan Sistim Keuangan (JPSK) sebagai arsitektur awal sistem keuangan nasional serta sebagai benteng keuangan dalam negeri menghadapi krisis," kata Ade (tio)

Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 01 Jul 2026 13:40

    Surplus Dagang Ri 72 Bulan Akhirnya Terhenti, Kini Defisit USD 1,61 Miliar

    Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD 1,61 miliar pada Mei 2026. Catatan ini membuat tren surplus neraca perdagangan selama 72 bulan bertur

  • Rabu, 01 Jul 2026 13:38

    Era Baru Dimulai, Susy Susanti Resmi Gantikan Rudy Hartono Pimpin PB Jaya Raya

    Setelah setengah abad dipimpin Rudy Hartono, PB Jaya Raya akhirnya memasuki babak baru. Tongkat estafet kepemimpinan kini resmi berada di tangan Susy Susanti.Momentum bersejarah itu diumumkan bertepat

  • Rabu, 01 Jul 2026 13:35

    Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar di Asrama

    Jakarta - Kementerian Sosial berkolaborasi dengan TNI akan menerjunkan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat I dan II untuk mendampingi siswa di 178 titik Sekolah Rakyat. Program bimbin

  • Rabu, 01 Jul 2026 13:33

    Muzani Ungkap Alasan Uzbekistan Begitu Dekat dengan Indonesia

    Jakarta - Ketua MPR sekaligus politikus Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan hubungan erat antara Indonesia dan Uzbekistan yang telah terjalin sejak lama.Hal tersebut disampaikannya saat bertemu

  • Rabu, 01 Jul 2026 13:31

    5 ASN Sukabumi Dijatuhi Sanksi Disiplin Berat, 3 Dipecat

    Jakarta - Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengambil langkah tegas terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti melanggar atu

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor