Rabu, 01 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Ini komentar Ketua KPUD soal angka golput di Pilgub DKI masih tinggi

Politik

Ini komentar Ketua KPUD soal angka golput di Pilgub DKI masih tinggi

Sumber : Merdeka.com
Jumat, 17 Feb 2017 15:43
Merdeka.com
Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno mengatakan, ada beberapa sebab mengapa masih banyak warga yang tidak menggunakan hak pilihnya pada Pilgub DKI Jakarta pada 15 Februari kemarin. Menurut Sumarno, orang tidak datang ke TPS bisa jadi berhalangan atau ada acara lain keluar kota.

"Jadi orang kalau tidak menggunakan hak pilih itu banyak sekali faktornya. Mungkin saja secara teknis yang bersangkutan berhalangan, beralasan pergi keluar kota atau mungkin juga pertimbangan-pertimbangan politisi barangkali," kata Sumarno yang ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (17/2).

Sumarno melanjutkan, angka golput juga disebabkan karena faktor seperti perasaan tidak perlu terlibat dengan pemilihan dan tidak percaya dengan sistem politik yang ada. Menurutnya, adanya anggapan kemungkinan tidak akan memberikan perubahan apa-apa bagi masyarakat, juga dapat menjadi faktor pendukung terkait masih tingginya angka golput di Pilgub DKI Jakarta 2017.

Meski demikian, Sumarno menegaskan, KPU DKI Jakarta akan lebih aktif lagi mensosialisasikan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada putaran kedua.

"Kita sosialisasi lebih masif untuk memperkenalkan Cagub dan Cawagub ke masyarakat. Dan menyampaikan informasi lebih lanjut (terkait paslon) kepada masyarakat)," jelasnya.

Menurutnya, cara ini dianggap masih efektif untuk menekan angka golput khususnya masyarakat Jakarta yang kritis dalam memilih calon.

"Pemilih di Jakarta termasuk pemilih yang rasional karena banyak golongan di Jakarta yang masih memilih berdasarkan rekam jejak paslon," tuturnya.

Fakta menarik sampai data masuk sementara, seperti dikutip merdeka.com, Jumat (17/2) dari https://pilkada2017.kpu.go.id/hasil/t1/dki_jakarta total warga DKI yang mempunyai hak pilih 7.084.013 cuma 5.455.342 saja yang mencoblos.

Jadi, sekitar 1.628.671 tidak menggunakan haknya. Kemungkinan jumlah tersebut bisa bertambah karena belum 100 persen suara masuk. (Merdeka.com)
Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 01 Jul 2026 11:16

    KPK Periksa Istri Muda Bupati Kuansing Pasc OTT, Telusuri Dugaan Aliran Dana Suap

    PEKANBARU â€" Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Suci Nitia Edward atau SC di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026), setelah yang bersangkutan diamankan dalam rangkaian

  • Rabu, 01 Jul 2026 11:13

    KP2MI Pastikan Pemulangan PMI Asal Jabar dari Libya, Dugaan TPPO Diusut

    Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI Tripoli, serta kementerian/lembaga terkait dalam menangani P

  • Rabu, 01 Jul 2026 11:11

    Perkuat Pengawasan Tata Kelola Komoditas Timah, Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Amankan Lokasi Penimbunan Balok Timah

    Kepulauan Bangka Belitung â€" Dalam rangka melaksanakan arahan Presiden Republik Indonesia mengenai pengamanan komoditas sumber daya alam strategis nasional serta memperkuat pengawasan tata kelola sek

  • Rabu, 01 Jul 2026 11:09

    Kapolri: Polri Selamatkan Uang Negara Rp 756 M dari Kasus Migas di 2026

    Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya turut berupaya mewujudkan swasembada energi. Jenderal Listyo mengatakan sepanjang tahun 2026 ini, Polri berhasil mengungkap 464 kasu

  • Rabu, 01 Jul 2026 11:07

    Melihat Harmoni Peragaan Kolone Senapan '80 Tahun Polri' di Hari Bhayangkara

    Jakarta - Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menampilkan kolone senapan yang membentuk tulisan '80 Tahun Polri'. Peragaan kolone senapan menjadi salah satu atraksi anggota Polri dalam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor