Jumat, 17 Apr 2026
Cerita Silaturahmi Bupati Kampar dengan Para Kades se-Rantau Kampar Kiri
Jalan, Listrik dan Tower Telekomunikasi di Kampar Kiri Hulu Harus Terus Dibangun
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 05 Jun 2020 08:37
Diskominfo Kampar
LIPATKAIN - Disela-sela kesibukannya, Rabu (3/6/2020), Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto menyempatkan diri berkunjung ke salah satu desa di Kecamatan Kampar Kiri. Di sebuah tempat yang begitu asri, di sebuah warung makan di atas sebuah kolam, Rumah Makan Wisata Harapan Bunda Desa Sungai Paku telah menunggu puluhan kepala desa se-Rantau Kampar Kiri.
Selain kepala desa juga tampak dua orang camat yaitu Camat Kampar Kiri M Farid Ridha dan Camat Kampar Kiri Hulu H Dasril.
Suasana semakin hangat, begitu Bupati dan rombongan turun dari mobilnya langsung dipersilakan menyantap hidangan. Berbagai macam aneka masakan telah tersedia.
Usai makan siang bersama, mantan Kepala Desa Ahmad Syukur yang juga sebagai juru bicara dan inisiator pertemuan didampingi Kades Sungai Paku Rocky Rossi membuka perbincangan.
Ada banyak hal menarik yang disampaikan Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto dalam memperjuangkan daerah ini agar lebih maju dan tercapainya peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
Catur Sugeng Susanto yang bergelar adat Datuok Rajo Batuah menyampaikan panjang lebar tentang rencana kedepan di se-Rantau Kampar Kiri khususnya di Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang terletak di bagian hulu se-Rantau Kampar Kiri dimana di kecamatan ini masih mengalami kendala transportasi, telekomunikasi dan listrik.
Menurut mantan anggota DPRD Kabupaten Kampar dua periode dari Partai Golkar itu, Pemkab Kampar dan masyarakat memiliki hak dan kewajiban agar wilayahnya lebih cepat maju seperti daerah-daerah yang terletak di pusat pemerintahan atau dekat ke pusat pemerintahan.
"Kenapa Serantau Kampar Kiri tidak maju?Wilayah yang berdekatan pusat pemerintahan jauh berkembang? Kedepan saya punya mimpi. Serantau Kampar Kiri harus sama perkembangannya dengan wilayah yang dekat dengan kota pemerintahan," beber Catur
Ia menambahkan, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia harus mampu dilaksanakan masyarakat. "Ini semua harus sama-sama diperjuangkan, tidak bisa hanya berharap," tegasnya.
Catur juga memuji keindahan alam di Desa Aur Kuning, Pangkalan Serai dan desa-desa di sepanjang Sungai Subayang. "Orang tak merasa asik kalau tak melintasi Sungai Subayang. Coba perhatikan, ada apa di Kampar Kiri Hulu," beber Catur.
Menurutnya, Kampar Kiri Hulu berbeda. Bedanya karena akses jalan di sini sangat terbatas dan masih mengandalkan jalur transportasi sungai. Namun saat ini kondisi itu sudah mulai berubah yakni dengan selesainya jalan yang disebut jalur interpretasi dari Desa Gema dan melintasi beberapa desa di pinggir Sungai Subayang sehingga masyarakat yang selama ini jalur transportasinya hanya melalui sungai namun sekarang sudah ada pilihan lain yakni melalui jalan darat.
"Jangankan perkuat silaturahim. Aksesnya saja tidak ada. Sejak dibuat jalur interpretasi kondisinya sudah beda," ulas Catur.
Selain membangun jalur interpretasi, Bupati Kampar juga terus memperjuangkan jaringan listrik untuk masyarakat. "Alhamdulillah, untuk listrik, kita sudah MoU dengan Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) untuk dipasang di Kecamatan Kampar Kiri Hulu,” katanya.
Ia menceritakan, MoU dengan Kementerian itu didapat hasil dari terobososan yang dilakukan Pemkab Kampar dibawah kepemimpinannya.
“Semuanya butuh perjuangan, ketika saya dapat informasi Kampar Kiri Hulu belum ada listrik, langsung saya telpon Pak Dirjen.
Saya langsung diundang dengan PLN di Kemen LHK. Alhamdulillah MoU. Jaringan sudah dipasang dan PLN hibahkan Rp 4,6 miliar," ulasnya.
"Setelah ada listrik tentu kehidupan sudah beda," ulasnya.
Persoalan lain yang juga masih menjadi PR (pekerjaan rumah red) di Kampar Kiri Hulu adalah jaringan telekomunikasi. Bupati berkeinginan pendirian beberapa tower telekomunikasi. "Ini suatu hal yang ditunggu-tunggu. Karena kalau listrik sudah nyala hubungan gampang, akses jalan memadai. Ini nilainya sudah sangat banyak banget," beber Bupati yang juga bergelar Datuk Rajo Batuah itu.
Menurut Catur, jika jalan, listrik dan telekomunikasi sudah bagus, maka perekonomian akan tumbuh di suatu wilayah dan ada suatu kegiatan yang bisa memancing peredaran uang.
Pada kesempatan itu Catur bercerita mengenai Suaka Margasatwa Rimbang Baling. Ia berpikir bagaimana Rimbang Baling bisa diakui oleh pemerintah pusat
sebagai Taman Nasional.
"Ini yang sedang digarap terus sehingga perjuangan berhasil sehingga lengkaplah Kampar Kiri Hulu," bebernya lagi.
Dikatakan, hal ini tidaklah gampang tak mudah bisa diwujudkan kalau tidak diperjuangkan. "Ini tergantung political will pemerintah daerah, pusat dan usaha bersama," katanya.
Ia mengakui wilayah se-Rantau Kampar Kiri kemajuannya ada, tapi tak begitu cepat. Ini karena akses dan tak ada kegiatan yang memancing masyarakat sehingga uang berputar.
Berkaitan pariwisata ia memberi masukan kepada kepala desa dan masyarakat agar ada sesuatu yang berbeda yang dibuat masyarakat di wilayah ini agar memancing masyarakat luar datang. "Misalnya pengunjung bisa mengambil ikan sendiri dan memasak ikan sendiri di tempat ini," terangnya.
Berkaitan kegiatan silaturahmi dengan para kepala desa dan makan siang bersama di salah satu tempat di sekitar Bendungan Sungai Paku dan diatas kolam masyarakat ini Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto
menilai adanya kebersamaan antar pimpinan daerah dengan kepala desa dan menunjukkan ikatan kekeluargaan dalam rangka memajukan daerah yang mengandung keinginan bersama."Dengan bersama apa yang diskusikan dan disampaikan bisa tercapai," ulasnya.
Kepada Kades Bupati meminta agar terus berusaha agar desa harus semakin maju. Kepala desa diminta harus bekerja keras.
Di tempat yang sama, Camat Kampar Kiri Hulu H Dasril menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kampar karena dari beberapa janji kampanye pasangan Azis-Catur di Kampar Kiri Hulu sudah terwujud.
Diantaranya beberapa desa sudah terhubung oleh jalan interpretasi, dibangunnya beberapa unit jembatan baik bersumber dari dana pemerintah maupun dari CSR perusahaan. "Listrik Alhamdulillah juga sudah sampai ke desa dan malahan di Batu Sasak sudah terpasang trafo, tinggal disambungkan dengan rumah penduduk," terang Dasril.
Untuk tower telekomunikasi sebagian sudah dibangun seperti di Desa Gema. Namun di
24 desa di Kampar Kiri Hulu masih membutuhkan tower yang mendukung telekomunikasi.
Sementara itu tokoh masyarakat Ahmad Syukur yang juga inisiator pertemuan menyampaikan terima kasih dengan kunjungan silaturahmi Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto. Dengan pertemuan tatap muka dengan bupati, kepala desa bisa berdiskusi membicarakan berbagai hal demi kemajuan se-Rantau Kampar Kiri.
Hal senada juga disampaikan Kades Sungai Paku Rocky Rossi. Dikatakan, kehadiran Bupati di Sungai Paku membawa harapan agar desa ini semakin diperhatikan terutama keinginan desa dalam pengembangan pariwisata dengan keberadaan waduk Sungai Paku.(hir)
Selain kepala desa juga tampak dua orang camat yaitu Camat Kampar Kiri M Farid Ridha dan Camat Kampar Kiri Hulu H Dasril.
Suasana semakin hangat, begitu Bupati dan rombongan turun dari mobilnya langsung dipersilakan menyantap hidangan. Berbagai macam aneka masakan telah tersedia.
Usai makan siang bersama, mantan Kepala Desa Ahmad Syukur yang juga sebagai juru bicara dan inisiator pertemuan didampingi Kades Sungai Paku Rocky Rossi membuka perbincangan.
Ada banyak hal menarik yang disampaikan Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto dalam memperjuangkan daerah ini agar lebih maju dan tercapainya peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
Catur Sugeng Susanto yang bergelar adat Datuok Rajo Batuah menyampaikan panjang lebar tentang rencana kedepan di se-Rantau Kampar Kiri khususnya di Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang terletak di bagian hulu se-Rantau Kampar Kiri dimana di kecamatan ini masih mengalami kendala transportasi, telekomunikasi dan listrik.
Menurut mantan anggota DPRD Kabupaten Kampar dua periode dari Partai Golkar itu, Pemkab Kampar dan masyarakat memiliki hak dan kewajiban agar wilayahnya lebih cepat maju seperti daerah-daerah yang terletak di pusat pemerintahan atau dekat ke pusat pemerintahan.
"Kenapa Serantau Kampar Kiri tidak maju?Wilayah yang berdekatan pusat pemerintahan jauh berkembang? Kedepan saya punya mimpi. Serantau Kampar Kiri harus sama perkembangannya dengan wilayah yang dekat dengan kota pemerintahan," beber Catur
Ia menambahkan, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia harus mampu dilaksanakan masyarakat. "Ini semua harus sama-sama diperjuangkan, tidak bisa hanya berharap," tegasnya.
Catur juga memuji keindahan alam di Desa Aur Kuning, Pangkalan Serai dan desa-desa di sepanjang Sungai Subayang. "Orang tak merasa asik kalau tak melintasi Sungai Subayang. Coba perhatikan, ada apa di Kampar Kiri Hulu," beber Catur.
Menurutnya, Kampar Kiri Hulu berbeda. Bedanya karena akses jalan di sini sangat terbatas dan masih mengandalkan jalur transportasi sungai. Namun saat ini kondisi itu sudah mulai berubah yakni dengan selesainya jalan yang disebut jalur interpretasi dari Desa Gema dan melintasi beberapa desa di pinggir Sungai Subayang sehingga masyarakat yang selama ini jalur transportasinya hanya melalui sungai namun sekarang sudah ada pilihan lain yakni melalui jalan darat.
"Jangankan perkuat silaturahim. Aksesnya saja tidak ada. Sejak dibuat jalur interpretasi kondisinya sudah beda," ulas Catur.
Selain membangun jalur interpretasi, Bupati Kampar juga terus memperjuangkan jaringan listrik untuk masyarakat. "Alhamdulillah, untuk listrik, kita sudah MoU dengan Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) untuk dipasang di Kecamatan Kampar Kiri Hulu,” katanya.
Ia menceritakan, MoU dengan Kementerian itu didapat hasil dari terobososan yang dilakukan Pemkab Kampar dibawah kepemimpinannya.
“Semuanya butuh perjuangan, ketika saya dapat informasi Kampar Kiri Hulu belum ada listrik, langsung saya telpon Pak Dirjen.
Saya langsung diundang dengan PLN di Kemen LHK. Alhamdulillah MoU. Jaringan sudah dipasang dan PLN hibahkan Rp 4,6 miliar," ulasnya.
"Setelah ada listrik tentu kehidupan sudah beda," ulasnya.
Persoalan lain yang juga masih menjadi PR (pekerjaan rumah red) di Kampar Kiri Hulu adalah jaringan telekomunikasi. Bupati berkeinginan pendirian beberapa tower telekomunikasi. "Ini suatu hal yang ditunggu-tunggu. Karena kalau listrik sudah nyala hubungan gampang, akses jalan memadai. Ini nilainya sudah sangat banyak banget," beber Bupati yang juga bergelar Datuk Rajo Batuah itu.
Menurut Catur, jika jalan, listrik dan telekomunikasi sudah bagus, maka perekonomian akan tumbuh di suatu wilayah dan ada suatu kegiatan yang bisa memancing peredaran uang.
Pada kesempatan itu Catur bercerita mengenai Suaka Margasatwa Rimbang Baling. Ia berpikir bagaimana Rimbang Baling bisa diakui oleh pemerintah pusat
sebagai Taman Nasional.
"Ini yang sedang digarap terus sehingga perjuangan berhasil sehingga lengkaplah Kampar Kiri Hulu," bebernya lagi.
Dikatakan, hal ini tidaklah gampang tak mudah bisa diwujudkan kalau tidak diperjuangkan. "Ini tergantung political will pemerintah daerah, pusat dan usaha bersama," katanya.
Ia mengakui wilayah se-Rantau Kampar Kiri kemajuannya ada, tapi tak begitu cepat. Ini karena akses dan tak ada kegiatan yang memancing masyarakat sehingga uang berputar.
Berkaitan pariwisata ia memberi masukan kepada kepala desa dan masyarakat agar ada sesuatu yang berbeda yang dibuat masyarakat di wilayah ini agar memancing masyarakat luar datang. "Misalnya pengunjung bisa mengambil ikan sendiri dan memasak ikan sendiri di tempat ini," terangnya.
Berkaitan kegiatan silaturahmi dengan para kepala desa dan makan siang bersama di salah satu tempat di sekitar Bendungan Sungai Paku dan diatas kolam masyarakat ini Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto
menilai adanya kebersamaan antar pimpinan daerah dengan kepala desa dan menunjukkan ikatan kekeluargaan dalam rangka memajukan daerah yang mengandung keinginan bersama."Dengan bersama apa yang diskusikan dan disampaikan bisa tercapai," ulasnya.
Kepada Kades Bupati meminta agar terus berusaha agar desa harus semakin maju. Kepala desa diminta harus bekerja keras.
Di tempat yang sama, Camat Kampar Kiri Hulu H Dasril menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kampar karena dari beberapa janji kampanye pasangan Azis-Catur di Kampar Kiri Hulu sudah terwujud.
Diantaranya beberapa desa sudah terhubung oleh jalan interpretasi, dibangunnya beberapa unit jembatan baik bersumber dari dana pemerintah maupun dari CSR perusahaan. "Listrik Alhamdulillah juga sudah sampai ke desa dan malahan di Batu Sasak sudah terpasang trafo, tinggal disambungkan dengan rumah penduduk," terang Dasril.
Untuk tower telekomunikasi sebagian sudah dibangun seperti di Desa Gema. Namun di
24 desa di Kampar Kiri Hulu masih membutuhkan tower yang mendukung telekomunikasi.
Sementara itu tokoh masyarakat Ahmad Syukur yang juga inisiator pertemuan menyampaikan terima kasih dengan kunjungan silaturahmi Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto. Dengan pertemuan tatap muka dengan bupati, kepala desa bisa berdiskusi membicarakan berbagai hal demi kemajuan se-Rantau Kampar Kiri.
Hal senada juga disampaikan Kades Sungai Paku Rocky Rossi. Dikatakan, kehadiran Bupati di Sungai Paku membawa harapan agar desa ini semakin diperhatikan terutama keinginan desa dalam pengembangan pariwisata dengan keberadaan waduk Sungai Paku.(hir)
komentar Pembaca