Mantan DPRD Rohul Dari Golkar Lebih Memilih Bergabung ke Relawan Hafith-Nasrul
Laporan : Fahrin Waruwu
Sabtu, 22 Agu 2015 09:58
kini lebih memilih bergabung dengan Tim Relawan Bakal calon Bupati dan
Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul), Ir H Hafith Syukri, MM-Nasrul Hadi, ST
MT.
Sikap Tengku Rusli bergabung dengan Tim Hafith-Nasrul, memang sudah
bertentangan dengan sikap Partai Golkar. Karena Partai berlambang pohon
beringin tersebut, sudah mengusung pasangan calon Suparman-Sukiman
(Susuki) di Pilkada Rohul 9 Desember 2015 mendatang.
Bahkan penegasan bergabung dengan Tim Relawan Hafith Syukri-Nasrul Hadi,
secara tegas dikatakan Tengku Rusli, saat acara wirid pengajian di
Dusun Sungai Lilin Desa Muara Dilam, Kunto Darusalam, Kamis (20/8/2015)
kemarin.
Dari kegiatan itu, mantan anggota DPRD Rohul periode 2009-2014 ini
mengaku, dirinya mendukung pasangan calon Hafith-Nasrul, karena dirinya
dan Hafith merupakan sahabat lama. Dirinya menilai Hafith merupakan
sosok agamis, menyenangkan dan penyabar.
"Saya sudah lama bersahabat dengan sosok Hafith Syukri. Bisa dikatakan,
beliau sudah seperti khalifah dan penyabar. Waktu rapat dulu saat saya
masih di DPRD, saya adalah orang paling keras, tapi saya salut, beliau
menghadapi semua ini dengan sabar dan senyuman," cerita Tengku Rusli.
Dibenanarkannya, memang sikapnya bersebrangan dengan sikap partai
tempatnya bernaung saat ini. Namun ia tetap punya prinsip, yakni memilih
yang terbaik.
"Ibarat seperahu namun tidak sependayungan, saya hanya memegang prinsip
saya, memilih mana yang baik makanya saya menjadi Tim Relawan Pak
Hafith-Nasrul," tegas Tengku Rusli, dan mengajak warga Rohul mendukung
serta memilih pasangan Hafith beliau pada Pilkada Rohul nantinya.
"Masyarakat jangan terpengaruh dengan iming-imingi sesuatu dari salah
satu calon. Bila itu dilakukan, alamatlah daerah ini tidak akan
mendapatkan sentuhan pembangunan, karena calon pemimpin sudah membayar
suara masyarakat," tegas amanah Tengku Rusli.
Tengku Rusli juga mengimbau, agar warga tidak terpengaruh iming-iming
dikasih jilbab, alat rebana dan uang tunai. Sebab, jika diterima maka
tidak akan ada hubungan emosional antara pemimpin dan warga, sebab sang
calon sudah membayarnya di muka.
"Namun, pilihlah pemimpin yang bisa menjalin hubungan emosional dengan
rakyatnya, sehingga usulan pembangunan akan lebih mudah
dikomunikasikan," ajak Rusli.*(Fah/rtc)
KPK Periksa Istri Muda Bupati Kuansing Pasc OTT, Telusuri Dugaan Aliran Dana Suap
PEKANBARU â€" Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Suci Nitia Edward atau SC di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026), setelah yang bersangkutan diamankan dalam rangkaian
KP2MI Pastikan Pemulangan PMI Asal Jabar dari Libya, Dugaan TPPO Diusut
Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI Tripoli, serta kementerian/lembaga terkait dalam menangani P
Perkuat Pengawasan Tata Kelola Komoditas Timah, Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Amankan Lokasi Penimbunan Balok Timah
Kepulauan Bangka Belitung â€" Dalam rangka melaksanakan arahan Presiden Republik Indonesia mengenai pengamanan komoditas sumber daya alam strategis nasional serta memperkuat pengawasan tata kelola sek
Kapolri: Polri Selamatkan Uang Negara Rp 756 M dari Kasus Migas di 2026
Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya turut berupaya mewujudkan swasembada energi. Jenderal Listyo mengatakan sepanjang tahun 2026 ini, Polri berhasil mengungkap 464 kasu
Melihat Harmoni Peragaan Kolone Senapan '80 Tahun Polri' di Hari Bhayangkara
Jakarta - Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menampilkan kolone senapan yang membentuk tulisan '80 Tahun Polri'. Peragaan kolone senapan menjadi salah satu atraksi anggota Polri dalam