Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Panas-Dingin Gerindra-PD, PKS Tetap Yakin 2019 Ganti Presiden

Politik

Panas-Dingin Gerindra-PD, PKS Tetap Yakin 2019 Ganti Presiden

Kamis, 15 Nov 2018 14:35
Detik.com
Jakarta - PKS menepis anggapan ada kerenggangan di dalam tubuh koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait saling ungkit janji antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat. PKS yakin koalisi tetap solid demi mewujudkan 2019 ganti presiden.

"Kami yakin koalisi partai-partai pendukung Prabowo-Sandi masih solid karena kami menginginkan hal yang sama, yaitu 2019 ganti presiden," kata Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin kepada wartawan, Kamis (15/11/2018).

Meski begitu, Suhud mengaku maklum dengan sikap Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono yang fokus pada Pileg 2019. Menurut dia, tiap partai menang berjuang keras demi melenggang ke Senayan.

"Setiap partai memang harus menyiasati agar perolehan suara partai untuk legislatif (DPR) signifikan dan lolos parliamentary threshold 4%," ujarnya.

"Saya kira yang dilakukan Pak SBY sama seperti partai-partai lain yaitu untuk mendorong kerja mesin partai dan juga para caleg agar bekerja optimal," imbuh Suhud.

Isu hubungan tidak harmonis antara Partai Demokrat dan Gerindra kembali mengemuka. Gerindra mengungkit janji Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Demokrat membalas. Demokrat mengungkit janji capres Prabowo Subianto ke SBY.

"Dalam pertemuan Mas AHY dan Mas Sandiaga Uno di Kediaman Mega Kuningan Timur, pada tanggal 12 September 2018, Mas Sandiaga Uno berjanji banyak hal di hadapan Bapak SBY dan Bapak Prabowo Subianto. Setelah berjanji banyak hal, Sandiaga Uno meminta kesediaan Mas AHY untuk ikut bersafari dengan Sandiaga Uno. Mas AHY menyanggupi tetapi tidak ditentukan waktunya kapan. Hingga hari ini, Mas Sandiaga Uno bukan hanya tidak ada itikad baik untuk menepati janji-janjinya itu, tetapi juga tidak pernah melakukan komunikasi lagi dengan Mas AHY," kata jubir Kogasma Partai Demokrat Putu Supadma Rudana, Rabu (14/11).


(detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 08:50

    Diduga Terima Suap Tambang, Kajari dan Kasi Pidum Kejari Tuban Dicopot

    Kepala Kejaksaan Negeri Tuban beserta Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) dicopot dari jabatannya di tengah mencuatnya dugaan suap terkait penanganan perkara tambang di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.P

  • Jumat, 03 Jul 2026 08:47

    OTT di Sumut, KPK Benarkan Bupati Langkat Ditangkap

    Bupati Langkat, H Syah Afandin, ikut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Sumatera Utara. OTT di Sumut dilakukan Kamis (2/7/2026)."Benar," kata Wa

  • Jumat, 03 Jul 2026 08:45

    Belajar dari YouTube, Pasutri di Medan Nekat Produksi Pil Ekstasi Rumahan

    Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatra Utara membongkar sebuah rumah yang dijadikan pabrik rumahan pembuatan pil ekstasi di Jalan Mangkubumi Gang Aceh, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Me

  • Jumat, 03 Jul 2026 08:40

    Cegah Jalan Rusak dan Kecelakaan, Polres Siak Tertibkan Truk Sawit ODOL di Jalan Lintas Perawang

    SIAK - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Siak menindak tegas truk pengangkut kelapa sawit yang melanggar aturan kelebihan muatan atau Over Dimension Over Loading (ODOL) di sepanjang Jalan Lintas P

  • Jumat, 03 Jul 2026 08:39

    DPRD Pekanbaru Minta Disdik Awasi Ketat Pemenuhan Kuota SMP Negeri, Cegah Jual Beli Kursi

    PEKANBARU â€" Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Abidin, meminta Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru melakukan pengawasan khusus terhadap proses pemenuhan kuota di sejumlah SMP negeri yang hingg

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor