Rabu, 01 Jul 2026
Pidato Politik, Zulhas Bicara Kaitan Demokrasi Mahal dan Kebiasaan Impor
Admin
Rabu, 14 Apr 2021 15:48
SINDOnews.com
Secara retoris Zulhas menyebut kebiasaan impor ada hubungannya dengan praktik demokrasi transaksional yang berbiaya tinggi.
“Apakah ini buah dari sistem demokrasi kita yang high cost, sebagaimana pernah saya singgung dalam pidato sebelumnya? Saya kira ada hubungannya,” kata Zulhas dalam pidatonya, Rabu (14/4/2021).
Menurut dia, demokrasi dan cara kita menjalankannya pasca-reformasi perlu dievaluasi. Dia menyinggung banyaknya para pemburu rente atau rent seeker yang mencari keuntungan cepat dalam berbagai praktik impor pangan mengorbankan nasib rakyat kecil dan petani.
“Kebijakan impor saya kira muncul dari perilaku para pemburu rente yang memaksakan agar kebijakan impor ini terus langgeng di republik yang kaya ini. Para pemburu rente ini mencari keuntungan sesaat dan rela mengorbankan nasib rakyat kecil, nasib petani, nasib anak-cucu kita di kemudian hari,” tuturnya.
Pidato politik ini disampaikan pada hari kedua Ramadhan, hari ini. Zulhas menyinggung produk pangan impor yang membanjiri pasar dan mematikan petani lokal. Harga pangan juga jadi relatif tinggi dan memberatkan.
Sumber: SINDOnews.com
komentar Pembaca