Rabu, 03 Jun 2026
Syamsuar Ingin Tumbangkan Alfedri pada Pilkada Siak 2020: Pertaruhan Gengsi? Berharap Dua Pasangan
admin
Kamis, 11 Jun 2020 16:36
PEKANBARU - Partai Golkar sudah menyatakan akan usung calon sendiri untuk Pilkada Siak, nama yang diusung juga sudah ada dan disiapkan untuk mengalahkan petahana saat ini Alfedri.
Menanggapi hal tersebut, pengurus PAN Riau menganggap itu tidak akan menjadi persoalan untuk majunya Alfedri nanti.
Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Riau Tengku Zulmizan Assegaf mengatakan jikapun Golkar punya keinginan kuat mengalahkan Alfedri menurutnya itu urusan Golkar.
Namun yang jelas Alfedri juga sudah mengakar di masyarakat Siak, sehingga semuanya diserahkan kepada masyarakat seperti apa nantinya penilaian dari masyarakat.
"Itu urusan internal partai lain (Golkar), tak perlulah kami menanggapi, itu urusan beliau," ujar Zulmizan Assegaf kepada tribunlekanbaru.com Kamis (11/6/2020).
Tidak bisa dipungkiri lagi kedekatan Syamsuar dengan Alfedri sebelumnya, apalagi sebelumnya Syamsuar-Alfedri sempat diusung PAN di Pilkada Siak lalu, namun Syamsuar maju di Pilgub Riau dan berhasil menang.
Setelah Syamsuar menang di Pilgub Riau 2014, disebut juga ada kesepakatan jika Syamsuar akan mendukung Alfedri di Pilkada berikutnya, ternyata di tengah jalan Syamsuar berhasil meraih kursi ketua Partai Golkar Riau dan arah politik akhirnya berbalik di Siak.
Menurut Zulmizan, untuk saat ini, kesiapan Alfedri untuk berlayar di Pilkada Siak sudah matang, selain petahana, komunikasi dan konsolidasi juga terus dilakukan di masyarakat.
"InsyaAllah Alfedri akan berpasangan dengan Husni Merza. Sudah diputuskan oleh Rapat Pleno DPD PAN Kabupaten Siak dan sudah direkomendasikan oleh DPW PAN Riau melalui Rapat Harian, saat ini sedang proses finalisasi di DPP PAN," ujar Zulmizan.
Pihaknya juga sudah dapat informasi SK-nya sudah ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PAN dan akan segera diserahkan.
"Dari beberapa partai lain mudah-midahan segera konkret dukungannya," ujar Zulmizan.
Pilkada Kabupaten Siak akan lebih menarik, pasalnya Syamsuar ataupun Partai Golkar mengusung jagoannya sendiri untuk perebutan Kepala Daerah di negeri Istana tersebut.
Syamsuar tidak mengusung Alfedri melainkan memiliki jagoan sendiri dari Birokrat.
Demikian dikatakan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Golkar Riau Ikhsan, menurutnya tidak adanya dukungan Syamsuar kepada Alfedri yang tidak lain adalah wakilnya di Pilkada lalu, merupakan hal yang lumrah dalam politik.
"Dalam politik itu hal yang biasa, kemarin bersama maju sekarang berkompetisi, tujuannya kan sama-sama ingin membangun, karena yang maju itu juga orang-orang yang hebat, jadi tidak ada masalah," ujar Ikhsan.
Golkar yang memiliki kursi yang cukup untuk mengusung calon di Pilkada Siak menurut Ikhsan sudah punya jagoan yakni birokrat yang akan dikaderkan menjadi kader Golkar.
Pasangan yang sudah hampir berlayar bersama Golkar tersebut Said Arif Fadillah bersama Sujarwo, DPP sendiri dalam waktu dekat akan mengeluarkan SK sementara kepada pasangan ini.
"Pilkada Siak ini pertaruhan Golkar dan pertaruhan pak Ketua DPD (Syamsuar), karena memiliki history bagi pak Syamsuar, apalagi Siak adalah kampung beliau jadi menjadi prioritas pak ketua nantinya," ujar Ikhsan.
Soal siapa yang maju, menurut Ikhsan setiap warga negara berhak maju dan dimajukan di Pilkada, sehingga antara Alfedri dan Said Arif Fadillah, keduanya sama-sama punya hak untuk maju.
"Makanya nanti di Siak itu pak Syamsuar akan memimpin langsung untuk kemenangan Golkar di sana, tidak lengkap rasanya ketika menang di semua wilayah namun di Siak nanti kalah," ujar Ikhsan.
Untuk itu, pihak Partai Golkar juga mengupayakan untuk head to head melawan petahana Alfedri, sehingga mereka hanya menginginkan agar dua pasang saja yang bertarung sehingga dengan mudah menumbangkan petahana.
"Kami menginginkan head to head dengan petahana, jadi lebih mudah untuk menang dan Siak menjadi keharusan Golkar menang, pertaruhan gengsi pak Syamsuar," ujarnya.
Golkar Keluarkan SK Sementara
Partai Golkar menjadi partai yang ingin cepat mempersiapkan diri menghadapi Pilkada Serentak 2020 yang akan berlangsung pada tanggal 9 Desember.
Saat ini mulai memberikan surat tugas dan SK sementara kepada sejumlah calon di Pilkada di Riau.
Tujuannya agar bisa meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.
"Kalau DPP itu baru akan mengeluarkan SK resminya pada 1 sampai 3 September 2020, tentu ini masih lama dan hanya ada waktu dua bulan sosialisasi, makanya kita inginnya lebih cepat, minimal Juli sudah ditetapkan melalui SK," ujar Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Golkar Riau Ikhsan kepada tribunpekanbaru.com Rabu (10/6/2020).
Menurut Ikhsan saat ini memang DPP sudah mulai memberikan surat tugas dan SK sementara kepada sejumlah calon yang akan bertarung di Pilkada sembilan daerah di Riau.
Ada tiga yang sudah mengantongi SK sementara yakni Bengkalis, sudah berpasangan Indra Gunawan - Samsu Dalimunthe, Rohil Asri Auzar - Fuad Ahmad, serta Kuansing Andi Putra - Suhardiman Amby.
Tidak hanya SK sementara, DPP Golkar juga sudah mengeluarkan surat tugas kepada calon di Meranti Said Hasyim - Heri, Indragiri Hulu Rezita Meylani (istri Yopi Arianto) - Boby Rachmat dan Pelalawan ada nama Adi Sukemi, selanjutnya Rokan Hulu juga sudah ada surat tugas untuk Hamulian dan Hafith Syukri.
"Sudah dapat SK sementara itu sudah punya pasangan dan tinggal penetapan dari DPP, sedangkan yang surat tugas tentunya masih dilihat elektabilitasnya pada survei mendatang,"ujar Ikhsan.
Sedangkan untuk dua daerah di Riau yakni Siak dan Dumai masih belum dikeluarkan SK sementara ataupun surat tugas, karena masih dalam proses,"jelasnya.
Karena partai Golkar sendiri akan melakukan survei akhir jelang penetapan SK terakhir dimana hasil akhir ini menentukan untuk SK penetapan dari DPP.
"Surveinya itu akan dilakukan nanti, untuk menentukan ketertarikan pemilih terhadap calon, itu penentuan, sebelumnya juga sudah dibuat survei untuk awal," jelas Ikhsan.
Menurut Ikhsan, untuk Pilkada di Riau sendiri mereka dibebankan DPP untuk menang 60 persen dari sembilan Pilkada, menurutnya akan tercapai karena Ketua DPD Syamsuar akan langsung menjadi tim sukses.
"Kalau memang seluruh pilkada di Riau itu bonus, yang jelas enam dari 9 pilkada itu harus menang,"ujarnya.
Ikhsan juga menegaskan pihaknya di Golkar menjamin tidak ada mahar politik bagi calon yang diusung, jikapun ada nantinya yang meminta itu bukan dari partai melainkan mengatasnamakan oknum.
"Kita sudah mulai perbaiki partai Golkar makanya ada Golkar baru dan Golkar bersih, bagian dari cara kita menghilangkan politik transaksional itu," ujar Ikhsan.
Sumber: tribunpekanbaru.com
komentar Pembaca