Politik
Twit SBY Dianggap Jawab Kegalauan Pendukung Prabowo
Jumat, 16 Nov 2018 10:45
"Prabowo Sandi mestinya malah bersyukur dapat masukan dari 2 Presiden RI, Presiden ke-5 dan ke-6, dalam waktu yang hampir bersamaan," ujar Hendri dalam keterangan tertulis, Jumat (16/11/2018).
Hendri menilai, pernyataan SBY yang mungkin ditujukan untuk Prabowo itu sangat tepat konten dan tepat waktu. Pernyataan itu juga menjawab kegalauan pendukung Prabowo selama ini.
"Twit SBY menjawab kegalauan pendukung Prabowo yang menilai Prabowo kurang greget bergerak, bahkan SBY secara khusus menggarisbawahi pesan Komunikasi Prabowo dan keluhan orang dekat Prabowo yang mendorong terus menerus agar SBY turun mempromosikan Prabowo," katanya.
Selain itu, menurut Hendri, masukan dari Mega dan SBY itu dapat menjadi pemacu semangat perubahan pada Prabowo-Sandiaga Uno. Sehingga, ke depan pasangan nomor urut 02 itu dapat bertarung dengan lebih apik di Pilpres 2019.
"Dari sisi waktu, masukan ini sangat memungkinkan kubu Prabowo Sandi melakukan manuver cantik untuk mengubah irama permainan menjadi lebih efektif dan lebih kuat lagi," ujar Hendri.
Hendri enggan menduga apa maksud di balik kritik yang dilontarkan SBY dan Mega. Namun, menurutnya, tampak kedua tokoh itu ingin pertarungan yang lebih seimbang antara Jokowi dan Prabowo.
"Apakah masukan Megawati dan SBY kepada Prabowo mengartikan bahwa jauh di dalam lubuk hati mereka berdua memang mendukung Prabowo di 2019? Itu hanya Megawati dan SBY yang paham tapi yang tersirat Megawati dan SBY menginginkan pertarungan yang seimbang antara Jokowi dan Prabowo di 2019 nanti," katanya.
Sebelumnya, saat memberikan sambutan di sekolah partai untuk caleg PDIP, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan kalau dirinya belum pernah mendengar apa saja program rival petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin semasa kampanye.
"Saya bilang kenapa di pihak sana tidak juga mengatakan program saya adalah ini, saya belum pernah dengar lho, apa yang akan dilakukan, menjalankan program seperti apa saya ndak tahu?" ujar Megawati di Kantor DPP PDIP, Jl Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (15/11).
Senada dengan Mega, Ketum Partai Demokrat (SBY) juga menyinggung soal visi misi Prabowo. SBY menuturkan, saat ini rakyat ingin mendengar solusi, kebijakan, dan program dari capres yang diusung. Jika, jabaran visi-misi tak dijelaskan, maka rakyat dan pendukung capres itu akan kebingungan.
"Saat ini rakyat ingin dengar dari Capres apa solusi, kebijakan & program yang akan dijalankan untuk Indonesia 5 tahun ke depan. Kalau 'jabaran visi-misi' itu tak muncul, bukan hanya rakyat yang bingung, para pendukung pun juga demikian. Sebaiknya semua introspeksi *SBY*," kata SBY melalui akun twitternya, seperti dilihat detikcom, Kamis (15/11) malam.
(detik.com) Politik
Diduga Terima Suap Tambang, Kajari dan Kasi Pidum Kejari Tuban Dicopot
Kepala Kejaksaan Negeri Tuban beserta Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) dicopot dari jabatannya di tengah mencuatnya dugaan suap terkait penanganan perkara tambang di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.P
OTT di Sumut, KPK Benarkan Bupati Langkat Ditangkap
Bupati Langkat, H Syah Afandin, ikut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Sumatera Utara. OTT di Sumut dilakukan Kamis (2/7/2026)."Benar," kata Wa
Belajar dari YouTube, Pasutri di Medan Nekat Produksi Pil Ekstasi Rumahan
Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatra Utara membongkar sebuah rumah yang dijadikan pabrik rumahan pembuatan pil ekstasi di Jalan Mangkubumi Gang Aceh, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Me
Cegah Jalan Rusak dan Kecelakaan, Polres Siak Tertibkan Truk Sawit ODOL di Jalan Lintas Perawang
SIAK - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Siak menindak tegas truk pengangkut kelapa sawit yang melanggar aturan kelebihan muatan atau Over Dimension Over Loading (ODOL) di sepanjang Jalan Lintas P
DPRD Pekanbaru Minta Disdik Awasi Ketat Pemenuhan Kuota SMP Negeri, Cegah Jual Beli Kursi
PEKANBARU â€" Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Abidin, meminta Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru melakukan pengawasan khusus terhadap proses pemenuhan kuota di sejumlah SMP negeri yang hingg