Rabu, 06 Mei 2026
10 Tahun Sebagai Pendamping Desa, Hasbeb Rintis Profesi Baru Sebagai Wira Usaha
Laporan Muhammad Rafii
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 22 Jul 2022 10:46
Bengkalis-Takseperti biasanya, hari itu Hasbeb terilihat begitu tenang menyusun barang dagangan yang disusun rapi di pinggir jalan, tepat nya di depan Kantor BRI jalan jendral Sudirman Bengkalis.
Bapak dua orang anak asal desa meskom ini harus banting stir dari pekerjaan kantoran berpenghasilan jelas menjadi pekerja lapangan berpenghasilan takjelas.
Sebelumnya Hasbeb bekerja sebagai pendamping Desa ekonomi, telah sepuluh tahun pekerjaan itu dia tekuni, bahkan sudah memegang sertifikasi pendamping Desa dari BNSP, pada akhir tahun 2021 lalu Hasbeb harus menerima takdir untuk berhenti dari pekerjaannya karna hasil evaluasi menetapkan dia tidak diperpanjang kontrak lagi.
Menyadari hidup mesti dijalani, apalagi sebagai kepala keluarga ia berkewajiban menafkahi keluarganya, maka Hasbeb memutuskan berjualan Ban Bekas pinggir jalan.
Bekerja sebagai penjual ban bekas pinggir jalan memang masih tanpa saingan, itulaha yang menjadi alasan kenapa usaha itu yang ia lakoni.
Berubah profesi dari kerja kantoran menjadi wira usaha butuh mental dan juga modal usaha, kepada media Hasbeb mengaku berbeda pada pekerjaan seblumnya, berwira usaha sebagai pedagang jauh dari tekanan.
"Kita bekerja tidak ada tekanan, seperti air mengalir aja meski kadang jumlah pendapatan turun naik seperti air pasang surut," ujarnya.
Dalam merintis usahanya, Hasbeb mengaku bermodalkan 50 juta,itu ia peroleh dari pinjamannya di Bank, sudah hampir setahun dilalui omzetnya sudah menjadi dua kali lipat dari modal awal.
"Alhamdulillah setiap bulan pendapatan bersih antara 3 sampai 4 juta, kalau waktu mau lebaran bisa 5 kali lipat bahkan sepuluh kali lipat, cukuplah untuk bawa beras kerumah," ujarnya.
Dalam berusaha tidak lepas dari resiko, apalagi berjualan, tentunya suka dan duka untung rugi tidak lepas dari hal tersebut.
Hasbeb mengaku, tak mudah memulai profesi yang baru, terkadang dalam satu hari tidak ada satu pembeli pun yang belanja, kalau hujan lebat hasbeb harus memindahkan barang barang dagangannya ke mobil, namun suka nya jika dalam satu hari banyak pembeli maka tampak senyum semangat untuk kembali berusaha.
"Kalau lagi sepi apalagi hujan, begitulah, tapi kalau lagi banyak pembeli semangat lagi," ujarnya.
Meski sudah menikmati profesi barunya, dalam hati Asbeb masih penasaran terhadap pemberhentian nya dari pendamping desa, menurutnya tidak masuk akal sepuluh tahun mengabdi habis tak dikenang hanya karna evaluasi satu hari.
" Saya masih penasaran, sepuluh tahun dah mengabdi sirna dalam sehari karna evaluasi sesaat," tutup nya.
Hasbeb berharap pemerintah harus profesional, serta melihat sisi positif, di internal bisa saja di isukan karna alasan politik dan sebagainya, kenyataannya apa benar demikian seharusnya jangan ada kepura puraan, untuk menggantikan orang baru berdalih evaluasi jadi kambing hitam.
komentar Pembaca